alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

STP Nusa Dua Bali Beri Solusi Pengembangan Kepariwisataan

RadarBali.com- Untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali menggelar launching Centre of Community Based Tourism (CCBT), yakni Pusat Kajian Pariwisata Berbasis Komunitas STPNB dan deseminasi hasil penelitian institusi STP Bali tahun 2017, pada Rabu, (27/9) kemarin.

CCBT ini merupakan pembangunan yang memperkuat interaksi antara wisatawan dengan tuan rumah, sehingga menghasilkan manfaat ekonomi dan konservasi bagi masyarakat lokal dan lingkungan di wilayah pembangunan berlangsung.

CCBT lebih menekankan pada kesejahteraan masyarakat lokal karena pembangunan pariwisata baru dianggap berhasil apabila mampu memenuhi berbagai persyaratan, yaitu terjaminnya kelestarian lingkungan alami, tingginya tingkat kesejahteraan penduduk yang mendiami wilayah tersebut, tingginya kualitas destinasi yang ditunjukkan oleh kepuasan pengunjung dan perpaduan komunitas dengan era pengembangannya.

Seyogianya, masyarakat juga harus berperan dalam pembangunan wilayahnya untuk pengembangan sektor pariwisata.

Namun sejauh ini, kondisi tersebut masih belum tercapai. Dalam hal inilah, STP Nusa Dua Bali merasa memiliki kewajiban untuk mencari solusi terhadap berbagai permasalahan pembangunan kepariwisataan, khususnya dalam mengembangkan kapasitas masyarakat.

 Kegiatan yang akan dilakukan CCBT STP Nusa Dua Bali akan sangat terkait dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi terutama dalam bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Output yang akan dihasilkan lembaga diharapkan berupa hasil riset terkait pembangunan kepariwisataan, jurnal kepariwisataan, buku teks kepariwisataan, buku laporan hasil pembinaan maupun pendampingan masyarakat serta bahan ajar untuk kepentingan pengajaran bagi mahasiswa STP Nusa Dua Bali.



RadarBali.com- Untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali menggelar launching Centre of Community Based Tourism (CCBT), yakni Pusat Kajian Pariwisata Berbasis Komunitas STPNB dan deseminasi hasil penelitian institusi STP Bali tahun 2017, pada Rabu, (27/9) kemarin.

CCBT ini merupakan pembangunan yang memperkuat interaksi antara wisatawan dengan tuan rumah, sehingga menghasilkan manfaat ekonomi dan konservasi bagi masyarakat lokal dan lingkungan di wilayah pembangunan berlangsung.

CCBT lebih menekankan pada kesejahteraan masyarakat lokal karena pembangunan pariwisata baru dianggap berhasil apabila mampu memenuhi berbagai persyaratan, yaitu terjaminnya kelestarian lingkungan alami, tingginya tingkat kesejahteraan penduduk yang mendiami wilayah tersebut, tingginya kualitas destinasi yang ditunjukkan oleh kepuasan pengunjung dan perpaduan komunitas dengan era pengembangannya.

Seyogianya, masyarakat juga harus berperan dalam pembangunan wilayahnya untuk pengembangan sektor pariwisata.

Namun sejauh ini, kondisi tersebut masih belum tercapai. Dalam hal inilah, STP Nusa Dua Bali merasa memiliki kewajiban untuk mencari solusi terhadap berbagai permasalahan pembangunan kepariwisataan, khususnya dalam mengembangkan kapasitas masyarakat.

 Kegiatan yang akan dilakukan CCBT STP Nusa Dua Bali akan sangat terkait dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi terutama dalam bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Output yang akan dihasilkan lembaga diharapkan berupa hasil riset terkait pembangunan kepariwisataan, jurnal kepariwisataan, buku teks kepariwisataan, buku laporan hasil pembinaan maupun pendampingan masyarakat serta bahan ajar untuk kepentingan pengajaran bagi mahasiswa STP Nusa Dua Bali.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/