Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Groundbreaking Januari 2026, Danantara Bangun Pabrik Bioetanol Rp 600 Miliar di Banyuwangi

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 2 Januari 2026 | 09:58 WIB
KEREK EKONOMI - Lahan pabrik bioetanol di Glenmore, Banyuwangi.
KEREK EKONOMI - Lahan pabrik bioetanol di Glenmore, Banyuwangi.

RADAR BALI - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagatha Nusantara (Danantara) merealisasi proyek pembangunan pabrik bioetanol di Banyuwangi dengan proses peletakan batu pertama pada Januari 2026.

Proyek yang berlokasi di area Pabrik Gula (PG) Glenmore ini diperkirakan menelan investasi sekitar USD 40 juta atau setara dengan Rp 600 miliar.

Proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak perusahaan PTPN III (Persero) Holding Perkebunan.

Pertamina bertanggung jawab atas pendanaan dan teknologi kilang, sementara SGN menjamin ketersediaan bahan baku berupa molase (tetes tebu).

Pabrik tersebut dirancang dengan kapasitas produksi mencapai 30.000 kiloliter (KL) per tahun atau sekitar 100 kiloliter per hari. Hasil produksinya diproyeksikan untuk mendukung kebutuhan fuel grade bioetanol dengan kemurnian 99,5%.

Etanol yang diproduksi akan digunakan sebagai campuran bahan bakar ramah lingkungan seperti Pertamax Green 95.

CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menegaskan, proyek bioetanol Banyuwangi adalah bagian dari 18 proyek hilirisasi yang akan dibangun pada tahun ini.

"Pabrik bioetanol di Banyuwangi ini bukan hanya soal keuntungan finansial, tetapi juga penguatan ketahanan lingkungan dan infrastruktur dasar," ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan.

Proyek tersebut diperkirakan menyerap 3.500 hingga 4.500 tenaga kerja selama masa konstruksi serta ratusan pekerja tetap saat beroperasi.

Proyek tersebut ditargetkan menyumbang hingga Rp 1,6 triliun per tahun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) selama masa pembangunan. 

Pemilihan PG Glenmore sebagai lokasi pembangunan didasari oleh statusnya sebagai salah satu pabrik gula paling modern di Indonesia. Pabrik bioetanol akan dibangun tepat di sebelah selatan pabrik gula untuk memudahkan distribusi tetes tebu secara langsung dari proses penggilingan.

Direktur Utama SGN Mahmudi menjelaskan bahwa pabrik bioetanol Banyuwangi akan menjadi pabrik kedua yang dimiliki PTPN Group setelah pabrik seluas 150 hektare di Bojonegoro yang menelan investasi Rp 22 triliun.

Pertamina NRE menjadikan pabrik bioetanol di Banyuwangi sebagai upaya memenuhi permintaan biofuel yang mencapai 51 juta liter pada tahun 2034.

Pembangunan kilang ini mencakup teknologi distilasi dan dehidrasi mutakhir, infrastruktur logistik penyimpanan, serta sistem integrasi fasilitas yang diharapkan dapat mulai beroperasi penuh pada tahun 2026.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Sinergi Gula Nusantara #bioetanol #pertamina #ptpn #Danantara #roeslan p ruslani #pabrik bioetanol #pertamax #banyuwangi #SGN #glenmore #pabrik gula