alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Sustainable Enterprise

DENPASAR – Beberapa hari lalu saya ngopi bareng sahabat saya, yang kebetulan co founder dan CEO sebuah perusahaan peer to peer lending (P2P), yang berkembang pesat di Jakarta.

Sahabat saya menceritakan perkembangan usahanya serta insight-nya tentang perubahan landscape dan peluang kedepan terkait industri jasa keuangan.

Hal menarik untuk saya adalah salah satu pernyataannya bahwa perusahaan saya dan ekosistemnya BPR, paling pertama terdampak dibandingkan bank umum, akibat perkembangan perusahaan P2P.

Saya percaya hal tersebut, bukan untuk menakuti saya, namun untuk membuat saya lebih cermat melihat perubahan

yang terjadi serta bagaimana mengantisipasinya lewat berbagai langkah strategis demi perkembangan usaha BPR KAS.

Pertanyaan mendasar adalah, bagaimana kita menyikapi perubahan, agar perusahaan kita menjadi suntainable enterprise?

Dalam hal menyikapi perubahan di masa depan, menarik pemikiran Hermawan Kartajaya.

Beliau  berpendapat manajemen perusahaan dalam hal menyikapi perubahan bisa menerapkan scenario planning.

Baca Juga:  Dana Pendidikan Anak Jadi Kebutuhan, Ini Tips Rio Christian…

Yang dimaksud scenario planning adalah cara untuk melihat kemana arah perubahan lingkungan bisnis dengan menggunakan beberapa scenario.

Namun dalam menerapkan scenario planning, kita tidak bisa berpegangan pada analisis historical, karena hal tersebut akan menuntun kita hanya pada satu titik prediksi.

Scenario planning justru akan memberikan kita lebih dari satu titik prediksi. Hal ini akan membuat perusahaan lebih fleksibel dalam mengantisipasi setiap perubahan yang terjadi ke depan.

Menjadi sustainable enterprise, menurut Andy Grove, sebuah perusahaan membutuhkan seorang pemimpin “paranoid”.

Maksudnya pemimpin yang memiliki ketakutan bahwa perusahaannya akan terimbas negatif akan perubahan, ketakutan bahwa perusahaannya tidak akan bertahan

menghadapi pesaing, ketakutan bahwa perusahaannya tidak akan sukses lagi di masa depan, ketakutan bahwa perusahaan akan mati.

Dengan ketakutan berlebih  tersebut, seorang pemimpin akan tampak rewel dan menganggu bagi anggota timnya.

Pemimpin ini akan memaksa anggotanya membuat berbagai langkah antisipatif secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Kerja Bersama Generasi Millennial

Kemudian pemimpin tersebut akan memaksa anggotanya untuk memiliki mindset mau terus berubah mengikuti arus yang terjadi.

Pada akhirnya perusahaan yang dipimpinnya akan menjadi sustainable enterprise dan sukses.

Menjadi sustainable enterprise, sebuah perusahaan wajib memiliki sikap tidak berpuas diri akan winning strategy yang telah membawa perusahaan sukses.

Perusahaan harus terus melakukan kajian, apakah winning strategy tersebut masih relevan akan kondisi saat ini dan kondisi di masa depan?

Penting sebuah perusahaan menanggalkan egonya untuk mau memodifikasi winning strategy. Modifikasi ini demi membuat produk/jasa yang kita jual selalu relevan bagi market.

Apakah BPR KAS akan menjadi sustainable enterprise? Saya jawab Yes!!. BPR KAS akan menatap perubahan di masa depan sebagai peluang untuk terus bertumbuh secara sehat.

Bagaimana dengan perusahaan Anda?? Salam Perjuangan.

 

 

 

 

 

 



DENPASAR – Beberapa hari lalu saya ngopi bareng sahabat saya, yang kebetulan co founder dan CEO sebuah perusahaan peer to peer lending (P2P), yang berkembang pesat di Jakarta.

Sahabat saya menceritakan perkembangan usahanya serta insight-nya tentang perubahan landscape dan peluang kedepan terkait industri jasa keuangan.

Hal menarik untuk saya adalah salah satu pernyataannya bahwa perusahaan saya dan ekosistemnya BPR, paling pertama terdampak dibandingkan bank umum, akibat perkembangan perusahaan P2P.

Saya percaya hal tersebut, bukan untuk menakuti saya, namun untuk membuat saya lebih cermat melihat perubahan

yang terjadi serta bagaimana mengantisipasinya lewat berbagai langkah strategis demi perkembangan usaha BPR KAS.

Pertanyaan mendasar adalah, bagaimana kita menyikapi perubahan, agar perusahaan kita menjadi suntainable enterprise?

Dalam hal menyikapi perubahan di masa depan, menarik pemikiran Hermawan Kartajaya.

Beliau  berpendapat manajemen perusahaan dalam hal menyikapi perubahan bisa menerapkan scenario planning.

Baca Juga:  Butuh Dana Segar? Ini Tips Sukses Mengajukan Pinjaman ke BPR

Yang dimaksud scenario planning adalah cara untuk melihat kemana arah perubahan lingkungan bisnis dengan menggunakan beberapa scenario.

Namun dalam menerapkan scenario planning, kita tidak bisa berpegangan pada analisis historical, karena hal tersebut akan menuntun kita hanya pada satu titik prediksi.

Scenario planning justru akan memberikan kita lebih dari satu titik prediksi. Hal ini akan membuat perusahaan lebih fleksibel dalam mengantisipasi setiap perubahan yang terjadi ke depan.

Menjadi sustainable enterprise, menurut Andy Grove, sebuah perusahaan membutuhkan seorang pemimpin “paranoid”.

Maksudnya pemimpin yang memiliki ketakutan bahwa perusahaannya akan terimbas negatif akan perubahan, ketakutan bahwa perusahaannya tidak akan bertahan

menghadapi pesaing, ketakutan bahwa perusahaannya tidak akan sukses lagi di masa depan, ketakutan bahwa perusahaan akan mati.

Dengan ketakutan berlebih  tersebut, seorang pemimpin akan tampak rewel dan menganggu bagi anggota timnya.

Pemimpin ini akan memaksa anggotanya membuat berbagai langkah antisipatif secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Alamak, Separuh Lebih Kendaraan di Jembrana Bali Belum Bayar Pajak

Kemudian pemimpin tersebut akan memaksa anggotanya untuk memiliki mindset mau terus berubah mengikuti arus yang terjadi.

Pada akhirnya perusahaan yang dipimpinnya akan menjadi sustainable enterprise dan sukses.

Menjadi sustainable enterprise, sebuah perusahaan wajib memiliki sikap tidak berpuas diri akan winning strategy yang telah membawa perusahaan sukses.

Perusahaan harus terus melakukan kajian, apakah winning strategy tersebut masih relevan akan kondisi saat ini dan kondisi di masa depan?

Penting sebuah perusahaan menanggalkan egonya untuk mau memodifikasi winning strategy. Modifikasi ini demi membuat produk/jasa yang kita jual selalu relevan bagi market.

Apakah BPR KAS akan menjadi sustainable enterprise? Saya jawab Yes!!. BPR KAS akan menatap perubahan di masa depan sebagai peluang untuk terus bertumbuh secara sehat.

Bagaimana dengan perusahaan Anda?? Salam Perjuangan.

 

 

 

 

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/