alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Cegah Oknum Pencari Untung Berlimpah, Gencar Gelar Pasar Murah

RadarBali.com – Meski harga beberapa komoditas yang dibutuhkan menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan di Klungkung

tidak mengalami peningkatan cukup signifikan, namun Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Klungkung tetap menggelar pasar murah.

Seperti yang digelar di depan Puri Agung Klungkung, kemarin (29/10). Maklum, selisih harga setiap komoditas yang dijual mencapai Rp 1.000 – Rp 5.000 per kilogram,

lebih murah jika dibandingkan dengan harga di pasaran sehingga cukup menarik perhatian masyarakat untuk berbelanja.

Kabag Perekonomian Pemkab Klungkung Ketut Sena mengungkapkan, harga sejumlah komoditas di pasaran mengalami kenaikan, meski tidak signifikan.

Meski demikian, TPID Klungkung tetap menggelar pasar murah agar sejumlah komoditas yang dibutuhkan masyarakat, harganya tetap normal.

“Dengan upaya-upaya seperti ini kami harapkan tidak ada lagi oknum-oknum yang mencari untung besar saat hari raya,” ujarnya.

Lokasi yang di sasar untuk pasar murah ini adalah lokasi-lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat, serta dapat dijangkau juga oleh masyarakat kurang mampu.

“Jadi kami cari lokasi yang dapat dijangkau orang kurang mampu dan banyak dikunjungi oleh warga,” katanya.

Komoditas yang di jual di pasar murah ini mulai dari bawang merah, bawang putih, buah apel, jeruk, mangga, dan jajanan Bali lainnya.

“Dalam pasar murah ini kami menggandeng para pengusaha grosir, Bulog, dan asosiasi perdagangan lainnya,” tandasnya.

Dayu Praba, salah seorang warga Klungkung yang berbelanja di Pasar Murah TPID Klungkunng mengungkapkan, harga yang ditawarkan di pasar murah ini memiliki selisih harga sekitar Rp 1.000 – Rp 5.000 ribu per kilogram, lebih murah dibandingkan di pasaran saat ini.

“Harganya lebih murah. Makanya belanja ke sini. ini beli apel dan jeruk untuk Galungan,” ujarnya. 



RadarBali.com – Meski harga beberapa komoditas yang dibutuhkan menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan di Klungkung

tidak mengalami peningkatan cukup signifikan, namun Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Klungkung tetap menggelar pasar murah.

Seperti yang digelar di depan Puri Agung Klungkung, kemarin (29/10). Maklum, selisih harga setiap komoditas yang dijual mencapai Rp 1.000 – Rp 5.000 per kilogram,

lebih murah jika dibandingkan dengan harga di pasaran sehingga cukup menarik perhatian masyarakat untuk berbelanja.

Kabag Perekonomian Pemkab Klungkung Ketut Sena mengungkapkan, harga sejumlah komoditas di pasaran mengalami kenaikan, meski tidak signifikan.

Meski demikian, TPID Klungkung tetap menggelar pasar murah agar sejumlah komoditas yang dibutuhkan masyarakat, harganya tetap normal.

“Dengan upaya-upaya seperti ini kami harapkan tidak ada lagi oknum-oknum yang mencari untung besar saat hari raya,” ujarnya.

Lokasi yang di sasar untuk pasar murah ini adalah lokasi-lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat, serta dapat dijangkau juga oleh masyarakat kurang mampu.

“Jadi kami cari lokasi yang dapat dijangkau orang kurang mampu dan banyak dikunjungi oleh warga,” katanya.

Komoditas yang di jual di pasar murah ini mulai dari bawang merah, bawang putih, buah apel, jeruk, mangga, dan jajanan Bali lainnya.

“Dalam pasar murah ini kami menggandeng para pengusaha grosir, Bulog, dan asosiasi perdagangan lainnya,” tandasnya.

Dayu Praba, salah seorang warga Klungkung yang berbelanja di Pasar Murah TPID Klungkunng mengungkapkan, harga yang ditawarkan di pasar murah ini memiliki selisih harga sekitar Rp 1.000 – Rp 5.000 ribu per kilogram, lebih murah dibandingkan di pasaran saat ini.

“Harganya lebih murah. Makanya belanja ke sini. ini beli apel dan jeruk untuk Galungan,” ujarnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/