alexametrics
24.8 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Antisipasi Pasar Krodit, Pengelola Diminta Atur Akses Keluar – Masuk

SINGARAJA – Para pengelola pasar tradisional di Kabupaten Buleleng, diminta melakukan pengaturan sekaligus memperketat pengawasan di pintu keluar-masuk pasar.

Hal itu diharapkan bisa mencegah kemunculan klaster penularan covid-19 di pasar tradisional. Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian

Koperasi dan UMKM Buleleng Dewa Made Sudiarta mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan di pasar tradisional.

Tak kurang dari delapan pasar tradisional telah dijajagi, guna dicek kembali penerapan protokol kesehatannya.

Sejauh ini para pengelola, pembeli, dan pengunjung pasar sudah cukup taat dalam penerapan protokol kesehatan.

Bak cuci tangan sudah terpasang di sejumlah titik. Pembeli dan penjual juga sudah mengenakan masker.

Hanya saja dalam beberapa kali pemantauan, masih ditemukan pasar tradisional yang belum mengoptimalkan akses keluar-masuk pasar.

Baca Juga:  Hakim dan Pegawai Terpapar Covid-19, Akses Keluar Masuk PN Dibatasi

Dampaknya banyak aktifitas yang tak terpantau. Bahkan beberapa pembeli dan pedagang yang enggan mengenakan masker, dapat memanfaatkan jalur tersebut.

Sudiarta mengatakan, idealnya pengelola pasar harus mengatur alur keluar-masuk di pasar. Sehingga memudahkan akses dan pengawasan.

Sebab kini kondisi pasar tradisional di Buleleng, cenderung memiliki banyak akses keluar-masuk. “Contoh di Pasar Sangsit, di sana itu kan banyak sekali akses keluar masuknya. Kami sudah minta benahi.

Hari ini kami pantau pengelola sudah mengoptimalkan pengawasan di akses keluar-masuk. Protokol kesehatannya malah sangat baik di sana,” kata Sudiarta.

Hal serupa juga dilakukan di Pasar Pancasari. Pengelola pasar semakin mengoptimalkan pengawasan, dengan menggandeng komponen adat, TNI, dan polri.

Baca Juga:  Cegah Isu Kian Meluas, Badung Yakinkan Bali Bebas Corona

Pengelola bahkan tak segan-segan menutup lapak pedagang yang dianggap mengabaikan protokol kesehatan.

Dengan pengawasan itu, Sudiarta optimistis kemunculan klaster penularan di pasar tradisional dapat dicegah. Terlebih pada Mei lalu, di Kabupaten Buleleng sempat muncul klaster penularan di Pasar Desa Bondalem.

Sekadar diketahui, Dinas Perdagangan bersama tim gabungan telah melakukan pengawasan di sejumlah pasar tradisional.

Yakni di Pasar Sangsit, Pasar Buleleng, Pasar Bungkulan, Pasar Sawan, Pasar Pancasari, Pasar Anyar, dan Pasar Sukasada. Selain di pasar tradisional, pengawasan serupa juga dilakukan di pusat perbelanjaan dan toko-toko retail. 



SINGARAJA – Para pengelola pasar tradisional di Kabupaten Buleleng, diminta melakukan pengaturan sekaligus memperketat pengawasan di pintu keluar-masuk pasar.

Hal itu diharapkan bisa mencegah kemunculan klaster penularan covid-19 di pasar tradisional. Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian

Koperasi dan UMKM Buleleng Dewa Made Sudiarta mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan di pasar tradisional.

Tak kurang dari delapan pasar tradisional telah dijajagi, guna dicek kembali penerapan protokol kesehatannya.

Sejauh ini para pengelola, pembeli, dan pengunjung pasar sudah cukup taat dalam penerapan protokol kesehatan.

Bak cuci tangan sudah terpasang di sejumlah titik. Pembeli dan penjual juga sudah mengenakan masker.

Hanya saja dalam beberapa kali pemantauan, masih ditemukan pasar tradisional yang belum mengoptimalkan akses keluar-masuk pasar.

Baca Juga:  Tempat Ibadah Mulai Dibuka, Protokol Covid-19 Jauh Lebih Ketat

Dampaknya banyak aktifitas yang tak terpantau. Bahkan beberapa pembeli dan pedagang yang enggan mengenakan masker, dapat memanfaatkan jalur tersebut.

Sudiarta mengatakan, idealnya pengelola pasar harus mengatur alur keluar-masuk di pasar. Sehingga memudahkan akses dan pengawasan.

Sebab kini kondisi pasar tradisional di Buleleng, cenderung memiliki banyak akses keluar-masuk. “Contoh di Pasar Sangsit, di sana itu kan banyak sekali akses keluar masuknya. Kami sudah minta benahi.

Hari ini kami pantau pengelola sudah mengoptimalkan pengawasan di akses keluar-masuk. Protokol kesehatannya malah sangat baik di sana,” kata Sudiarta.

Hal serupa juga dilakukan di Pasar Pancasari. Pengelola pasar semakin mengoptimalkan pengawasan, dengan menggandeng komponen adat, TNI, dan polri.

Baca Juga:  Eks Penjual Tiket Rintis Bisnis Camilan, Omzet Tembus Rp 10 Juta

Pengelola bahkan tak segan-segan menutup lapak pedagang yang dianggap mengabaikan protokol kesehatan.

Dengan pengawasan itu, Sudiarta optimistis kemunculan klaster penularan di pasar tradisional dapat dicegah. Terlebih pada Mei lalu, di Kabupaten Buleleng sempat muncul klaster penularan di Pasar Desa Bondalem.

Sekadar diketahui, Dinas Perdagangan bersama tim gabungan telah melakukan pengawasan di sejumlah pasar tradisional.

Yakni di Pasar Sangsit, Pasar Buleleng, Pasar Bungkulan, Pasar Sawan, Pasar Pancasari, Pasar Anyar, dan Pasar Sukasada. Selain di pasar tradisional, pengawasan serupa juga dilakukan di pusat perbelanjaan dan toko-toko retail. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/