alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Kakanwil Kementerian Agama Bali Gelar Rakor Kerukunan Beragama

DENPASAR, Radar Bali– Sambut Hari Raya Nyepi, Minggu (14/3), Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali menggelar rapat koordinasi (rakor) kerukunan umar beragama tahun 2021. Acara dengan protokol kesehatan ketat itu bertema “Tetap Jaga Kerukunan di Masa Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Rukun, Indonesia Maju”. 

Rakor di The Vasini Hotel, Denpasar, Rabu (10/2) itu menghadirkan sejumlah tokoh kerukunan umat beragama di Bali. Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Komang Sri Marhaeni mengatakan rakor bertujuan membuat kesepakatan bersama yang akan ditindaklanjuti kabupaten/kota se-Bali. 

“Tujuannya, walaupun di tengah pandemi Covid-19, catur brata penyepian harus berjalan dengan baik. Bali tetap rukun dan damai,” ungkapnya. Sri Marhaeni menekankan hasil kesepakatan akan disosialisasikan hingga ke grassroots atau akar rumput dan kanwil di kabupaten/kota tidak lagi membuat keputusan bersama.

Baca Juga:  HUT Radar Bali, Doa dan Dukungan Mulai Mengalir

Ketua Panitia IB Dibya menyampaikan rakor membahas terkait seruan Nyepi Caka 1943 dalam rangka menyamakan persepsi antar umat beragama. “Hari Raya Nyepi merupakan momentum dalam rangka meningkatkan toleransi antar umar beragama. Dalam pelaksanaannya sangat unik dan satu-satunya di dunia yang bisa menghentikan kegiatan selama 24 jam,” ungkapnya. (ken)



DENPASAR, Radar Bali– Sambut Hari Raya Nyepi, Minggu (14/3), Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali menggelar rapat koordinasi (rakor) kerukunan umar beragama tahun 2021. Acara dengan protokol kesehatan ketat itu bertema “Tetap Jaga Kerukunan di Masa Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Rukun, Indonesia Maju”. 

Rakor di The Vasini Hotel, Denpasar, Rabu (10/2) itu menghadirkan sejumlah tokoh kerukunan umat beragama di Bali. Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Komang Sri Marhaeni mengatakan rakor bertujuan membuat kesepakatan bersama yang akan ditindaklanjuti kabupaten/kota se-Bali. 

“Tujuannya, walaupun di tengah pandemi Covid-19, catur brata penyepian harus berjalan dengan baik. Bali tetap rukun dan damai,” ungkapnya. Sri Marhaeni menekankan hasil kesepakatan akan disosialisasikan hingga ke grassroots atau akar rumput dan kanwil di kabupaten/kota tidak lagi membuat keputusan bersama.

Baca Juga:  HUT Radar Bali, Doa dan Dukungan Mulai Mengalir

Ketua Panitia IB Dibya menyampaikan rakor membahas terkait seruan Nyepi Caka 1943 dalam rangka menyamakan persepsi antar umat beragama. “Hari Raya Nyepi merupakan momentum dalam rangka meningkatkan toleransi antar umar beragama. Dalam pelaksanaannya sangat unik dan satu-satunya di dunia yang bisa menghentikan kegiatan selama 24 jam,” ungkapnya. (ken)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/