alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Pelanggan Listrik Bersubsidi Menurun, Ternyata Ini Penyebabnya…

DENPASAR – Jumlah pelanggan listrik bersubsidi di Bali mengalami penurunan. Dari data PLN Distribusi Bali mencatat hingga awal Juli lalu, jumlah pelanggan tarif bersubsidi mencapai 300.783 pelanggan.

Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan, PLN Distribusi Bali, I Gusti Ketut Putra, mengatakan, jumlah pelanggan bersubsidi tersebut, mengalami penurunan 1,12 persen dari awal tahun 2018 yang tercatat mencapai 304.023 pelanggan.

Menurutnya, penurunan ini terjadi akibat beberapa faktor. Pihaknya mengklaim, di antara faktor tersebut karena kondisi ekonomi

masyarakat sudah mulai membaik sehingga kebutuhan listrik masyarakat lebih tinggi dan beralih menaikkan daya ke non subsidi.

PLN Distribusi Bali mencatat jumlah pelanggan rumah tangga dengan tarif subsidi hingga awal Juli lalu 300.783 pelanggan.

Baca Juga:  Sistem Upah Buruh Tani Tak Berlaku, Petani Pilih Sistem Bagi Hasil

Angka tersebut mengalami penurunan hingga 1,12 persen dari awal tahun 2018 yang tercatat 304.023 pelanggan.

“Pemanfaatan peralatan rumah tangga yang menggunakan listrik bertambah sehingga kebutuhan listrik pun bertambah,” tuturnya.

Secara rincian, hingga bulan Juli pengguna listrik bersubsidi daya 450 volt ampere (VA) yaitu sebanyak 225.069 pelanggan dan pengguna listrik subsidi daya 900 VA 75.669 pelanggan.

Jika dilihat data awal tahun, tercatat pengguna listrik bersubsidi daya 450 VA mencapai 73.283 pelanggan dan daya 900 bersubsidi 230.730 pelanggan.

Dia menambahkan, masyarakat yang berhak mendapat listrik subsidi adalah mereka yang tercatat sebagai keluarga kurang mampu dan masuk dalam basis data terpadu (BTP) Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Baca Juga:  Gandeng Ojek Online, Pedagang Pasar Ogah Kalah dari E-commerce

Dengan kebutuhan daya listrik yang meningkat, dikatakannya masyarakat yang masuk dalam BTD TNP2K bisa melakukan pindah daya dari 450 VA ke 900 VA dengan masih menggunakan tarif subsidi.

“Namun jika masyarakat tersebut pindah ke daya 1.300 VA, otomatis subsidi dicabut,” kata I Gusti Ketut Putra.

Sekadar diketahui, tarif listrik pelanggan rumah tangga bersubsidi daya 450 VA Rp 415 per kWh dan untuk daya 900 VA bersubsidi

yaitu Rp 605 per kWh. Sedangkan untuk daya 900 VA non subsidi Rp1.352 per kWh dan daya 1.300  Rp1.467 per kWh.



DENPASAR – Jumlah pelanggan listrik bersubsidi di Bali mengalami penurunan. Dari data PLN Distribusi Bali mencatat hingga awal Juli lalu, jumlah pelanggan tarif bersubsidi mencapai 300.783 pelanggan.

Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan, PLN Distribusi Bali, I Gusti Ketut Putra, mengatakan, jumlah pelanggan bersubsidi tersebut, mengalami penurunan 1,12 persen dari awal tahun 2018 yang tercatat mencapai 304.023 pelanggan.

Menurutnya, penurunan ini terjadi akibat beberapa faktor. Pihaknya mengklaim, di antara faktor tersebut karena kondisi ekonomi

masyarakat sudah mulai membaik sehingga kebutuhan listrik masyarakat lebih tinggi dan beralih menaikkan daya ke non subsidi.

PLN Distribusi Bali mencatat jumlah pelanggan rumah tangga dengan tarif subsidi hingga awal Juli lalu 300.783 pelanggan.

Baca Juga:  Gandeng Ojek Online, Pedagang Pasar Ogah Kalah dari E-commerce

Angka tersebut mengalami penurunan hingga 1,12 persen dari awal tahun 2018 yang tercatat 304.023 pelanggan.

“Pemanfaatan peralatan rumah tangga yang menggunakan listrik bertambah sehingga kebutuhan listrik pun bertambah,” tuturnya.

Secara rincian, hingga bulan Juli pengguna listrik bersubsidi daya 450 volt ampere (VA) yaitu sebanyak 225.069 pelanggan dan pengguna listrik subsidi daya 900 VA 75.669 pelanggan.

Jika dilihat data awal tahun, tercatat pengguna listrik bersubsidi daya 450 VA mencapai 73.283 pelanggan dan daya 900 bersubsidi 230.730 pelanggan.

Dia menambahkan, masyarakat yang berhak mendapat listrik subsidi adalah mereka yang tercatat sebagai keluarga kurang mampu dan masuk dalam basis data terpadu (BTP) Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Baca Juga:  Woow…PLN Kembangkan Sampah di Gunaksa Jadi Briket

Dengan kebutuhan daya listrik yang meningkat, dikatakannya masyarakat yang masuk dalam BTD TNP2K bisa melakukan pindah daya dari 450 VA ke 900 VA dengan masih menggunakan tarif subsidi.

“Namun jika masyarakat tersebut pindah ke daya 1.300 VA, otomatis subsidi dicabut,” kata I Gusti Ketut Putra.

Sekadar diketahui, tarif listrik pelanggan rumah tangga bersubsidi daya 450 VA Rp 415 per kWh dan untuk daya 900 VA bersubsidi

yaitu Rp 605 per kWh. Sedangkan untuk daya 900 VA non subsidi Rp1.352 per kWh dan daya 1.300  Rp1.467 per kWh.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/