alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Hasil Menggiurkan, Warga Petapan Klungkung Diwajibkan Budidaya Kele

SEMARAPURA – Memiliki daerah yang sejuk dan kerap didatangi lebah trigon atau kele untuk bersarang, Perbekel Desa Aan,

Kecamatan Banjarangkan, I Wayan Wira Adnyana, bakal mewajibkan warganya di Banjar Petapan, Desa Aan melakukan budidaya madu kele.

Selain karena potensi budidaya yang besar, pasar madu kele pun sangat menjanjikan. Pasalnya untuk satu liter madu kele, harganya berkisar Rp 800 ribu – Rp 1 juta.

Perbekel Aan, Kecamatan Banjarangkan, I Wayan Wira Adnyana belum lama ini mengungkapkan, hampir di seluruh rumah warga di Banjar Petapan, Desa Aan terdapat sarang lebah kele.

Kele-kele itu bersarang bukan karena dibudidayakan oleh warga namun bersarang secara mandiri.

“Jadi, ini peluang yang sangat bagus. Apalagi harga madu kele cukup tinggi. Untuk satu liter madu kele itu bisa mencapai Rp 800 juta – Rp 1 juta,” ungkapnya.

Baca Juga:  Budidaya Lebah Trigona secara Otodidak, Awalnya Tak Tahu Nama Latin

Oleh karena itu, pihaknya akan mewajibkan seluruh warganya di Banjar Petapan yang berjumlah 52 KK itu untuk membudidayakan lebah trigona di pekarangan rumah masing-masing mulai tahun 2020 mendatang.

Untuk saat ini, peluang tersebut baru dilirik Kelompok Sari Amertha yang memiliki sekitar 10 anggota dengan 150 koloni lebah kele.

Dan, sekitar 4 KK warga lainnya juga telah membudidayakannya di pekarangan rumah masing-masing.

“Rencananya, koperasi yang nantinya akan menyiapkan koloni kele secara gratis kepada warga. Warga hanya

bertugas memelihara dan menjual hasilnya ke koperasi. Untuk satu koloni kele itu harganya sekitar Rp 300 ribu,” ujarnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, budidaya kele di banjar tersebut nantinya tidak hanya untuk dimanfaatkan madunya.

Baca Juga:  Ngenes, Panen Melimpah Ruah, Harga Anjlok, Jeruk Dijadikan Pupuk

Namun, juga akan dijadikan sebagai objek wisata agro yang terintegrasi dengan objek wisata lainnya yang ada di Desa Aan.

“Budidaya kele ini akan kami kembangkan terus sehingga perekonomian warga semakin meningkat. Sebagian besar warga kami berprofesi sebagai petani,” tandasnya.



SEMARAPURA – Memiliki daerah yang sejuk dan kerap didatangi lebah trigon atau kele untuk bersarang, Perbekel Desa Aan,

Kecamatan Banjarangkan, I Wayan Wira Adnyana, bakal mewajibkan warganya di Banjar Petapan, Desa Aan melakukan budidaya madu kele.

Selain karena potensi budidaya yang besar, pasar madu kele pun sangat menjanjikan. Pasalnya untuk satu liter madu kele, harganya berkisar Rp 800 ribu – Rp 1 juta.

Perbekel Aan, Kecamatan Banjarangkan, I Wayan Wira Adnyana belum lama ini mengungkapkan, hampir di seluruh rumah warga di Banjar Petapan, Desa Aan terdapat sarang lebah kele.

Kele-kele itu bersarang bukan karena dibudidayakan oleh warga namun bersarang secara mandiri.

“Jadi, ini peluang yang sangat bagus. Apalagi harga madu kele cukup tinggi. Untuk satu liter madu kele itu bisa mencapai Rp 800 juta – Rp 1 juta,” ungkapnya.

Baca Juga:  Lebih Manis dan Mahal, Petani Pancasari Lirik Varietas Stroberi Jepang

Oleh karena itu, pihaknya akan mewajibkan seluruh warganya di Banjar Petapan yang berjumlah 52 KK itu untuk membudidayakan lebah trigona di pekarangan rumah masing-masing mulai tahun 2020 mendatang.

Untuk saat ini, peluang tersebut baru dilirik Kelompok Sari Amertha yang memiliki sekitar 10 anggota dengan 150 koloni lebah kele.

Dan, sekitar 4 KK warga lainnya juga telah membudidayakannya di pekarangan rumah masing-masing.

“Rencananya, koperasi yang nantinya akan menyiapkan koloni kele secara gratis kepada warga. Warga hanya

bertugas memelihara dan menjual hasilnya ke koperasi. Untuk satu koloni kele itu harganya sekitar Rp 300 ribu,” ujarnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, budidaya kele di banjar tersebut nantinya tidak hanya untuk dimanfaatkan madunya.

Baca Juga:  Ngenes, Panen Melimpah Ruah, Harga Anjlok, Jeruk Dijadikan Pupuk

Namun, juga akan dijadikan sebagai objek wisata agro yang terintegrasi dengan objek wisata lainnya yang ada di Desa Aan.

“Budidaya kele ini akan kami kembangkan terus sehingga perekonomian warga semakin meningkat. Sebagian besar warga kami berprofesi sebagai petani,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/