Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Karangasem Bali Koleksi 49 Jenis Kelapa Kaya Khasiat Obat

Donny Tabelak • Rabu, 20 Februari 2019 | 07:15 WIB
karangasem-bali-koleksi-49-jenis-kelapa-kaya-khasiat-obat
karangasem-bali-koleksi-49-jenis-kelapa-kaya-khasiat-obat

AMLAPURA - Karangasem ternyata kaya dengan berbagai jenis kelapa. Bahkan jenis kelapa di Karangasem yang jumlahnya mencapai 49 jenis itu sudah ada sejak zaman dulu.


Pemerintah sendiri akan melakukan inventarisasi jenis kelapa di bumi lahar. Di antaranya jenis kelapa di Karangasem ada yang mengandung khasiat obat dan sudah langka.


Mantan Perbekel Budekeling, Ide Made Oka yang dikenal sebagai pemerhati kelapa mengusulkan Pemkab Karangasem menggelar penelitian terkait kelapa di Bumi Lahar.


Terlebih lagi dalam waktu dekat ini akan digelar Festival Kelapa Internasional dan Konferensi Kabupaten Penghasil Kelapa.


Menurut Ida Made Oka, dulu Raja Karangasem sangat doyan menanam berbagai jenis kelapa. Di antaranya koleksi kelapa yang di Taman Raja ada di Dusun Basangalas.


Kelapa koleksi raja ini sebagian besar berkhasiat obat. Selain mengandung obat juga ada untuk sarana upacara.


Di antaranya ada yang bernama nyuh sudamala, nyuh  bojog, nyuh sangket, nyuh gading, nyuh bulan, nyuh brahma, nyuh mulung, nyuh gadang, nyuh rangda, nyuh galak, serta nyuh jaran.


Sementara itu Kadis Kebudayaan Karangasem I Putu Arnawa mengakui kalau kelapa yang ada di Karangasem dengan berbagai jenis tersebut kerap dipakai sarana upacara.


Selain itu minyak kelapa juga dipakai  sarana aci utama saat Karya Agung. Karena itu Arnawa juga sepakat kelapa di Karangasem harus dilestarikan.


Selain bisa menguntungkan secara ekonomi juga bisa melestarikan kelapa yang sudah langka. 

Editor : Donny Tabelak