alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Jokowi: Di Era Melimpahnya Missinformasi, Pers Makin Diperlukan

Laporan: Rosihan Anwar dari Padang, Sumatera Barat

PADANG –  Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mencapai puncaknya, Jumat (9/2). Agenda yang dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut, digelar di kawasan Danau Cimpago, Pantai Padang. 

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengatakan, analisa dan spekulasi lima tahun terakhir, bahwa media massa (pers) mainstream akan terus digeser oleh media sosial dan media baru belum sepenuhnya benar.

”Saya percaya. Bahwa di era lompatan-lompatan kemajuan teknologi, di era melimpahnya informasi dan melimpahnya missinformasi, justru pers makin diperlukan,” ujar Jokowi.

Ditambahkannya, Pers makin diperlukan untuk menjadi pilar penegak penyampaian kebenaran. Pers makin diperlukan sebagai pilar penegak fakta-fakta. Serta penegak aspirasi masyarakat di era revolusi industry yang serba digital.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prastyo mengatakan, saat ini Indonesia adalah salah satu Negara dengan tingkat kebebasan pers yang baik. Dengan index pers bebas dan tidak bebas mencapai 65-70.  Saat ini pihaknya mencatat ada sekitar 47.000 media di Indonesia. “Saat ini kami dari Dewan Pers terus menggalakkan kompetensi wartawan. Juga verifikasi media. Sejauh ini, tercatat sudah 14.000 wartawan kompeten,” ungkap Yosep. Sayang, secara internasional, posisi pers Indonesia masih ada di nomor 124 se-Dunia.

”Kami sudah pertanyakan hal itu ke UNESCO. Namun, ada perbedaan indikator penilaian. Salah satunya adalah Pers sebagai pengawal kebangsaan,” tandas Yosep.

Dalam puncak HPN yang juga dihadiri Ketua PWI Pusat Margiono tersebut, juga diserahkan sejumlah penghargaan. Di antaranya Pena Emas untuk Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Bupati Tabalong, Kalsel Anang Syakhfiani. Serta Penghargaan Adinegoro untuk 7 Kategori, di mana salah satunya untuk Kategori Foto yang diterima Fotografer Surat Kabar Jawa Pos Raka Denny (selengkapnya baca grafis). (*)  

 PENGHARGAAN BIDANG PERS HPN 2018

 1.    Pena Emas:

–        Soekarwo (Gubernur Jawa Timur)

–        Anang Syakhfiani (Bupati Tabalong, Kalsel)

 2.    Pengabdian Bidang Pers:

– Fikri Jufri (Majalah Tempo) (Lifetime Achievement)

– Harjoko Trisnadi (Majalah Tempo) (Pengabdian Bidang Pers)

– Bernard Soedarmara (Direktur Eksekutif SPG) (Pengabdian Bidang Pers)

 3.    Penghargaan Masyarakat Pers:

–        Keluarga Adinegoro

–        Keluarga Rosihan Anwar

–        Keluarga Rohanna Kudus

 4.    Penghargaan Adinegoro Untuk 7 Kategori:

1.    Muhammad Amin (Riau Pos) (Kategori Indepth Reporting)

2.    Raka Denny (Jawa Pos) (Kategori Foto)

3.    Budi Setyo Widodo (Media Indonesia) (Kategori Karikatur)

4.    Rivo Pahlevi Akbarsyah (Trans7) (Kategori Televisi)

5.    Surya S. Thalib (RRI Nunukan) (Kategori Radio)

6.    Haryo Damardono (Kompas) (Kategori Siber)

7.    A. Sapto Anggoro (www.tirto.co.id) (Media Siber Terinovantif)

5.    Penghargaan Kepeloporan Media

–        Surat Kabar Harian Republika (Media yang mempelopori berita online)

–        Majalah Jurnal Perempuan (Media yang memperjuangkan hak perempuan)

–        Remy Silado (Tokoh Penulisan Musik dan Puisi di Media)

–        Majalah Penyebar Semangat (Media pelestari budaya dan sastra Jawa)

–        Majalah Jaya Baya (Media pelestari budaya dan sastra Jawa)

–        Majalah Mangle (Media pelestari budaya dan sastra Sunda)

–        Majalah Suara Muhammadiyah (Media dakwah)

–        Majalah Nahdalatul Ulama ( Media dakwah)

 



Laporan: Rosihan Anwar dari Padang, Sumatera Barat

PADANG –  Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mencapai puncaknya, Jumat (9/2). Agenda yang dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut, digelar di kawasan Danau Cimpago, Pantai Padang. 

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengatakan, analisa dan spekulasi lima tahun terakhir, bahwa media massa (pers) mainstream akan terus digeser oleh media sosial dan media baru belum sepenuhnya benar.

”Saya percaya. Bahwa di era lompatan-lompatan kemajuan teknologi, di era melimpahnya informasi dan melimpahnya missinformasi, justru pers makin diperlukan,” ujar Jokowi.

Ditambahkannya, Pers makin diperlukan untuk menjadi pilar penegak penyampaian kebenaran. Pers makin diperlukan sebagai pilar penegak fakta-fakta. Serta penegak aspirasi masyarakat di era revolusi industry yang serba digital.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prastyo mengatakan, saat ini Indonesia adalah salah satu Negara dengan tingkat kebebasan pers yang baik. Dengan index pers bebas dan tidak bebas mencapai 65-70.  Saat ini pihaknya mencatat ada sekitar 47.000 media di Indonesia. “Saat ini kami dari Dewan Pers terus menggalakkan kompetensi wartawan. Juga verifikasi media. Sejauh ini, tercatat sudah 14.000 wartawan kompeten,” ungkap Yosep. Sayang, secara internasional, posisi pers Indonesia masih ada di nomor 124 se-Dunia.

”Kami sudah pertanyakan hal itu ke UNESCO. Namun, ada perbedaan indikator penilaian. Salah satunya adalah Pers sebagai pengawal kebangsaan,” tandas Yosep.

Dalam puncak HPN yang juga dihadiri Ketua PWI Pusat Margiono tersebut, juga diserahkan sejumlah penghargaan. Di antaranya Pena Emas untuk Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Bupati Tabalong, Kalsel Anang Syakhfiani. Serta Penghargaan Adinegoro untuk 7 Kategori, di mana salah satunya untuk Kategori Foto yang diterima Fotografer Surat Kabar Jawa Pos Raka Denny (selengkapnya baca grafis). (*)  

 PENGHARGAAN BIDANG PERS HPN 2018

 1.    Pena Emas:

–        Soekarwo (Gubernur Jawa Timur)

–        Anang Syakhfiani (Bupati Tabalong, Kalsel)

 2.    Pengabdian Bidang Pers:

– Fikri Jufri (Majalah Tempo) (Lifetime Achievement)

– Harjoko Trisnadi (Majalah Tempo) (Pengabdian Bidang Pers)

– Bernard Soedarmara (Direktur Eksekutif SPG) (Pengabdian Bidang Pers)

 3.    Penghargaan Masyarakat Pers:

–        Keluarga Adinegoro

–        Keluarga Rosihan Anwar

–        Keluarga Rohanna Kudus

 4.    Penghargaan Adinegoro Untuk 7 Kategori:

1.    Muhammad Amin (Riau Pos) (Kategori Indepth Reporting)

2.    Raka Denny (Jawa Pos) (Kategori Foto)

3.    Budi Setyo Widodo (Media Indonesia) (Kategori Karikatur)

4.    Rivo Pahlevi Akbarsyah (Trans7) (Kategori Televisi)

5.    Surya S. Thalib (RRI Nunukan) (Kategori Radio)

6.    Haryo Damardono (Kompas) (Kategori Siber)

7.    A. Sapto Anggoro (www.tirto.co.id) (Media Siber Terinovantif)

5.    Penghargaan Kepeloporan Media

–        Surat Kabar Harian Republika (Media yang mempelopori berita online)

–        Majalah Jurnal Perempuan (Media yang memperjuangkan hak perempuan)

–        Remy Silado (Tokoh Penulisan Musik dan Puisi di Media)

–        Majalah Penyebar Semangat (Media pelestari budaya dan sastra Jawa)

–        Majalah Jaya Baya (Media pelestari budaya dan sastra Jawa)

–        Majalah Mangle (Media pelestari budaya dan sastra Sunda)

–        Majalah Suara Muhammadiyah (Media dakwah)

–        Majalah Nahdalatul Ulama ( Media dakwah)

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/