alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Target Pajak Bali Anjlok, Ditjen Pajak Tetap Apresiasi Masyarakat

 

Penerimaan Pajak Bali – 19,58 Persen

DENPASAR, Radar Bali– Pertumbuhan ekonomi Bali yang diprediksi minus 0,5-1,5 persen berimbas pada penerimaan pajak di Bali. Terbukti pada semester 1 tahun 2021 kontribusi masyarakat Bali pada negara dalam bentuk pajak hanya Rp 3,46 triliun, tumbuh negatif -19,58 persen. Tahun 2021, DJP Kanwil Bali menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp 9,1 triliun. Hal ini disampaikan Plt. Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bali, Belis Siswanto, dalam konferensi pers APBN semester I tahun 2021 di aula Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (28/7). Selain pajak, ungkapnya penerimaan negara juga bersumber dari bea cukai dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP)

Baca Juga:  Catatan CEO Insight; Bijak Keuangan, Masa Depan Cerah

“Kondisi ini semata-mata karena dampak Covid-19. Denyut nadi perekonomian berkurang sehingga penerimaan negara hanya Rp 3,46 triliun yang dikontribusikan masyarakat Bali. Tapi, saya mengapresiasi masyarakat Bali wajib pajak atas kontribusinya pada republik kita tercinta dan pasti akan kembali ke masyarakat Bali,” ungkapnya. 

Imbuhnya, sumbangsih pajak terbesar adalah pajak penghasilan (PPh) dan pajak pertambahan nilai (PPN). PPh semester 1 terealisasi Rp 2,188 triliun atau tumbuh -22,00 persen. Sementara PPN dan PPNBM terealisasi hanya Rp 925 miliar atau tumbuh -12,14 persen. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terealisasi 0, pertumbuhannya -70,34 persen dan pajak lainnya Rp 66 miliar tumbuh 34,02 persen. 

Selain Belis Siswanto, dalam acara tersebut juga hadir Kepala Kanwil DJKN Bali Nusra Anugrah Komara, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Tri Budhianto, dan Plt. Kanwil DJBC Bali NTB NTT I Made Wijaya yang juga merilis update kinerjanya. 

Baca Juga:  Pemerintah Target Nol Persen Kemiskinan Ekstrem Pada 2024
- Advertisement -

- Advertisement -

 

Penerimaan Pajak Bali – 19,58 Persen

DENPASAR, Radar Bali– Pertumbuhan ekonomi Bali yang diprediksi minus 0,5-1,5 persen berimbas pada penerimaan pajak di Bali. Terbukti pada semester 1 tahun 2021 kontribusi masyarakat Bali pada negara dalam bentuk pajak hanya Rp 3,46 triliun, tumbuh negatif -19,58 persen. Tahun 2021, DJP Kanwil Bali menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp 9,1 triliun. Hal ini disampaikan Plt. Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bali, Belis Siswanto, dalam konferensi pers APBN semester I tahun 2021 di aula Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (28/7). Selain pajak, ungkapnya penerimaan negara juga bersumber dari bea cukai dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP)

Baca Juga:  Undiknas Promosikan Lembaga Lewat Education Fair


“Kondisi ini semata-mata karena dampak Covid-19. Denyut nadi perekonomian berkurang sehingga penerimaan negara hanya Rp 3,46 triliun yang dikontribusikan masyarakat Bali. Tapi, saya mengapresiasi masyarakat Bali wajib pajak atas kontribusinya pada republik kita tercinta dan pasti akan kembali ke masyarakat Bali,” ungkapnya. 

Imbuhnya, sumbangsih pajak terbesar adalah pajak penghasilan (PPh) dan pajak pertambahan nilai (PPN). PPh semester 1 terealisasi Rp 2,188 triliun atau tumbuh -22,00 persen. Sementara PPN dan PPNBM terealisasi hanya Rp 925 miliar atau tumbuh -12,14 persen. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terealisasi 0, pertumbuhannya -70,34 persen dan pajak lainnya Rp 66 miliar tumbuh 34,02 persen. 

Selain Belis Siswanto, dalam acara tersebut juga hadir Kepala Kanwil DJKN Bali Nusra Anugrah Komara, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Tri Budhianto, dan Plt. Kanwil DJBC Bali NTB NTT I Made Wijaya yang juga merilis update kinerjanya. 

Baca Juga:  Menko Airlangga: Penerapan GCG untuk Kepentingan Bisnis dan Investasi

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/