alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Pos Banjar; Aplikasi Selamatkan Uang Receh di Seluruh Banjar di Bali

DENPASAR – Sebuah aplikasi bernama Pos Banjar dibuat oleh seorang kreator bernama I Gusti Ngurah Rai Sutanegara.

Ini merupakan sistem pembayaran berbasis digital yang nantinya merambah ke seluruh banjar di wilayah Bali.

Jenis pembayaran yang terangkum dalam Pos Banjar antara lain PDAM, PBB, BPJS, Telkom, online shop, multi finance serta KPR.

Layanan lain ialah pulsa handphone, token listrik dan kurir untuk memasarkan produk kerajinan UMKM setempat.

Hal ini diklaim sebagai tujuan penyelamatan uang receh yang selama ini terabaikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Bali.

“Mengapa menggunakan konsep banjar, yakni untuk mengembalikan fungsi banjar sebagai tempat silaturahmi atau menyama braya antaranggota krama di Bali,” kata kreator Pos Banjar, I Gusti Ngurah Rai Sutanegara.

Baca Juga:  Kurang dari 24 Jam Jasa Raharja Santuni Ahli Waris

Pria yang akrab disapa Ajik Rays mengatakan, dimana selama ini masyarakat melakukan pembayaran melalui supermarket tertentu, di mana ada selisih rata-rata Rp 2.000. 

“Apabila menggunakan Pos Banjar, nantinya pengelolaan dapat diserahkan ada sekaa teruna-teruni desa bersangkutan,” ujarnya.

Menurutnya, setiap ada transaksi dengan selisih nominal Rp 2.000, akan masuk sebagai kas banjar sehingga bisa menjadi ‘passive income’ dan pada saatnya dapat dipergunakan untuk kepentingan kas banjar.

“Ini artinya, pada setiap transaksi kita mepunia dari uang receh sebesar Rp 2.000 untuk kesejahteraan banjar.

Dengan demikian, sasaran jangka panjang kita ialah tidak akan ada lagi bayar iuran di banjar. Tidak perlu lagi jualan voucher, bazar atau proposal jika ada piodalan.

Baca Juga:  Penikmat Durian Tumpah Ruah, Durian Unggul Bakal Dikembangkan

Dikarenakan, setiap ada transaksi, sama dengan krama sudah menabung yadnya untuk banjar,” urainya lagi.

Sehingga dari uang receh yang semula diabaikan bisa terkelola dengan baik. “Kalau dikelola dengan cermat maka berimbas pada kesejahteraan warga,” tandasnya.

Sementara itu, kini aplikasi tersebut sedang disosialisikan ke sejumlah daerah yang ada di Bali. Seperti pada Rabu kemarin, aplikasi ini disosialisasikan ke warga Tembuku, Bangli. 



DENPASAR – Sebuah aplikasi bernama Pos Banjar dibuat oleh seorang kreator bernama I Gusti Ngurah Rai Sutanegara.

Ini merupakan sistem pembayaran berbasis digital yang nantinya merambah ke seluruh banjar di wilayah Bali.

Jenis pembayaran yang terangkum dalam Pos Banjar antara lain PDAM, PBB, BPJS, Telkom, online shop, multi finance serta KPR.

Layanan lain ialah pulsa handphone, token listrik dan kurir untuk memasarkan produk kerajinan UMKM setempat.

Hal ini diklaim sebagai tujuan penyelamatan uang receh yang selama ini terabaikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Bali.

“Mengapa menggunakan konsep banjar, yakni untuk mengembalikan fungsi banjar sebagai tempat silaturahmi atau menyama braya antaranggota krama di Bali,” kata kreator Pos Banjar, I Gusti Ngurah Rai Sutanegara.

Baca Juga:  BRI Dukung Jakarta Content Week: Road to Sarinah

Pria yang akrab disapa Ajik Rays mengatakan, dimana selama ini masyarakat melakukan pembayaran melalui supermarket tertentu, di mana ada selisih rata-rata Rp 2.000. 

“Apabila menggunakan Pos Banjar, nantinya pengelolaan dapat diserahkan ada sekaa teruna-teruni desa bersangkutan,” ujarnya.

Menurutnya, setiap ada transaksi dengan selisih nominal Rp 2.000, akan masuk sebagai kas banjar sehingga bisa menjadi ‘passive income’ dan pada saatnya dapat dipergunakan untuk kepentingan kas banjar.

“Ini artinya, pada setiap transaksi kita mepunia dari uang receh sebesar Rp 2.000 untuk kesejahteraan banjar.

Dengan demikian, sasaran jangka panjang kita ialah tidak akan ada lagi bayar iuran di banjar. Tidak perlu lagi jualan voucher, bazar atau proposal jika ada piodalan.

Baca Juga:  Kurang dari 24 Jam Jasa Raharja Santuni Ahli Waris

Dikarenakan, setiap ada transaksi, sama dengan krama sudah menabung yadnya untuk banjar,” urainya lagi.

Sehingga dari uang receh yang semula diabaikan bisa terkelola dengan baik. “Kalau dikelola dengan cermat maka berimbas pada kesejahteraan warga,” tandasnya.

Sementara itu, kini aplikasi tersebut sedang disosialisikan ke sejumlah daerah yang ada di Bali. Seperti pada Rabu kemarin, aplikasi ini disosialisasikan ke warga Tembuku, Bangli. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/