alexametrics
28.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Warga Beralih Jadi Peternak Sapi, Populasi Sapi di Gianyar Meningkat

GIANYAR-Di masa pandemi Covid-19, banyak masyarakat terjun menjadi peternak. Salah satunya yakni beternak sapi.

 

Akibat banyaknya warga yang beternak membuat populasi sapi di Gianyar meningkat dibanding tahun sebelumnya.

 

Seperti disampaikan Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Gianyar, Ngakan Putu Riady, Selasa (27/7).

 

Disebutkan, sesuai data pada tahun 2019, populasi sapi di Gianyar sekitar 47.200 ekor.

 

Selanjutnya, masuk ke pandemi Covid, populasi sapi meningkat menjadi 49.100.

 

Kini, pada 2021, jumlahnya menembus 50.000 ekor lebih.

 

“Peningkatannya cukup bagus. Ini terjadi hampir merata di seluruh kecamatan,” ujar Putu Riady.

 

Ada dua Kecamatan sebagai lumbung sapi terbanyak. Yakni Kecamatan Payangan dan Kecamatan Tegalalang.

Baca Juga:  Liburan Tahun Baru, Kendaraan Masuk Tol Meningkat Tajam

 

Dua Kecamatan tersebut berada di daerah tinggi dan masyarakat yang lebih banyak terjun di pertanian dan peternakan. Disamping itu, ketersidaan pakan di dua kecamatan tesebut cukup melimpah.

 

Mengenai penjualan sapi, sempat terserap saat perayaan Idul Adha beberapa waktu lalu.

 

Banyak sapi yang dijual oleh peternak. Namun peternak kembali membeli bibit sapi untuk dikembangkan.

 

“Ya, saat Idul Adha lalu, sapi banyak di jual, namun jumlahnya kembali normal karena peternak kembali meningkatkan jumlah peliharaan,” terang Riady.

 

Lebih lanjut dikatakan, untuk bibit sapi, rata-rata dengan harga Rp 7,5 juta.

 

Sedangkan, sapi yang sudah dewasa dijual seberat 300 kg mencapai Rp 21 juta. Kemudian, sapi seberat 400 kg bisa mencapai harga Rp 26 juta.

Baca Juga:  Kejagung Gelar Rakernas Bantu Pemulihan Ekonomi, Ini Agenda Besarnya

 

“Prospeknya sangat bagus. Peternak biasanya menjual sapi selain saat Idul Adha juga saat menjelang ajaran baru sekolah,” pungkasnya.

 

Sementara, salah satu peternak, Gede Dana, asal Desa Buahan, Kecamatan Payangan mengaku banyak masyarakat memelihara sapi dengan dua alasan.

 

“Alasan untuk nabung. Sama cari penghasilan kalau sudah besar,” ujar Dana.

 

 

Menurutnya, apabila telaten, sapi mudah untuk dipelihara.

 

“Di desa banyak rumput. Pakan banyak, tinggal rajin menyabit ada saja jalan memelihara sapi,” pungkasnya.


GIANYAR-Di masa pandemi Covid-19, banyak masyarakat terjun menjadi peternak. Salah satunya yakni beternak sapi.

 

Akibat banyaknya warga yang beternak membuat populasi sapi di Gianyar meningkat dibanding tahun sebelumnya.

 

Seperti disampaikan Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Gianyar, Ngakan Putu Riady, Selasa (27/7).

 

Disebutkan, sesuai data pada tahun 2019, populasi sapi di Gianyar sekitar 47.200 ekor.

 

Selanjutnya, masuk ke pandemi Covid, populasi sapi meningkat menjadi 49.100.

 

Kini, pada 2021, jumlahnya menembus 50.000 ekor lebih.

 

“Peningkatannya cukup bagus. Ini terjadi hampir merata di seluruh kecamatan,” ujar Putu Riady.

 

Ada dua Kecamatan sebagai lumbung sapi terbanyak. Yakni Kecamatan Payangan dan Kecamatan Tegalalang.

Baca Juga:  Usahanya Menggurita, Kelolah 80 Hektare Kebun & Kembangkan Peternakan

 

Dua Kecamatan tersebut berada di daerah tinggi dan masyarakat yang lebih banyak terjun di pertanian dan peternakan. Disamping itu, ketersidaan pakan di dua kecamatan tesebut cukup melimpah.

 

Mengenai penjualan sapi, sempat terserap saat perayaan Idul Adha beberapa waktu lalu.

 

Banyak sapi yang dijual oleh peternak. Namun peternak kembali membeli bibit sapi untuk dikembangkan.

 

“Ya, saat Idul Adha lalu, sapi banyak di jual, namun jumlahnya kembali normal karena peternak kembali meningkatkan jumlah peliharaan,” terang Riady.

 

Lebih lanjut dikatakan, untuk bibit sapi, rata-rata dengan harga Rp 7,5 juta.

 

Sedangkan, sapi yang sudah dewasa dijual seberat 300 kg mencapai Rp 21 juta. Kemudian, sapi seberat 400 kg bisa mencapai harga Rp 26 juta.

Baca Juga:  Kebaya dan Daging Ayam Masuk Daftar Penyumbang Inflasi Denpasar

 

“Prospeknya sangat bagus. Peternak biasanya menjual sapi selain saat Idul Adha juga saat menjelang ajaran baru sekolah,” pungkasnya.

 

Sementara, salah satu peternak, Gede Dana, asal Desa Buahan, Kecamatan Payangan mengaku banyak masyarakat memelihara sapi dengan dua alasan.

 

“Alasan untuk nabung. Sama cari penghasilan kalau sudah besar,” ujar Dana.

 

 

Menurutnya, apabila telaten, sapi mudah untuk dipelihara.

 

“Di desa banyak rumput. Pakan banyak, tinggal rajin menyabit ada saja jalan memelihara sapi,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/