alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

ISI Denpasar Gelar Yudisium Pertama Berakreditasi A

RadarBali.com- Sebanyak 38 orang mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Denpasar merasa bangga sekaligus bahagia karena dapat menyelesaikan studi S-1 secara baik.

 Sebagai seremoni berakhirnya masa studi para mahasiswa tersebut, maka pada Kamis (8/2) kemarin FSP ISI Denpasar menggelar yudisium mahasiswa FSP yang dihadiri langsung oleh Rektor ISI Denpasar, Ketua Senat Akademik FSP, Dekan FSRD, Pimpinan FSP, serta para dosen di lingkungan FSP.

“Sebanyak 35 orang adalah lulusan sendratasik yang menempuh masa studi selama 3,5 tahun, 2 orang lulusan karawitan dan 1 orang dari prodi musik dengan masa studi lebih dari 4 tahun,” ujarnya.

Baca Juga:  Khusus Bulan Maret, Bisa Bawa Motor Honda Bareng Teman Sekantor

Hal lain yang juga membahagiakan adalah  yudisium kali ini merupakan momen pertama kelulusan yang dapat merasakan akreditasi A, baik prodi maupun institusinya. “Kecuali prodi musik yang sedang proses reakreditasi,” imbuh Dekan FSP pada saat memberikan sambutan.

Ia juga berpesan kepada para lulusan agar terus membawa nama baik almamater dan mengikuti arus perubahan dengan bijak.

“Perubahan dunia yang begitu cepat harus disikapi dengan bijak dengan menjadi insan-insan yang disiplin, beretos kerja,berintegritas, adaptif, kreatif, dan inovatif. Karena dengan memiliki sikap tersebut kita akan tetap eksis merebut peluang dalam era persaingan ini,” tuturnya.

 Dekan FSP juga mengungkapkan lulusan FSP tidak hanya mampu mengisi formasi lowongan kerja yang tersedia, tetapi lebih hebat lagi sebagian dari mereka mampu menciptakan dan membuka lapangan kerja baru, seperti membuat usaha sanggar seni, sewa kostum tari, usaha pakaian penabuh, bisnis gamelan, menjadi penari topeng, bondres dan sebagainya.

Baca Juga:  Maedeng, Tradisi Warga Susut Cari Sapi Pilihan Jelang Tawur Kesanga

“Ini juga merupakan suatu kebanggaan bagi kami, ke depannya diharapkan lulusan FSP mampu menembus peluang yang tadinya belum terfikirkan supaya menjadi lahan profesi baru, seperti kritikus seni, jurnalis seni, impresario seni, atau profesi lainnya,” tutupnya.



RadarBali.com- Sebanyak 38 orang mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Denpasar merasa bangga sekaligus bahagia karena dapat menyelesaikan studi S-1 secara baik.

 Sebagai seremoni berakhirnya masa studi para mahasiswa tersebut, maka pada Kamis (8/2) kemarin FSP ISI Denpasar menggelar yudisium mahasiswa FSP yang dihadiri langsung oleh Rektor ISI Denpasar, Ketua Senat Akademik FSP, Dekan FSRD, Pimpinan FSP, serta para dosen di lingkungan FSP.

“Sebanyak 35 orang adalah lulusan sendratasik yang menempuh masa studi selama 3,5 tahun, 2 orang lulusan karawitan dan 1 orang dari prodi musik dengan masa studi lebih dari 4 tahun,” ujarnya.

Baca Juga:  Tokopedia, OVO, dan Grab Bersatu Perangi COVID-19

Hal lain yang juga membahagiakan adalah  yudisium kali ini merupakan momen pertama kelulusan yang dapat merasakan akreditasi A, baik prodi maupun institusinya. “Kecuali prodi musik yang sedang proses reakreditasi,” imbuh Dekan FSP pada saat memberikan sambutan.

Ia juga berpesan kepada para lulusan agar terus membawa nama baik almamater dan mengikuti arus perubahan dengan bijak.

“Perubahan dunia yang begitu cepat harus disikapi dengan bijak dengan menjadi insan-insan yang disiplin, beretos kerja,berintegritas, adaptif, kreatif, dan inovatif. Karena dengan memiliki sikap tersebut kita akan tetap eksis merebut peluang dalam era persaingan ini,” tuturnya.

 Dekan FSP juga mengungkapkan lulusan FSP tidak hanya mampu mengisi formasi lowongan kerja yang tersedia, tetapi lebih hebat lagi sebagian dari mereka mampu menciptakan dan membuka lapangan kerja baru, seperti membuat usaha sanggar seni, sewa kostum tari, usaha pakaian penabuh, bisnis gamelan, menjadi penari topeng, bondres dan sebagainya.

Baca Juga:  Miyabi Diinterogasi, DJ Barbie Kesal, Tuding Aparat Cari Kesalahan

“Ini juga merupakan suatu kebanggaan bagi kami, ke depannya diharapkan lulusan FSP mampu menembus peluang yang tadinya belum terfikirkan supaya menjadi lahan profesi baru, seperti kritikus seni, jurnalis seni, impresario seni, atau profesi lainnya,” tutupnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/