alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Cek Lima Part Safety Saat Mudik Bawa Motor

DENPASAR Mudik Lebaran menjadi momentum yang ditunggu para umat Islam untuk merayakan Idul Fitri  bersama keluarga  di kampung  halaman.

Salah satu alat transportasi yang digunakan untuk pergi mudik selain mobil adalah kendaraan sepeda motor roda dua.

Perjalanan mudik yang menghabiskan waktu  berjam-jam  untuk tiba di kampung halaman dapat menimbulkan resiko tinggi,  untuk itu kondisi kendaraan yang prima sangat menunjang kelancaran perjalanan pemudik.

Berikut 5 Part Safety yang wajib diperiksa Menjelang Mudik agar perjalanan nyaman; Ban, Rantai, Lampu/lampu, Klakson dan Rem.

1.BAN

Ban merupakan komponen chassis yang berfungsi untuk menopang beban kendaraan, menyerap goncangan dari permukaan jalan,mengubah dan mempertahankan arah perjalanan serta meneruskan gaya pengereman ke permukaan jalan. Sehingga Ban menjadi komponen yang sangat penting untuk selalu diperiksa tingkat Ke ausannya.

Untuk mengetahui tingkat ke ausan Ban bisa dilihat secara visual dari telapak ban yang sudah gundul,atau bisa dilihat juga dari indicator ke Ausan yang terdapat pada bagian samping ban.

Segeralah lakukan penggantian apabila ban mengalami ke Ausan, dan jangan lupa periksa selalu tekanan angin ban sepeda Motor Honda anda. Sehingga kendaraan nyaman dan stabil di kendarai

2.Rantai

Berfungsi untuk meneruskan putaran dari mesin ke roda belakang,rantai akan menjadi berbahaya apabila dibiarkan kendor, Rantai yang rusak atau kendor berisiko terlepas /putus saat dikendarai atau terlilit.

Baca Juga:  Kanwil Ditjen Perbendaharaan Bali Genjot Kinerja Pegawai

Selalu periksa kekendoran rantai,dan lakukan penyetelan dengan jarak toleransi kekendoran 2-3 Cm serta jangan lupa untuk dilumasi terlebih dahulu sebelum melakukan penyetelan,menggunakan oli baru dengan kekentalan 80-90W atau dapat juga menggunakan cairan pelumas rantai yang sudah banyak dijual dipasaran.

Lakukan penggantian rantai roda apabila sudah tidak bisa dilakukan penyetelan lagi. Untuk motor yang tidak menggunakan rantai roda  (Motor tipe matic) selalu lakukan penggantian V-Belt setiap 24.000 Km.

3.Lampu (Sistem penerangan )

Sistem beban dari kelistrikan ini berfungsi untuk menerangi jalan, untuk memberikan penglihatan bagi pengendara dan juga pengendara lain menyadari kehadiran anda,lampu sein berkedip untuk mengetahui anda akan berbelok.

Periksalah sudut pencahayaan (Sumbu Optik) kendaraan anda,pada panel instrumen ada indikator yang menyala saat ketika sinar jauh menyala,sehingga tidak menyilaukan pengendara dari arah berlawanan.

Untuk kendaraan yang menggunakan Bohlam lakukan penggantian apabila nyala lampu terlihat redup,atau bisa juga dilihat permukaan bohlam yang sudah hitam.

Periksa pula kedipan dari lampu sein kanan dan kiri,lampu sein yang tidak berkedip dapat pula disebabkan karena salah satu bohlam ada yang mati,lainnya periksa terhadap fungsi dari lampu rem, lampu akan menyala saat rem depan atau belakang di fungsikan.

Baca Juga:  PLN Bali Kian Getol Ajak Masyarakat Beralih ke Kendaraan Listrik

4.Klakson

Klakson berfungsi untuk memperingatkan atau memberikan sinyal kepada pejalan kaki atau kendaraan di sekitar anda, periksa terhadap tombol klakson apabila suara terdengar redup atau segera lakukan pemeriksaan ke AHASS terdekat apabila tidak keluar suara pada saat tombol ditekan.

5.Rem

Komponen yang berperan untuk mengurangi kecepatan kendaraan ini merupakan komponen yang sangat penting untuk selalu diperiksa,dipasaran ada dua jenis rem yang digunakan yaitu tipe rem tromol dan tipe rem Hidrolis,beda jenis rem beda pula cara pemeriksaannya.

Untuk rem tipe tromol lakukan pemeriksaan dengan melihat pada indikator keausan yang terdapat pada tromol itu sendiri. Gantilah kampas rem apabila indikator ke ausan sejajar dengan tanda segitiga pada drum kampas rem. Untuk rem tipe Hidrolis pemeriksaan ketebalan pad rem bisa dilihat dari tinggi permukaan minyak rem pada tangki reservoir (Master Cylinder) yang terdapat pada setang.

Apabila tinggi permukaan minyak mencapai LOWER Level, maka segera lakukan penggantian Pad Rem Hidrolis,dan setelah dilakukan penggantian Pad Rem Level minyak rem akan naik dengan sendirinya.

Semoga tips ini bermanfaat untuk pemudik, sehingga kenyamanan berkenadar tetap terjaga serta  jangan lupa tetap perhatikan keselamatan berkendara diperkuat pesan keselamatan yang digaungkan melalui kampanye #Cari_Aman.

 

 



DENPASAR Mudik Lebaran menjadi momentum yang ditunggu para umat Islam untuk merayakan Idul Fitri  bersama keluarga  di kampung  halaman.

Salah satu alat transportasi yang digunakan untuk pergi mudik selain mobil adalah kendaraan sepeda motor roda dua.

Perjalanan mudik yang menghabiskan waktu  berjam-jam  untuk tiba di kampung halaman dapat menimbulkan resiko tinggi,  untuk itu kondisi kendaraan yang prima sangat menunjang kelancaran perjalanan pemudik.

Berikut 5 Part Safety yang wajib diperiksa Menjelang Mudik agar perjalanan nyaman; Ban, Rantai, Lampu/lampu, Klakson dan Rem.

1.BAN

Ban merupakan komponen chassis yang berfungsi untuk menopang beban kendaraan, menyerap goncangan dari permukaan jalan,mengubah dan mempertahankan arah perjalanan serta meneruskan gaya pengereman ke permukaan jalan. Sehingga Ban menjadi komponen yang sangat penting untuk selalu diperiksa tingkat Ke ausannya.

Untuk mengetahui tingkat ke ausan Ban bisa dilihat secara visual dari telapak ban yang sudah gundul,atau bisa dilihat juga dari indicator ke Ausan yang terdapat pada bagian samping ban.

Segeralah lakukan penggantian apabila ban mengalami ke Ausan, dan jangan lupa periksa selalu tekanan angin ban sepeda Motor Honda anda. Sehingga kendaraan nyaman dan stabil di kendarai

2.Rantai

Berfungsi untuk meneruskan putaran dari mesin ke roda belakang,rantai akan menjadi berbahaya apabila dibiarkan kendor, Rantai yang rusak atau kendor berisiko terlepas /putus saat dikendarai atau terlilit.

Baca Juga:  Hadir di Bali, Tampil Semakin Unik dan Fashionable

Selalu periksa kekendoran rantai,dan lakukan penyetelan dengan jarak toleransi kekendoran 2-3 Cm serta jangan lupa untuk dilumasi terlebih dahulu sebelum melakukan penyetelan,menggunakan oli baru dengan kekentalan 80-90W atau dapat juga menggunakan cairan pelumas rantai yang sudah banyak dijual dipasaran.

Lakukan penggantian rantai roda apabila sudah tidak bisa dilakukan penyetelan lagi. Untuk motor yang tidak menggunakan rantai roda  (Motor tipe matic) selalu lakukan penggantian V-Belt setiap 24.000 Km.

3.Lampu (Sistem penerangan )

Sistem beban dari kelistrikan ini berfungsi untuk menerangi jalan, untuk memberikan penglihatan bagi pengendara dan juga pengendara lain menyadari kehadiran anda,lampu sein berkedip untuk mengetahui anda akan berbelok.

Periksalah sudut pencahayaan (Sumbu Optik) kendaraan anda,pada panel instrumen ada indikator yang menyala saat ketika sinar jauh menyala,sehingga tidak menyilaukan pengendara dari arah berlawanan.

Untuk kendaraan yang menggunakan Bohlam lakukan penggantian apabila nyala lampu terlihat redup,atau bisa juga dilihat permukaan bohlam yang sudah hitam.

Periksa pula kedipan dari lampu sein kanan dan kiri,lampu sein yang tidak berkedip dapat pula disebabkan karena salah satu bohlam ada yang mati,lainnya periksa terhadap fungsi dari lampu rem, lampu akan menyala saat rem depan atau belakang di fungsikan.

Baca Juga:  Pandemi Covid-19, Pramuka Kwarda Bali Goes to 4.0

4.Klakson

Klakson berfungsi untuk memperingatkan atau memberikan sinyal kepada pejalan kaki atau kendaraan di sekitar anda, periksa terhadap tombol klakson apabila suara terdengar redup atau segera lakukan pemeriksaan ke AHASS terdekat apabila tidak keluar suara pada saat tombol ditekan.

5.Rem

Komponen yang berperan untuk mengurangi kecepatan kendaraan ini merupakan komponen yang sangat penting untuk selalu diperiksa,dipasaran ada dua jenis rem yang digunakan yaitu tipe rem tromol dan tipe rem Hidrolis,beda jenis rem beda pula cara pemeriksaannya.

Untuk rem tipe tromol lakukan pemeriksaan dengan melihat pada indikator keausan yang terdapat pada tromol itu sendiri. Gantilah kampas rem apabila indikator ke ausan sejajar dengan tanda segitiga pada drum kampas rem. Untuk rem tipe Hidrolis pemeriksaan ketebalan pad rem bisa dilihat dari tinggi permukaan minyak rem pada tangki reservoir (Master Cylinder) yang terdapat pada setang.

Apabila tinggi permukaan minyak mencapai LOWER Level, maka segera lakukan penggantian Pad Rem Hidrolis,dan setelah dilakukan penggantian Pad Rem Level minyak rem akan naik dengan sendirinya.

Semoga tips ini bermanfaat untuk pemudik, sehingga kenyamanan berkenadar tetap terjaga serta  jangan lupa tetap perhatikan keselamatan berkendara diperkuat pesan keselamatan yang digaungkan melalui kampanye #Cari_Aman.

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/