alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Jelang Galungan, Penjor Mulai Diburu Pembeli

RadarBali.com – Menjelang Hari Raya Galungan yang jatuh awal November, beberapa barang dagangan kebutuhan mulai diburu pembeli masyarakat Bali yang akan merayakan hari raya Galungan.

Di Pasar Badung, salah satunya. Para pembeli di pasar tersebut berjubel memenuhi emperan pasar untuk membeli keperluan upacara yakni hiasan penjor.

Salah seorang pedagang penjor, Made Astika, 45 mengatakan, penjualan hiasan penjor tahun ini tidak terlalu tinggi.

Kata dia, kondisi ini disebabkan banyaknya pedagang musiman yang terjun langsung dalam bisnis ini. “Kebanyakan dari pemborong dan dijual lagi. Jadi ambil untungnya dikit. Paling cuma Rp 3000 saja,” ujar Astika di Pasar Badung kemarin.

Untuk sampian penjor, dia menjual dengan harga variatif. Satu hiasan antara Rp 8 ribu sampai Rp 35 ribu tergantung ukuran.

Sementara untuk satu ikat hiasan padi, dia jual seharga Rp 15 ribu. Dan, untuk hiasan bando dia menjual Rp 8 ribu per buah.

“Banyak yang membeli mulai hari Sabtu kemarin. Dan puncaknya kemungkinan besok (hari ini),” jelasnya.

Pria yang tinggal di Jalan Merpati, Monang Maning ini mengaku telah mempersiapkan barang dagangan sejak dua minggu lalu.

Sejumlah barang dagangan keperluan upacara tersebut dia beli dari salah seorang pembuat hiasan penjor kawasan Gianyar.

Salah seorang pembeli, Ni Luh Sukaniti, 48, membeli beberapa hiasan penjor untuk dipasang di rumahnya di Jalan Gunung Talang, Denpasar.

Ia mengakui, sejumlah pedagang menawarkan dengan harga variatif. “Lain-lain harganya. Ada yang dapat mahal, ada yang dapat agak murah. Kayak satu sampian penjor saya beli dengan harga Rp 30 ribu yang ukuran besar,” tandasnya.(



RadarBali.com – Menjelang Hari Raya Galungan yang jatuh awal November, beberapa barang dagangan kebutuhan mulai diburu pembeli masyarakat Bali yang akan merayakan hari raya Galungan.

Di Pasar Badung, salah satunya. Para pembeli di pasar tersebut berjubel memenuhi emperan pasar untuk membeli keperluan upacara yakni hiasan penjor.

Salah seorang pedagang penjor, Made Astika, 45 mengatakan, penjualan hiasan penjor tahun ini tidak terlalu tinggi.

Kata dia, kondisi ini disebabkan banyaknya pedagang musiman yang terjun langsung dalam bisnis ini. “Kebanyakan dari pemborong dan dijual lagi. Jadi ambil untungnya dikit. Paling cuma Rp 3000 saja,” ujar Astika di Pasar Badung kemarin.

Untuk sampian penjor, dia menjual dengan harga variatif. Satu hiasan antara Rp 8 ribu sampai Rp 35 ribu tergantung ukuran.

Sementara untuk satu ikat hiasan padi, dia jual seharga Rp 15 ribu. Dan, untuk hiasan bando dia menjual Rp 8 ribu per buah.

“Banyak yang membeli mulai hari Sabtu kemarin. Dan puncaknya kemungkinan besok (hari ini),” jelasnya.

Pria yang tinggal di Jalan Merpati, Monang Maning ini mengaku telah mempersiapkan barang dagangan sejak dua minggu lalu.

Sejumlah barang dagangan keperluan upacara tersebut dia beli dari salah seorang pembuat hiasan penjor kawasan Gianyar.

Salah seorang pembeli, Ni Luh Sukaniti, 48, membeli beberapa hiasan penjor untuk dipasang di rumahnya di Jalan Gunung Talang, Denpasar.

Ia mengakui, sejumlah pedagang menawarkan dengan harga variatif. “Lain-lain harganya. Ada yang dapat mahal, ada yang dapat agak murah. Kayak satu sampian penjor saya beli dengan harga Rp 30 ribu yang ukuran besar,” tandasnya.(



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/