alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Edukasi Cashless Payment, Dorong Konsumen Transaksi dengan MyPertamina

DENPASAR – Menyongsong Era Digitalisasi 4.0 yang merupakan tren gaya hidup saat ini mendorong perubahan perilaku manusia melakukan beragam aktivitas dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Seperti halnya transaksi jual atau beli, penggunaan dompet digital menjadi salah satu pilihan yang diambil masyarakat karena dinilai lebih praktis dan mudah digunakan.

Tidak lain salah satu aplikasi andalan milik PT Pertamina (Persero) untuk melakukan transaksi di SPBU, yaitu My Pertamina.

Kamis hari ini (4/3) bertempat di SPBU 54.803.11 Jl. Raya Dalung, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Pertamina berkolaborasi dengan LinkAja melakukan launching

Top Up Saldo MyPertamina yang nantinya akan berlaku di seluruh SPBU yang sudah terkoneksi dengan layanan MyPertamina di Provinsi Bali.

Dihadiri oleh Sales Area Manager Retail Bali Ferry Pasalini, Manager SPBU 54.803.11 I Gede Jati, serta District Manager Area Bali – PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) Afrian Hindrawijaya

meluncurkan program tersebut untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan Top Up Saldo My Pertamina sekaligus saat bertransaksi di SPBU.

- Advertisement -

Ferry menyatakan, program ini merupakan bentuk inisiasi dari Pertamina untuk terus mengajak dan mengedukasi masyarakat Bali dalam

melakukan transaksi non-tunai (cashless) serta memberikan kemudahan bagi pelanggan ketika tidak memiliki saldo My Pertamina.

“Ketika hendak melakukan pembayaran cashless namun saldo tidak mencukupi, dapat langsung melakukan top up saldo tersebut kepada operator SPBU yang bertugas.

Tidak hanya itu, kami juga mengedukasi masyarakat untuk melakukan pencegahan penyebaran COVID-19 dengan pembayaran non-tunai via aplikasi My Pertamina”, ujarnya.

Baca Juga:  Ajak Masyarakat Sadar Pentingnya Mengelola Stres dan Kesehatan Mental

Seperti yang diketahui, di tengah Pandemi COVID-19, transaksi digital dinilai mampu mengurangi terjadinya penularan virus

yang diakibatkan kontak fisik maupun antar benda yang sering disentuh oleh banyak orang seperti uang tunai, baik kertas maupun logam.

“Upaya yang dilakukan oleh Pertamina untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pelanggan di SPBU dalam melakukan transaksi BBM dengan operator dengan tetap memberlakukan protokol pencegahan COVID-19,” tambahnya.

Sementara itu, di Provinsi Bali sendiri, Pertamina mencatat rata-rata transaksi harian via aplikasi My Pertamina sebanyak 4.016 transaksi per hari pada bulan Februari 2021.

Sedangkan total transaksi via aplikasi My Pertamina pada bulan Februari tercatat sebanyak 112.448 transaksi.

“Transaksi ini naik 208 persen dibandingkan dengan bulan Januari 2021 yang tercatat sebanyak 1.929 transaksi per hari pada bulan Januari 2021 dan dengan total transaksi pada bulan Januari tercatat sebanyak 59.799 transaksi,” tambah Ferry.

Sejalan dengan Program yang dicanangkan oleh Gubernur Bali, yaitu Bali Energi Bersih dan arahan untuk tetap menjaga protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Di SPBU sendiri, Pertamina telah menerapkan protokol kesehatan yang telah berlaku semenjak Pandemi COVID-19.

Beberapa upaya telah dilakukan oleh Pertamina untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pelanggan yang hendak bertransaksi di SPBU.

Baca Juga:  Ada Fans Datang Dari Luar Bali

Seperti disinfeksi berkala di semua fasilitas SPBU, pengecekan suhu tubuh bagi operator di awal shift kerja, penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SPBU,

serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang meliputi masker, face shield, dan sarung tangan bagi seluruh operator SPBU yang bertugas.

Tidak hanya itu, untuk kenyamanan dan keamanan pelanggan, Pertamina juga menghimbau kepada pelanggan untuk selalu mengenakan masker ketika berada di area SPBU dan selalu menjaga jarak ketika sedang melakukan pengisian BBM di SPBU.

“Untuk pelanggan yang mengisi bahan bakar roda empat, agar tetap berada di mobil ketika melakukan pengisian BBM.

Sedangkan untuk pengendara roda dua diimbau untuk turun dari kendaraan dan berdiri di tanda yang telah disediakan berseberangan dengan operator SPBU.

Setelah pengisian selesai, operator SPBU akan menghampiri pelanggan untuk melakukan transaksi pembayaran dengan non tunai,” tambah Ferry.

Pertamina juga memberikan promo menarik kepada masyarakat melalui Program Hemat Rp.300,-/ Liter untuk pembelian BBM

seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex sampai dengan 31 Maret 2021 dengan menggunakan aplikasi My Pertamina.

“Kami berharap dengan adanya program promo tersebut dapat mengajak masyarakat untuk terus menggunakan transaksi non-tunai dan BBM yang berkualitas serta lebih ramah lingkungan.

Untuk menjaga diri sendiri dan keluarga di rumah, serta dapat merawat lingkungan dan mesin kendaraan,” tutup Ferry. (rba)

- Advertisement -

DENPASAR – Menyongsong Era Digitalisasi 4.0 yang merupakan tren gaya hidup saat ini mendorong perubahan perilaku manusia melakukan beragam aktivitas dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Seperti halnya transaksi jual atau beli, penggunaan dompet digital menjadi salah satu pilihan yang diambil masyarakat karena dinilai lebih praktis dan mudah digunakan.

Tidak lain salah satu aplikasi andalan milik PT Pertamina (Persero) untuk melakukan transaksi di SPBU, yaitu My Pertamina.

Kamis hari ini (4/3) bertempat di SPBU 54.803.11 Jl. Raya Dalung, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Pertamina berkolaborasi dengan LinkAja melakukan launching

Top Up Saldo MyPertamina yang nantinya akan berlaku di seluruh SPBU yang sudah terkoneksi dengan layanan MyPertamina di Provinsi Bali.

Dihadiri oleh Sales Area Manager Retail Bali Ferry Pasalini, Manager SPBU 54.803.11 I Gede Jati, serta District Manager Area Bali – PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) Afrian Hindrawijaya

meluncurkan program tersebut untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan Top Up Saldo My Pertamina sekaligus saat bertransaksi di SPBU.

Ferry menyatakan, program ini merupakan bentuk inisiasi dari Pertamina untuk terus mengajak dan mengedukasi masyarakat Bali dalam

melakukan transaksi non-tunai (cashless) serta memberikan kemudahan bagi pelanggan ketika tidak memiliki saldo My Pertamina.

“Ketika hendak melakukan pembayaran cashless namun saldo tidak mencukupi, dapat langsung melakukan top up saldo tersebut kepada operator SPBU yang bertugas.

Tidak hanya itu, kami juga mengedukasi masyarakat untuk melakukan pencegahan penyebaran COVID-19 dengan pembayaran non-tunai via aplikasi My Pertamina”, ujarnya.

Baca Juga:  BRI Hadirkan Ekosistem Cashless Payment

Seperti yang diketahui, di tengah Pandemi COVID-19, transaksi digital dinilai mampu mengurangi terjadinya penularan virus

yang diakibatkan kontak fisik maupun antar benda yang sering disentuh oleh banyak orang seperti uang tunai, baik kertas maupun logam.

“Upaya yang dilakukan oleh Pertamina untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pelanggan di SPBU dalam melakukan transaksi BBM dengan operator dengan tetap memberlakukan protokol pencegahan COVID-19,” tambahnya.

Sementara itu, di Provinsi Bali sendiri, Pertamina mencatat rata-rata transaksi harian via aplikasi My Pertamina sebanyak 4.016 transaksi per hari pada bulan Februari 2021.

Sedangkan total transaksi via aplikasi My Pertamina pada bulan Februari tercatat sebanyak 112.448 transaksi.

“Transaksi ini naik 208 persen dibandingkan dengan bulan Januari 2021 yang tercatat sebanyak 1.929 transaksi per hari pada bulan Januari 2021 dan dengan total transaksi pada bulan Januari tercatat sebanyak 59.799 transaksi,” tambah Ferry.

Sejalan dengan Program yang dicanangkan oleh Gubernur Bali, yaitu Bali Energi Bersih dan arahan untuk tetap menjaga protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Di SPBU sendiri, Pertamina telah menerapkan protokol kesehatan yang telah berlaku semenjak Pandemi COVID-19.

Beberapa upaya telah dilakukan oleh Pertamina untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pelanggan yang hendak bertransaksi di SPBU.

Baca Juga:  Mahasiswa Finlandia Datang untuk Belajar di Klinik Sadajiwa

Seperti disinfeksi berkala di semua fasilitas SPBU, pengecekan suhu tubuh bagi operator di awal shift kerja, penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SPBU,

serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang meliputi masker, face shield, dan sarung tangan bagi seluruh operator SPBU yang bertugas.

Tidak hanya itu, untuk kenyamanan dan keamanan pelanggan, Pertamina juga menghimbau kepada pelanggan untuk selalu mengenakan masker ketika berada di area SPBU dan selalu menjaga jarak ketika sedang melakukan pengisian BBM di SPBU.

“Untuk pelanggan yang mengisi bahan bakar roda empat, agar tetap berada di mobil ketika melakukan pengisian BBM.

Sedangkan untuk pengendara roda dua diimbau untuk turun dari kendaraan dan berdiri di tanda yang telah disediakan berseberangan dengan operator SPBU.

Setelah pengisian selesai, operator SPBU akan menghampiri pelanggan untuk melakukan transaksi pembayaran dengan non tunai,” tambah Ferry.

Pertamina juga memberikan promo menarik kepada masyarakat melalui Program Hemat Rp.300,-/ Liter untuk pembelian BBM

seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex sampai dengan 31 Maret 2021 dengan menggunakan aplikasi My Pertamina.

“Kami berharap dengan adanya program promo tersebut dapat mengajak masyarakat untuk terus menggunakan transaksi non-tunai dan BBM yang berkualitas serta lebih ramah lingkungan.

Untuk menjaga diri sendiri dan keluarga di rumah, serta dapat merawat lingkungan dan mesin kendaraan,” tutup Ferry. (rba)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/