alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Clean-Up di Pantai Biaung

DENPASAR – Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Bali, gandeng Trash Hero Kertalangu dan Eco-Bali Recycling bersihkan pantai, Sabtu lalu (2/6) . Yakni, di Pantai Biaung, Kertalangu, Denpasar Timur. Program Waste to Wealth Konjen Australia ini didukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. 

Program seminggu ini bertujuan promokan praktik pariwisata ramah lingkungan di Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Artis lingkungan hidup Australia, Dr John Dahlsen, dan mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ambil bagian.

Dahlsen dan mahasiswa ISI akan gunakan limbah dari pantai di Bali untuk instalasi seni selama lokakarya Waste to Wealth bertitel; Waste as Art di ISI Denpasar pada Senin, 4 Juni 2018. Nantinya dipamerkan selama seminar Waste to Wealth pada 5 Juni di Alila Seminyak, Dahlsen jadi pembicara tamu.

Baca Juga:  Perhelatan MNEK 2018 di Lombok Resmi Ditutup

Konjenderal Australia Dr Helena Studdert mengatakan, pihaknya memulai inisiatif Waste to Wealth dengan bekerja sama untuk bersihkan salah satu pantai di Bali.

’’Kami percaya ada cara-cara kreatif dan inovatif untuk melihat limbah. Banyak limbah dapat digunakan kembali, didaur ulang, atau dialihkan, mengubahnya menjadi aset berharga. Ini adalah tema inisiatif Waste to Wealth kami,” ujarnya

Evie Hatch dari Trash Hero Kertalangu memberikan apresiasinya atas kerja sama dengan Konjen Australia dalam kegiatan pembersihan pantai.

Ketut Mertaadi dari Eco Bali memberikan demonstrasi informatif tentang memisahkan sampah dari pantai untuk didaur ulang.

Empat puluh dua karung atau total 350 kg sampah non-organik dikumpulkan.  Selain itu, satu truk sampah organik juga terkumpul. 

Baca Juga:  Ajak Anak-Anak Guwang Saling Berinteraksi, Sisipkan Pesan Moral

Sekitar 100 sukarelawan berpartisipasi dalam pembersihan, termasuk anggota masyarakat dan kepala Desa Kertalangu, beberapa LSM lingkungan dan komunitas seperti Trash Hero Saba, Tol Tol, Dolly Hardliner, KNSP, Bye Bye Plastic, dan Malu Dong. 



DENPASAR – Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Bali, gandeng Trash Hero Kertalangu dan Eco-Bali Recycling bersihkan pantai, Sabtu lalu (2/6) . Yakni, di Pantai Biaung, Kertalangu, Denpasar Timur. Program Waste to Wealth Konjen Australia ini didukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. 

Program seminggu ini bertujuan promokan praktik pariwisata ramah lingkungan di Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Artis lingkungan hidup Australia, Dr John Dahlsen, dan mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ambil bagian.

Dahlsen dan mahasiswa ISI akan gunakan limbah dari pantai di Bali untuk instalasi seni selama lokakarya Waste to Wealth bertitel; Waste as Art di ISI Denpasar pada Senin, 4 Juni 2018. Nantinya dipamerkan selama seminar Waste to Wealth pada 5 Juni di Alila Seminyak, Dahlsen jadi pembicara tamu.

Baca Juga:  Ajak Anak-Anak Guwang Saling Berinteraksi, Sisipkan Pesan Moral

Konjenderal Australia Dr Helena Studdert mengatakan, pihaknya memulai inisiatif Waste to Wealth dengan bekerja sama untuk bersihkan salah satu pantai di Bali.

’’Kami percaya ada cara-cara kreatif dan inovatif untuk melihat limbah. Banyak limbah dapat digunakan kembali, didaur ulang, atau dialihkan, mengubahnya menjadi aset berharga. Ini adalah tema inisiatif Waste to Wealth kami,” ujarnya

Evie Hatch dari Trash Hero Kertalangu memberikan apresiasinya atas kerja sama dengan Konjen Australia dalam kegiatan pembersihan pantai.

Ketut Mertaadi dari Eco Bali memberikan demonstrasi informatif tentang memisahkan sampah dari pantai untuk didaur ulang.

Empat puluh dua karung atau total 350 kg sampah non-organik dikumpulkan.  Selain itu, satu truk sampah organik juga terkumpul. 

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem, Pantai Biaung Penuh Kayu

Sekitar 100 sukarelawan berpartisipasi dalam pembersihan, termasuk anggota masyarakat dan kepala Desa Kertalangu, beberapa LSM lingkungan dan komunitas seperti Trash Hero Saba, Tol Tol, Dolly Hardliner, KNSP, Bye Bye Plastic, dan Malu Dong. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/