alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

BRI Serah Terimakan Bantuan Penataan dan Pembersihan Tukad Empelan

DENPASAR- Tukad Empelan yang berlokasi di Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung kini menjadi destinasi alternatif yang bisa dikunjungi oleh masyarakat untuk melepas penat.

Tukad yang dulunya kotor dan dipenuhi semak belukar, saat ini telah tertata rapi, bersih, dan ramah anak.

 

Setelah berjalan dari bulan November 2019 lalu, Selasa (27/10) bantuan Penataan dan Pembersihan Tukad Empelan resmi diserahterimakan oleh BRI kepada Desa Darmasaba.

Bantuan diterima langsung oleh Penjabat (Pj) Perbekel Desa Darmasaba, I Ketut Sukra didampingi oleh aparatur Desa Darmasaba.

 

Pemimpin Wilayah BRI Denpasar, Ida Bagus K. Subagia mengungkapkan, pasca-diserahterimakan oleh BRI kepada Desa Darmasaba, maka perawatan, pemeliharaan, dan pengelolaan Tukad Empelan selanjutnya akan dilakukan oleh pihak Desa Darmasaba.

“Untuk mendukung keberlanjutan program ini, selain bantuan penataan, pembersihan, dan edukasi masyarakat, kami juga menyerahkan bantuan tiga unit sepeda motor pengangkut sampah, satu unit mesin pencacah sampah organik, dan satu unit mesin pengayak dengan total bantuan senilai Rp635.000.000,” tuturnya.

 

Bagus menuturkan, program Jaga Sungai Jaga Kehidupan yang telah berlangsung sejak November 2019 ini terdiri dari dua kegiatan utama, yaitu Program Bersih- Bersih Sungai/Kali dan Program “Sampah Jadi Duit”.

Melalui program ini, BRI mengajak masyarakat untuk mencintai sungai atau kali dengan tidak membuang sampah ke sungai.

“Sampah yang dihasilkan kami harapkan dapat dipilah dari rumah tangga, di mana sampah anorganik berupa botol plastik, dan lain-lain dapat ditabung di bank sampah dan menghasilkan duit,” kata Bagus.

 

Sampah organik lanjut Bagus, kemudian dapat diolah oleh Tim TPST 3R Desa Darmasaba menjadi pupuk kompos dengan bantuan mesin pencacah sampah yang diberikan oleh BRI.

Selanjutnya pupuk tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pertanian maupun urban farming.

Untuk mensukseskan program ini, BRI juga bekerjasama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung, BUMDes Desa Darmasaba, dan Tim TPST 3R Desa Darmasaba.

“Kedepan kami harapkan, setelah diserahterimakan oleh BRI kepada Pihak Desa Darmasaba, program ini dapat dikelola dan ditata kerjakan dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tutupnya. (rba)



DENPASAR- Tukad Empelan yang berlokasi di Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung kini menjadi destinasi alternatif yang bisa dikunjungi oleh masyarakat untuk melepas penat.

Tukad yang dulunya kotor dan dipenuhi semak belukar, saat ini telah tertata rapi, bersih, dan ramah anak.

 

Setelah berjalan dari bulan November 2019 lalu, Selasa (27/10) bantuan Penataan dan Pembersihan Tukad Empelan resmi diserahterimakan oleh BRI kepada Desa Darmasaba.

Bantuan diterima langsung oleh Penjabat (Pj) Perbekel Desa Darmasaba, I Ketut Sukra didampingi oleh aparatur Desa Darmasaba.

 

Pemimpin Wilayah BRI Denpasar, Ida Bagus K. Subagia mengungkapkan, pasca-diserahterimakan oleh BRI kepada Desa Darmasaba, maka perawatan, pemeliharaan, dan pengelolaan Tukad Empelan selanjutnya akan dilakukan oleh pihak Desa Darmasaba.

“Untuk mendukung keberlanjutan program ini, selain bantuan penataan, pembersihan, dan edukasi masyarakat, kami juga menyerahkan bantuan tiga unit sepeda motor pengangkut sampah, satu unit mesin pencacah sampah organik, dan satu unit mesin pengayak dengan total bantuan senilai Rp635.000.000,” tuturnya.

 

Bagus menuturkan, program Jaga Sungai Jaga Kehidupan yang telah berlangsung sejak November 2019 ini terdiri dari dua kegiatan utama, yaitu Program Bersih- Bersih Sungai/Kali dan Program “Sampah Jadi Duit”.

Melalui program ini, BRI mengajak masyarakat untuk mencintai sungai atau kali dengan tidak membuang sampah ke sungai.

“Sampah yang dihasilkan kami harapkan dapat dipilah dari rumah tangga, di mana sampah anorganik berupa botol plastik, dan lain-lain dapat ditabung di bank sampah dan menghasilkan duit,” kata Bagus.

 

Sampah organik lanjut Bagus, kemudian dapat diolah oleh Tim TPST 3R Desa Darmasaba menjadi pupuk kompos dengan bantuan mesin pencacah sampah yang diberikan oleh BRI.

Selanjutnya pupuk tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pertanian maupun urban farming.

Untuk mensukseskan program ini, BRI juga bekerjasama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung, BUMDes Desa Darmasaba, dan Tim TPST 3R Desa Darmasaba.

“Kedepan kami harapkan, setelah diserahterimakan oleh BRI kepada Pihak Desa Darmasaba, program ini dapat dikelola dan ditata kerjakan dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tutupnya. (rba)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/