alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Februari Mulai Tempati Lapak Baru, Atur Ketat Jam Operasional Pasar

SINGARAJA – Para pedagang di Pasar Banyuasri dijanjikan akan menghuni lapak baru pada bulan Februari mendatang.

Para pedagang baru diizinkan menghuni pasar tersebut setelah pemerintah menuntaskan upacara melaspas dan ngenteg linggih di Pasar Banyuasri Singaraja.

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng sendiri baru melangsungkan puncak upacara tawur balik sumpah, melaspas pelinggih, dan ngenteg linggih Ratu Ayu Melanting pada Kamis lalu (28/1).

Upacara itu dilakukan bertepatan dengan purnama kaulu yang jatuh pada rahina wraspati wage watugung.

Prosesi upacara itu dipimpin tiga orang pendeta. Masing-masing Ida Pedanda Gede Ngurah Kemenuh, Ida Pedanda Gede Sogata, dan Ida Rsi Wiweka Natha.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, pemerintah telah memutuskan untuk menyerahkan pengelolaan terhadap Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Argha Nayottama Buleleng.

Baca Juga:  Jatah Pupuk Subsidi Jembrana Turun, Hanya Cukup untuk Tanaman Pangan

Skemanya yakni kerjasama pemanfaatan. Hal itu dilakukan untuk menghindari biaya penyusutan yang akan dibebankan pada Perumda Pasar.

Bupati Agus mengklaim dewan juga sudah sepakat dengan opsi tersebut. Untuk tahun pertama, Bupati Agus meminta agar direksi lebih mengedepankan sisi sosial.

Sekaligus menghitung beban operasional yang ditimbulkan dari pasar tersebut. Apabila mengikuti nilai apraisal dari konsultan, ia meyakini pedagang akan kabur dari Pasar Banyuasri.

“Toko yang di depan itu (biaya sewanya) Rp 130 ribu (per hari). Itu kan nggak masuk akal. Apraisal kan menghitung penyusutan juga, makanya nilainya tinggi.

Bagi saya, pasar ini harus memberi manfaat maksimal untuk perputaran ekonomi Buleleng,” kata Bupati Agus.

Agus mengaku beban operasional pasar memang diprediksi akan cukup tinggi. Dengan pasar sebesar itu, ia menyebut 10 orang tenaga kebersihan yang telah dibayar Perumda Pasar tak akan sanggup membersihkan pasar.

Baca Juga:  Dominasi Pemasaran Pupuk di Bali, Mayoritas Suplai Petani Tabanan

Sehingga akan ada tambahan biaya operasional yang pasar. Lebih lanjut Bupati Agus mengatakan, pemerintah akan mengatur secara ketat jam operasional pasar.

“Pedagang pasar induk nanti buka sampai jam 14.00 siang. Setelah itu baru pasar tumpah, maksimal sampai jam 00.00 malam. Biar adil,” tukas Agus. 



SINGARAJA – Para pedagang di Pasar Banyuasri dijanjikan akan menghuni lapak baru pada bulan Februari mendatang.

Para pedagang baru diizinkan menghuni pasar tersebut setelah pemerintah menuntaskan upacara melaspas dan ngenteg linggih di Pasar Banyuasri Singaraja.

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng sendiri baru melangsungkan puncak upacara tawur balik sumpah, melaspas pelinggih, dan ngenteg linggih Ratu Ayu Melanting pada Kamis lalu (28/1).

Upacara itu dilakukan bertepatan dengan purnama kaulu yang jatuh pada rahina wraspati wage watugung.

Prosesi upacara itu dipimpin tiga orang pendeta. Masing-masing Ida Pedanda Gede Ngurah Kemenuh, Ida Pedanda Gede Sogata, dan Ida Rsi Wiweka Natha.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, pemerintah telah memutuskan untuk menyerahkan pengelolaan terhadap Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Argha Nayottama Buleleng.

Baca Juga:  BMKG Bali Ingatkan Puncak Hujan Terjadi di Bulan Januari dan Februari

Skemanya yakni kerjasama pemanfaatan. Hal itu dilakukan untuk menghindari biaya penyusutan yang akan dibebankan pada Perumda Pasar.

Bupati Agus mengklaim dewan juga sudah sepakat dengan opsi tersebut. Untuk tahun pertama, Bupati Agus meminta agar direksi lebih mengedepankan sisi sosial.

Sekaligus menghitung beban operasional yang ditimbulkan dari pasar tersebut. Apabila mengikuti nilai apraisal dari konsultan, ia meyakini pedagang akan kabur dari Pasar Banyuasri.

“Toko yang di depan itu (biaya sewanya) Rp 130 ribu (per hari). Itu kan nggak masuk akal. Apraisal kan menghitung penyusutan juga, makanya nilainya tinggi.

Bagi saya, pasar ini harus memberi manfaat maksimal untuk perputaran ekonomi Buleleng,” kata Bupati Agus.

Agus mengaku beban operasional pasar memang diprediksi akan cukup tinggi. Dengan pasar sebesar itu, ia menyebut 10 orang tenaga kebersihan yang telah dibayar Perumda Pasar tak akan sanggup membersihkan pasar.

Baca Juga:  FIX! KPU Karangasem Tetapkan Pemenang Pilkada Bulan Februari

Sehingga akan ada tambahan biaya operasional yang pasar. Lebih lanjut Bupati Agus mengatakan, pemerintah akan mengatur secara ketat jam operasional pasar.

“Pedagang pasar induk nanti buka sampai jam 14.00 siang. Setelah itu baru pasar tumpah, maksimal sampai jam 00.00 malam. Biar adil,” tukas Agus. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/