alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Dua Atraksi Seni Budaya Secara Kolosal Meriahkan Pembukaan MNEK 2018

LOMBOK– Penyelenggaraan kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), resmi dibuka oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) , Laksamana TNI Ade Supandi, di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, pada Sabtu (5/5).

Saat membuka kegiatan MNEK 2018, KASAL Laksamana TNI Ade Supandi, mengatakan latihan bersama antar negara ini mengambil fokus kepada penanganan bencana alam dan masalah kemanusiaan. 

“Pada dasarnya latihan ini sebagai pembinaan kekuatan TNI AL, selain itu juga berkaitan dengan implementasi fungsi diplomasi Angkatan Laut, sekaligus dalam rangka membangun budaya maritim karena Indonesia adalah negara maritim yang besar”, ucapnya.

Turut hadir saat pembukaan MNEK 2018 para pejabat negara dan pejabat tinggi militer antara lain, Menkominfo RI Bapak Rudiantara, Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A, para pejabat tinggi di lingkungan TNI dan TNI AL, serta tamu undangan lainnya. 

Baca Juga:  Musik Reggae Menggoyang Mertasari

Ada yang istimewa dalam pembukaan kegiatan MNEK 2018 di Lombok ini, yakni penampilan 2 atraksi tarian tradisional Pulau Lombok yang dibawakan secara kolosal. Adapun 2 tarian tersebut, yakni Tari Gendang Beleg dan Tari Patuh Patut Patju.

Bagi masyarakat Pulau Lombok, tari Gandang Beleg sangat populer. Dalam bahasa Suku Sasak “beleq” memiliki arti “besar”, sedangkan “gendang” merupakan alat musik yang digunakan. Sehingga dapat diartikan Gendang Beleq merupakan gendang yang berukuran besar.

Tari Gendang Beleq, menggambarkan jiwa satria masyarakat Suku Sasak di Pulau Lombok dalam mempertahankan daerahnya. Dan dalam pembukaan kegiatan MNEK 2018 ini, tari Gendang Beleg dibawakan secara kolosal oleh penari gabungan TNI dan POLRI.

Baca Juga:  Dinas Pariwisata NTB Gelar Festival Pesona Tambora 2018 di Depan Mata

Tidak kalah menariknya dengan tari Gendang Beleg, satu lagi tarian kolosal yang diperagakan dalam pembukaan MNEK 2018, yaitu tari Patuh Patut Patju. 

Sekitar 300 penari dari pelajar SMP dan SMA di Pulau Lombok ambil bagian dalam tari kolosal ini. Tari Patuh Patut Patju menggambarkan tentang semangat kegotong royongan, dan etos kerja yang pantang menyerah. 

Selain 2 atraksi tarian tersebut, pembukaan MNEK 2018 juga dimeriahkan dengan atraksi terjun payung oleh 17 peterjun dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dan Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) Marinir, serta atraksi udara pesawat latih Bonanza G-36  Skuadron 200 Puspenerbal. (dan)

 



LOMBOK– Penyelenggaraan kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), resmi dibuka oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) , Laksamana TNI Ade Supandi, di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, pada Sabtu (5/5).

Saat membuka kegiatan MNEK 2018, KASAL Laksamana TNI Ade Supandi, mengatakan latihan bersama antar negara ini mengambil fokus kepada penanganan bencana alam dan masalah kemanusiaan. 

“Pada dasarnya latihan ini sebagai pembinaan kekuatan TNI AL, selain itu juga berkaitan dengan implementasi fungsi diplomasi Angkatan Laut, sekaligus dalam rangka membangun budaya maritim karena Indonesia adalah negara maritim yang besar”, ucapnya.

Turut hadir saat pembukaan MNEK 2018 para pejabat negara dan pejabat tinggi militer antara lain, Menkominfo RI Bapak Rudiantara, Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A, para pejabat tinggi di lingkungan TNI dan TNI AL, serta tamu undangan lainnya. 

Baca Juga:  Dinas Pariwisata NTB Gelar Festival Pesona Tambora 2018 di Depan Mata

Ada yang istimewa dalam pembukaan kegiatan MNEK 2018 di Lombok ini, yakni penampilan 2 atraksi tarian tradisional Pulau Lombok yang dibawakan secara kolosal. Adapun 2 tarian tersebut, yakni Tari Gendang Beleg dan Tari Patuh Patut Patju.

Bagi masyarakat Pulau Lombok, tari Gandang Beleg sangat populer. Dalam bahasa Suku Sasak “beleq” memiliki arti “besar”, sedangkan “gendang” merupakan alat musik yang digunakan. Sehingga dapat diartikan Gendang Beleq merupakan gendang yang berukuran besar.

Tari Gendang Beleq, menggambarkan jiwa satria masyarakat Suku Sasak di Pulau Lombok dalam mempertahankan daerahnya. Dan dalam pembukaan kegiatan MNEK 2018 ini, tari Gendang Beleg dibawakan secara kolosal oleh penari gabungan TNI dan POLRI.

Baca Juga:  Rayakan Kuningan, Pemedek Bernostalgia dengan Jukung ke Pura Sakenan

Tidak kalah menariknya dengan tari Gendang Beleg, satu lagi tarian kolosal yang diperagakan dalam pembukaan MNEK 2018, yaitu tari Patuh Patut Patju. 

Sekitar 300 penari dari pelajar SMP dan SMA di Pulau Lombok ambil bagian dalam tari kolosal ini. Tari Patuh Patut Patju menggambarkan tentang semangat kegotong royongan, dan etos kerja yang pantang menyerah. 

Selain 2 atraksi tarian tersebut, pembukaan MNEK 2018 juga dimeriahkan dengan atraksi terjun payung oleh 17 peterjun dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dan Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) Marinir, serta atraksi udara pesawat latih Bonanza G-36  Skuadron 200 Puspenerbal. (dan)

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/