Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pasca Covid-19 Harga Properti di Bali Meroket, Kalangan Ini Pembelinya

Marsellus Pampur • Minggu, 28 April 2024 | 03:45 WIB
UNGKAP JURUS UNTUK ANAK MUDA:  Financial Planner Agus Helly menjelaskan tata kelola uang dalam investasi property.(Foto Marsellus Pampur)
UNGKAP JURUS UNTUK ANAK MUDA: Financial Planner Agus Helly menjelaskan tata kelola uang dalam investasi property.(Foto Marsellus Pampur)

DENPASAR, Radar Bali.id-Beberapa tahun belakangan, harga jual dan sewa properti di Bali meningkat drastis. Bahkan dalam setahun terakhir lonjakan harga terjadi begitu fantastis. Hal itu disampaikan langsung oleh Pengamat Properti dari Brighton Real Estate, Garry Sugiarto Dharma. 

Menurutnya, saat pandemi harga sewa properti di Bali sempat turun hingga 30 persen. Namun, saat tahu  2022 , yakni saat Covid-19 mulai longgar, harga sewa properti di Bali langsung meroket. Apalagi saat itu, tingkat kunjungan wisata ke Bali sudah mencapai di atas 80 persen.

"Dari situ kan berarti kebutuhan hunian meningkat lagi. Mulai banyak tamu, uang yang masuk. Otomatis mereka buka lagi bisnisnya. Dari sisi bisnis saja kita lihat ruko dan gudang sudah mulai meningkat juga permintaannya kurang lebih 30 persen," katanya dalam talk show yang digelar oleh BTN bekerja sama dengan Media Tale bertajuk "Harga Properti di Bali Selangit, Emang Boleh Semahal Itu?", di Sanur, Denpasar Selatan, Jumat (26/4/2024).

 Baca Juga: Tingkatkan Kualitas, OYO Sediakan Modal Investasi Bagi Mitra untuk Standarisasi Properti di Indonesia

Namun, meski harga sewa dan jual properti di Bali makin tinggi, peminatnya malah makin banyak. Tak hanya warga Indonesia sendiri, warga Indonesia dari luar Bali juga memburu properti di Bali.

Ini  karena peluang investasi yang semakin terbuka lebar dengan mulai stabilnya kunjungan wisatawan.

 "Dari luar Bali butuh hunian untuk tinggal. Entah itu expat (ekspatriat) atau lain. Mereka mulai sewa atau permintaan pun mulai naik," tambahnya. Menurutnya, di Bali seperti  di  Badung dan Denpasar, harga rumah termurah berada di kisaran  Rp 800 juta. 

 Baca Juga: Investasi Bodong Makin Marak, 62 WNA Jadi Korban, Rugi Ratusan Miliar, Terlapor Mangkir dalam Konfrontasi, Berantas Mafia Properti

Meski harga properti di Bali meroket, masih banyak warga yang membelinya. Menariknya, pembeli properti dengan harga mahal tersebut malah didominasi oleh kaum milenial. "Kalau data pembeli, memang yang dominan itu milenial. Mungkin karena harga propertinya  karena yang saya lihat di Denpasar, ada yang Rp 900 jutaan," tambahnya. 

Sementara itu, pada kesempatan yang sama,Financial Planner Agus Helly dari Lintar Financial menjelaskan, salah satu penyebab tingginya harga properti di Bali karena banyaknya kaum pendatang yang ingin berinvestasi di Bali.

 Dengan daya tarik Bali sebagai tujuan wisata, maka peluang investasi pun terbuka lebar. Sehingga orang-orang kaya dari kota besar seperti Jakarta berani membeli properti di Bali. 

 Tentu dengan penuh perhitungan, bahwa properti dibeli mahal untuk disewakan kembali atau untuk dilakukan tempat usaha. 

"Karena ada orang yang niatnya pengin investasi," pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#properti #perumahan #bali