alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Unik, Ada Sepeda Bambu di Detik Festival 2017, Harganya Woow…

RadarBali.com – Ada yang menarik di ajang “Denpasar Teknologi Informasi dan Komunikasi Festival (DTIKF) 2017” di kawasan Taman Kota Niti Praja Lumintang, Kota Denpasar, 30 November -3 Desember 2017.

Kali ini yang paling menyedot perhatian adalah sepeda bambu di salah satu stan.  Sepeda berwarna coklat kekuningan ini dipajang di stan C3 (Creativepreneur Circle Club ).

Yang dipajang ada yang sudah jadi dan ada hanya rangka sepeda saja.  Menurut Putu Hermawan,  yang membuat sepeda bambu ini, dia mengaku terinspirasi dari kedatangan seorang bule setahun lalu.

Bule tersebut meminta dibuatkan sepeda tapi berbahan bambu. Sejak itu Putu pun memutar otak bagaimana caranya dia bisa membuat sepeda dari bahan organik.

Baca Juga:  It, Dare tobe Scared?

Pria asal Singaraja ini langsung menemukan bambu ampel sebagai bahan pokok dari sepeda ini. “Waktu ini ada bule yang datang kepada saya. Dia minta agar saya membuat sepeda dari bahan organik,” ucapnya.

Hermawan mengaku bambu yang digunakan untuk membuat sepeda jenis ampel yang lumayan sulit.  Dia harus mencari di Jawa Barat. “ Cari bahan pokok kayunya yang sulit sekali,” ucap Alumni SMKN 3 Singaraja ini.

Untuk waktu yang dihabiskan membuat sepeda kayu itu membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Yang paling lama adalah tahap pengawetan   kayu, biar bisa awet, antirayap.

Dalam mengawetkan tersebut salah satunya adalah menggunakan borak dan direndam selama seminggu.

 Setelah itu, adalah tahapan perakitan yang cukup membutuhkan tenaga dan ketelitian. “ Dari bolongin sampai jadi sepeda paling dua bulanan. Paling lama tiga bulan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Catat! Ini Agenda Multilateral Naval Exercise Komodo 2018 di Lombok

Dituturkan lebih jauh, latar belakang pendidikan Hermawan hanya sampai SMK di jurusan yang mempelajari tentang las. Dari bangku SMK itu dirinya mempelajari sambung menyambungkan besi.

Dia mengaku jadi pembuat sepeda dari tahun 2010 lalu. Namun, ikut terjun membuat sepeda baru tiga tahun lalu.

Founder C3, Nugraha Joshua, dalam keterangannya menambahkan bahwa sepeda tersebut dibuat Putu Hermawan yang tergabung dalam C3 karena dia memiliki ide brilian membuat sepeda yang unik.

Selain itu juga ramah lingkungan. Dia mengaku untuk harga sepeda kayu tersebut sebesar Rp 8 juta dan yang memakai listrik Rp 12 jutaan. Namun, ada juga yang hanya menjual rangka saja, harganya Rp 4 jutaan.



RadarBali.com – Ada yang menarik di ajang “Denpasar Teknologi Informasi dan Komunikasi Festival (DTIKF) 2017” di kawasan Taman Kota Niti Praja Lumintang, Kota Denpasar, 30 November -3 Desember 2017.

Kali ini yang paling menyedot perhatian adalah sepeda bambu di salah satu stan.  Sepeda berwarna coklat kekuningan ini dipajang di stan C3 (Creativepreneur Circle Club ).

Yang dipajang ada yang sudah jadi dan ada hanya rangka sepeda saja.  Menurut Putu Hermawan,  yang membuat sepeda bambu ini, dia mengaku terinspirasi dari kedatangan seorang bule setahun lalu.

Bule tersebut meminta dibuatkan sepeda tapi berbahan bambu. Sejak itu Putu pun memutar otak bagaimana caranya dia bisa membuat sepeda dari bahan organik.

Baca Juga:  Anggota Tim Percepatan Pembangunan Destinasi Wisata Kemenpar Mundur

Pria asal Singaraja ini langsung menemukan bambu ampel sebagai bahan pokok dari sepeda ini. “Waktu ini ada bule yang datang kepada saya. Dia minta agar saya membuat sepeda dari bahan organik,” ucapnya.

Hermawan mengaku bambu yang digunakan untuk membuat sepeda jenis ampel yang lumayan sulit.  Dia harus mencari di Jawa Barat. “ Cari bahan pokok kayunya yang sulit sekali,” ucap Alumni SMKN 3 Singaraja ini.

Untuk waktu yang dihabiskan membuat sepeda kayu itu membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Yang paling lama adalah tahap pengawetan   kayu, biar bisa awet, antirayap.

Dalam mengawetkan tersebut salah satunya adalah menggunakan borak dan direndam selama seminggu.

 Setelah itu, adalah tahapan perakitan yang cukup membutuhkan tenaga dan ketelitian. “ Dari bolongin sampai jadi sepeda paling dua bulanan. Paling lama tiga bulan,” imbuhnya.

Baca Juga:  It, Dare tobe Scared?

Dituturkan lebih jauh, latar belakang pendidikan Hermawan hanya sampai SMK di jurusan yang mempelajari tentang las. Dari bangku SMK itu dirinya mempelajari sambung menyambungkan besi.

Dia mengaku jadi pembuat sepeda dari tahun 2010 lalu. Namun, ikut terjun membuat sepeda baru tiga tahun lalu.

Founder C3, Nugraha Joshua, dalam keterangannya menambahkan bahwa sepeda tersebut dibuat Putu Hermawan yang tergabung dalam C3 karena dia memiliki ide brilian membuat sepeda yang unik.

Selain itu juga ramah lingkungan. Dia mengaku untuk harga sepeda kayu tersebut sebesar Rp 8 juta dan yang memakai listrik Rp 12 jutaan. Namun, ada juga yang hanya menjual rangka saja, harganya Rp 4 jutaan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/