alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Tol Bali Mandara Siapkan 11 Gardu e-Tol untuk Pengguna Jasa

RadarBali.com – ‎Pemberlakuan transaksi uang elektronik (e-Tol) di Jalan Tol Bali Mandara (TBM) mulai 1 Oktober mendatang terus dimatangkan. 

PT. Jasa Marga Bali Tol (JBT) sebagai pengelola tol menyatakan pembayaran masuk jalan tol memakai kartu unik atau nontunai sudah siap.

Sebagai catatan, penerapan e-Tol di seluruh jalan tol di Indonesia diberlakukan mulai 30 Oktober. Tapi, khusus untuk Bali resmi berlaku 1 Oktober mendatang.

“Tol Bali Mandara lebih siap, berbagai sarana dan prasarana untuk menerapkan transaksi e-Tol sudah cukup mendukung,” ujar Humas PT Jasa Marga Bali Tol (JBT) Drajat Hari Suseno.

Menurutnya, sejak diresmikan 2013 silam, fasilitas TBM sangat mendukung untuk penerapan transaksi E-tol. Karena sejak awal ketersediaan gardu tol otomatis (GTO) sudah disiapkan.

Baca Juga:  Menko Airlangga: Transformasi Perekonomian Butuh Support Jajaran Polri

“Tol Bali Mandara memiliki 20 gardu tol, dan 11 gardu sudah difungsikan menjadi GTO untuk pengguna e-Tol tanpa ada petugas pengumpul tol,” jelasnya.

Dari sisa 9 gardu tol yang ada, 8 lainnya terisi petugas pengumpul tol. Kata Drajat, dari 8 gardu tol ini pun bisa melayani transaksi e-Tol.

“Jadi ada yang tunai, ada yang non tunai. Nah, kami tinggal persiapkan saja yang 9 gardu lagi, agar semuanya menjadi GTO tanpa ada petugas,” ucap Drajat.

Dirut PT Jasa Marga Bali Tol Tito Karim menambahkan, untuk meningkatkan penggunaan e-Tol, Jasa Marga Bali Tol memberikan potongan tarif tol sebesar 10 persen.

Potongan ini diberlakukan untuk semua golongan kendaraan, dari tanggal 4 sampai 10 September 2017. 

Baca Juga:  Menko Airlangga Terima Audiensi Cari Solusi Konstruktif Industri Musik


RadarBali.com – ‎Pemberlakuan transaksi uang elektronik (e-Tol) di Jalan Tol Bali Mandara (TBM) mulai 1 Oktober mendatang terus dimatangkan. 

PT. Jasa Marga Bali Tol (JBT) sebagai pengelola tol menyatakan pembayaran masuk jalan tol memakai kartu unik atau nontunai sudah siap.

Sebagai catatan, penerapan e-Tol di seluruh jalan tol di Indonesia diberlakukan mulai 30 Oktober. Tapi, khusus untuk Bali resmi berlaku 1 Oktober mendatang.

“Tol Bali Mandara lebih siap, berbagai sarana dan prasarana untuk menerapkan transaksi e-Tol sudah cukup mendukung,” ujar Humas PT Jasa Marga Bali Tol (JBT) Drajat Hari Suseno.

Menurutnya, sejak diresmikan 2013 silam, fasilitas TBM sangat mendukung untuk penerapan transaksi E-tol. Karena sejak awal ketersediaan gardu tol otomatis (GTO) sudah disiapkan.

Baca Juga:  Menko Airlangga: Transformasi Perekonomian Butuh Support Jajaran Polri

“Tol Bali Mandara memiliki 20 gardu tol, dan 11 gardu sudah difungsikan menjadi GTO untuk pengguna e-Tol tanpa ada petugas pengumpul tol,” jelasnya.

Dari sisa 9 gardu tol yang ada, 8 lainnya terisi petugas pengumpul tol. Kata Drajat, dari 8 gardu tol ini pun bisa melayani transaksi e-Tol.

“Jadi ada yang tunai, ada yang non tunai. Nah, kami tinggal persiapkan saja yang 9 gardu lagi, agar semuanya menjadi GTO tanpa ada petugas,” ucap Drajat.

Dirut PT Jasa Marga Bali Tol Tito Karim menambahkan, untuk meningkatkan penggunaan e-Tol, Jasa Marga Bali Tol memberikan potongan tarif tol sebesar 10 persen.

Potongan ini diberlakukan untuk semua golongan kendaraan, dari tanggal 4 sampai 10 September 2017. 

Baca Juga:  Terungkap, Tiga Tahun Tempat Hiburan Tak Bayar Sewa ke Peken Ijogading

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/