alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Distribusi BBM – LPG ke Kawasan Rawan Bencana Masih Lancar

RadarBali.com – Pertamina (Persero) terus meningkatkan langkah koordinasi dengan BMKG dan BNPB untuk mengetahui kondisi riil aktivitas Gunung Agung yang saat ini mengalami erupsi.

Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi Pertamina saat menyalurkan BBM dan LPG ke berbagai kawasan yang terkena dampak bencana.

Termasuk wilayah sekitar seperti Buleleng. Hingga saat ini pasokan kedua bahan bakar tersebut masih terpantau aman dan lancar.

Manajer Pemasaran Pertamina Cabang Bali dan Nusa Tenggara Ketut Permadi Arya Kuumara mengatakan, langkah koordinasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana potensi letusan terjadi.

“Misalnya ketika terjadi jalan putus, langkah apa yang kira-kira perlu kita ambil,” katanya. Sejauh ini, distribusi BBM dan elpiji masih berjalan normal.

Baca Juga:  NEWS UPDATE! Sebaran Abu Menghilang, Bandara Ngurah Rai Kembali Dibuka

Sejak ditetapkan status awas hingga saat ini terjadi erupsi magmatik, hanya ada satu SPBU yang tidak beroperasi karena masuk dalam zona merah.

SPBU yang tutup ada di wilayah Desa Sunu, di Kecamatan Kubu. Selain di Kubu, SPBU di wilayah Rendang juga mengalami penurunan permintaan secara drastis.

“Kalau pasokan di Rendang memang tetap, karena sekarang ada pengungsian lagi kemungkinan juga akan turun,” sambungnya.

Pertamina sudah siap menghadapi situasi terburuk sekalipun meski diprediksi akan ada gangguan  di beberapa titik akibat erupsi.

“Tapi, kami berusaha maksimal ke titik –titik yang tidak bisa kami jangkau,” jelasnya. Pertamina ambil ancang-ancang akan mengalihkan jalur pendistribusian jika kondisi medan tidak memungkinkan.

Baca Juga:  Erupsi, Gempa Hingga JE Jadi Penyebab Target Pendapatan Badung Meleset

Terutama ke jalur yang berada di kawasan lereng Gunung Agung. Jalur yang ditempuh untuk pendistribusian terutama lokasi SPBU yang berbatasan dengan wilayah Karangasem, misal di wilayah Kubutambahan dan juga Tejakula.

“Tentu ini akan memakan waktu cukup lama, perbedaannya sekitar 3 jam. Selain itu kami juga akan menempuh jalur Jemberana,” kata Arya.

Ketika kemungkinan terburuk terjadi, Pertamina juga akan melakukan pengalihan suplai dari Depo Pertamina Manggis ke Depo Pertamina Pesanggaran, Denpasar.

“Kami akan standby dan beroperasi semaksimal mungkin,” tandasnya



RadarBali.com – Pertamina (Persero) terus meningkatkan langkah koordinasi dengan BMKG dan BNPB untuk mengetahui kondisi riil aktivitas Gunung Agung yang saat ini mengalami erupsi.

Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi Pertamina saat menyalurkan BBM dan LPG ke berbagai kawasan yang terkena dampak bencana.

Termasuk wilayah sekitar seperti Buleleng. Hingga saat ini pasokan kedua bahan bakar tersebut masih terpantau aman dan lancar.

Manajer Pemasaran Pertamina Cabang Bali dan Nusa Tenggara Ketut Permadi Arya Kuumara mengatakan, langkah koordinasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana potensi letusan terjadi.

“Misalnya ketika terjadi jalan putus, langkah apa yang kira-kira perlu kita ambil,” katanya. Sejauh ini, distribusi BBM dan elpiji masih berjalan normal.

Baca Juga:  Terpapar Abu Gunung Agung, Petani di Besakih Was- Was

Sejak ditetapkan status awas hingga saat ini terjadi erupsi magmatik, hanya ada satu SPBU yang tidak beroperasi karena masuk dalam zona merah.

SPBU yang tutup ada di wilayah Desa Sunu, di Kecamatan Kubu. Selain di Kubu, SPBU di wilayah Rendang juga mengalami penurunan permintaan secara drastis.

“Kalau pasokan di Rendang memang tetap, karena sekarang ada pengungsian lagi kemungkinan juga akan turun,” sambungnya.

Pertamina sudah siap menghadapi situasi terburuk sekalipun meski diprediksi akan ada gangguan  di beberapa titik akibat erupsi.

“Tapi, kami berusaha maksimal ke titik –titik yang tidak bisa kami jangkau,” jelasnya. Pertamina ambil ancang-ancang akan mengalihkan jalur pendistribusian jika kondisi medan tidak memungkinkan.

Baca Juga:  Cegah Cluster Covid-19 di Pasar, Bulan Depan 3 Pasar Besar Ditertibkan

Terutama ke jalur yang berada di kawasan lereng Gunung Agung. Jalur yang ditempuh untuk pendistribusian terutama lokasi SPBU yang berbatasan dengan wilayah Karangasem, misal di wilayah Kubutambahan dan juga Tejakula.

“Tentu ini akan memakan waktu cukup lama, perbedaannya sekitar 3 jam. Selain itu kami juga akan menempuh jalur Jemberana,” kata Arya.

Ketika kemungkinan terburuk terjadi, Pertamina juga akan melakukan pengalihan suplai dari Depo Pertamina Manggis ke Depo Pertamina Pesanggaran, Denpasar.

“Kami akan standby dan beroperasi semaksimal mungkin,” tandasnya


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/