30.4 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

Nah, Ini Dia….Vaksin IndoVac Tiba di Bali, Diprioritaskan untuk Lansia

DENPASAR – Untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid 19, Pemerintah kembali mengimbau untuk melakukan vaksinasi (booster) kepada masyarakat. Hal yang sama juga sudah dilakukan Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi diketahui baru saja menerima vaksin booster keduanya dengan menggunakan vaksin Covid 19 buatan dalam negeri, yakni IndoVac.

Dikutip dari laman resmi Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), vaksin IndoVac merupakan vaksin buatan dalam negeri yang dikembangkan oleh PT Bio Farma bekerja sama dengan Baylor College of Medicine, Amerika Serikat.

Ia juga merupakan vaksin Covid-19 pertama buatan negeri yang mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) pada tanggal 24 September 2022.

Baca Juga:  Pelayanan Prima BBPOM di Denpasar Dukung Daya Saing UMKM Bali  

Kepala Divisi Surveillance dan Uji Klinis dari Bio Farma dr. Rini Mulia Sari mengatakan tingkat efikasi dari vaksin IndoVac lebih dari 80 persen. Mengenai booster, IndoVac terbukti bisa menetralisasi  virus Omicron setara dengan booster Pfizer.

Sementara di Bali, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom mengatakan Provinsi Bali telah menerima vaksin Covid-19 jenis Indovac sebanyak 1.330 dosis dari pemerintah pusat.

“Sudah datang (vaksin Indovac) untuk sementara cukup, sekarang vaksin banyak di Kemenkes, begitu stok di gudang menipis langsung kita minta lagi,” ujarnya pada Kamis (24/11/2022).

Disebutkan, untuk penerima vaksin Indovac ini adalah masyarakat yang vaksin Covid-19 pertama dan keduanya menggunakan Sinovac. Dan vaksin ini akan segera didistribusikan ke seluruh Kabupaten atau Kota di Bali dengan memprioritaskan untuk para lansia.

Baca Juga:  Kasus Covid Menurun di Badung, Vaksinasi Terus Digenjot

“Saya sudah mengimbau Dinas Kabupaten atau Kota, kalau diperlukan harus dengan jemput bola khususnya untuk lansia yang tidak bisa datang atau tidak ada yang mengantar ke pos-pos pelayanan,” tutupnya. (wayan widyantara/radar bali)

 

 

 



DENPASAR – Untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid 19, Pemerintah kembali mengimbau untuk melakukan vaksinasi (booster) kepada masyarakat. Hal yang sama juga sudah dilakukan Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi diketahui baru saja menerima vaksin booster keduanya dengan menggunakan vaksin Covid 19 buatan dalam negeri, yakni IndoVac.

Dikutip dari laman resmi Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), vaksin IndoVac merupakan vaksin buatan dalam negeri yang dikembangkan oleh PT Bio Farma bekerja sama dengan Baylor College of Medicine, Amerika Serikat.

Ia juga merupakan vaksin Covid-19 pertama buatan negeri yang mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) pada tanggal 24 September 2022.

Baca Juga:  Empat Artis Nasional Sumbang APD kepada Para Medis di RS Bali Mandara

Kepala Divisi Surveillance dan Uji Klinis dari Bio Farma dr. Rini Mulia Sari mengatakan tingkat efikasi dari vaksin IndoVac lebih dari 80 persen. Mengenai booster, IndoVac terbukti bisa menetralisasi  virus Omicron setara dengan booster Pfizer.

Sementara di Bali, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom mengatakan Provinsi Bali telah menerima vaksin Covid-19 jenis Indovac sebanyak 1.330 dosis dari pemerintah pusat.

“Sudah datang (vaksin Indovac) untuk sementara cukup, sekarang vaksin banyak di Kemenkes, begitu stok di gudang menipis langsung kita minta lagi,” ujarnya pada Kamis (24/11/2022).

Disebutkan, untuk penerima vaksin Indovac ini adalah masyarakat yang vaksin Covid-19 pertama dan keduanya menggunakan Sinovac. Dan vaksin ini akan segera didistribusikan ke seluruh Kabupaten atau Kota di Bali dengan memprioritaskan untuk para lansia.

Baca Juga:  Waspada! Gagal Ginjal Akut Misterius, RS Prof. Ngoerah Terima  17 Kasus dan 11 Orang Meninggal

“Saya sudah mengimbau Dinas Kabupaten atau Kota, kalau diperlukan harus dengan jemput bola khususnya untuk lansia yang tidak bisa datang atau tidak ada yang mengantar ke pos-pos pelayanan,” tutupnya. (wayan widyantara/radar bali)

 

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/