alexametrics
26.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Kimia Farma Bantu Pengungsi Yeh Kori

RadarBali.com – Perhatianan bantuan pengungsi Gunung Agus terus berdatangan.

Kali ini PT Kimia Farma (Persero) Denpasar bekerjasama dengan relawan kemanusiaan internasional Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) secara khusus datang memberikan bantuan kesehatan dan logistik kepada pengungsi Gunung Agung.

Mereka yang dibantu adalah pengungsi asal Dusun Yeh Kori, Desa Jungutan, Bebandem.

 Ada sekitar 453 pengungsi yang kebatulan menempati pos Banjar Dukuh, Desa Sibetan Bebandem.

Selain menyerahkan bantuan logistic. Di antaranya tas sekolah untuk anak-anak, Kimia Farma juga melakukan pemeriksaan kesehatan gratis.

 Selain itu mereka juga memberikan trauma healing untuk anak-anak. Dusun Yeh Kori sendiri masuk kawasan radius 5 KM dari puncak Gunung Agung.

Sehingga sesuai ketentuan dusun ini memang masih mengungsi. Mereka mengaku sudah empat bulan mengungsi di Banjar Dukuh, Sibetan.

Perbekel Sibetan Kompyang Suarjana mengatakan untuk pengungsi di Sibetan selama ini mendapat perhatian cukup besar dari berbagai pihak.

Di antaranya Pemerintah Karangasem, Bali dan juga pusat. Karena itu menurut Kompyang sejauh ini tidak ada yang sampai kelaparan karena kehabisan logistik.

Selain itu Kompyang juga memuji sikap warga pengungsi yang diakui sangat sabar dan tangguh.

Kimia Farma juga melakukan pengobatan gratis dengan melibatkan 12 orang dokter.

 “Selama dua hari, kami melakukan pemeriksaan kesehatan gratis dengan menyiagakan 12 dokter,” kata  rief Pramuhanto selaku Direktur Umum dan Humas Capital PT. Kimia Farma (Persero) TBK usai penyerahan bantuan secara simbolis di lokasi pengungsian Banjar Dukuh, Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem, Sabtu (27/01).

Sementara pendampingan trauma healing dilakukan agar anak anak tidak merasa ketakutan. Sehingga mereka bisa melupakan kejadian tersebut dan bisa hidup normal.

Sementara itu di Desa Sibetan warga Desa Jungutan ada 1113 orang.

Mereka ini mengungsi dengan menempati tiga titik yakni di Banjar Dukuh, Banjar Tengah dan Banjar Kerteg, Sibetan.

Di lokasi banjar Dukuh ada sekitar 50 orang anak anak sekolah juga ikut mengungsi.



RadarBali.com – Perhatianan bantuan pengungsi Gunung Agus terus berdatangan.

Kali ini PT Kimia Farma (Persero) Denpasar bekerjasama dengan relawan kemanusiaan internasional Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) secara khusus datang memberikan bantuan kesehatan dan logistik kepada pengungsi Gunung Agung.

Mereka yang dibantu adalah pengungsi asal Dusun Yeh Kori, Desa Jungutan, Bebandem.

 Ada sekitar 453 pengungsi yang kebatulan menempati pos Banjar Dukuh, Desa Sibetan Bebandem.

Selain menyerahkan bantuan logistic. Di antaranya tas sekolah untuk anak-anak, Kimia Farma juga melakukan pemeriksaan kesehatan gratis.

 Selain itu mereka juga memberikan trauma healing untuk anak-anak. Dusun Yeh Kori sendiri masuk kawasan radius 5 KM dari puncak Gunung Agung.

Sehingga sesuai ketentuan dusun ini memang masih mengungsi. Mereka mengaku sudah empat bulan mengungsi di Banjar Dukuh, Sibetan.

Perbekel Sibetan Kompyang Suarjana mengatakan untuk pengungsi di Sibetan selama ini mendapat perhatian cukup besar dari berbagai pihak.

Di antaranya Pemerintah Karangasem, Bali dan juga pusat. Karena itu menurut Kompyang sejauh ini tidak ada yang sampai kelaparan karena kehabisan logistik.

Selain itu Kompyang juga memuji sikap warga pengungsi yang diakui sangat sabar dan tangguh.

Kimia Farma juga melakukan pengobatan gratis dengan melibatkan 12 orang dokter.

 “Selama dua hari, kami melakukan pemeriksaan kesehatan gratis dengan menyiagakan 12 dokter,” kata  rief Pramuhanto selaku Direktur Umum dan Humas Capital PT. Kimia Farma (Persero) TBK usai penyerahan bantuan secara simbolis di lokasi pengungsian Banjar Dukuh, Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem, Sabtu (27/01).

Sementara pendampingan trauma healing dilakukan agar anak anak tidak merasa ketakutan. Sehingga mereka bisa melupakan kejadian tersebut dan bisa hidup normal.

Sementara itu di Desa Sibetan warga Desa Jungutan ada 1113 orang.

Mereka ini mengungsi dengan menempati tiga titik yakni di Banjar Dukuh, Banjar Tengah dan Banjar Kerteg, Sibetan.

Di lokasi banjar Dukuh ada sekitar 50 orang anak anak sekolah juga ikut mengungsi.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/