alexametrics
29.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

FSP PAR – SPSI Bali Ambil Bagian di Even GCOR 2019

DENPASAR – Even aksi sungai bersih Radar Bali Digital (RadarBali.id) dan Jawa Pos Radar Bali cetak dengan tajuk, Go Clean Our River (GCOR) 2019 mengundang perhatian pula kalangan pekerja pariwisata.

Pekerja pariwisata yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pariwisata (FSP PAR) – SPSI Bali, menyatakan komitmennya untuk ambil bagian di even akbar yang akan berlangsung pada, 25 Agustus 2019.

Ketua FSP PAR – SPSI Bali, Putu Satyawira Marhaendra, menyatakan, keterpanggilan kalangan pekerja karena punya komitmen sama pada lingkungan bersih.

Khususnya fenomena Daerah Aliran Sungai (DAS) yang saat ini seolah menjadi daerah aliran sampah.

“Kebersihan lingkungan termasuk sungai bersih menjadi perhatian yang membuat citra pariwisata kian baik dimata para wisatawan,” ungkap Satyawira, kepada media ini tadi malam (13/8).

Baca Juga:  Festival Pesona Bau Nyale Lombok

Menurut Satyawira, sesungguhnya kebersihan lingkungan menjadi tanggungjawab masing-masing individu untuk menjamin lingkungan bersih.

Khususnya bagaimana mengurangi secara signifikan penggunaan plastik. Namun diakuinya, bahwa membangun kesadaran masyarakat tidak semudah membalikkan telapak tangan.

“Kami khususnya kalangan pekerja pariwisata, selalu mengingatkan anggota agar selalu menjaga lingkungan bersih. Salah satunya dengan memberi contoh tidak membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Bahkan, sebagai wujud komitmen dalam even ini, pihaknya juga akan menerjunkan puluhan anggota SP PAR – SPSI Bali ke lokasi kegiatan bersih sungai di Taman Mangrove, Jalan By Pass Ngurah Rai KM 21, Pemogan, Denpasar Selatan.

“Yang pasti pengurus dan anggota akan ikut terjun langsung ke lapangan memungut sampah di lokasi kegiatan,” kata Satyawira.

Baca Juga:  Gelar Lomba Memungut Sampah Plastik, Anggap Sampah Adalah Rejeki

Ditambahkan, jika sungai terbebas dari unsur pencemar, maka semua ekosistem sungai dan laut dapat terjaga dan bersimbiosis dengan baik.

Misalnya, biota laut dan ragam hayati didalamnya dapat mendukung terciptanya lingkungan yang asri dan sehat.



DENPASAR – Even aksi sungai bersih Radar Bali Digital (RadarBali.id) dan Jawa Pos Radar Bali cetak dengan tajuk, Go Clean Our River (GCOR) 2019 mengundang perhatian pula kalangan pekerja pariwisata.

Pekerja pariwisata yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pariwisata (FSP PAR) – SPSI Bali, menyatakan komitmennya untuk ambil bagian di even akbar yang akan berlangsung pada, 25 Agustus 2019.

Ketua FSP PAR – SPSI Bali, Putu Satyawira Marhaendra, menyatakan, keterpanggilan kalangan pekerja karena punya komitmen sama pada lingkungan bersih.

Khususnya fenomena Daerah Aliran Sungai (DAS) yang saat ini seolah menjadi daerah aliran sampah.

“Kebersihan lingkungan termasuk sungai bersih menjadi perhatian yang membuat citra pariwisata kian baik dimata para wisatawan,” ungkap Satyawira, kepada media ini tadi malam (13/8).

Baca Juga:  Gelar Lomba Memungut Sampah Plastik, Anggap Sampah Adalah Rejeki

Menurut Satyawira, sesungguhnya kebersihan lingkungan menjadi tanggungjawab masing-masing individu untuk menjamin lingkungan bersih.

Khususnya bagaimana mengurangi secara signifikan penggunaan plastik. Namun diakuinya, bahwa membangun kesadaran masyarakat tidak semudah membalikkan telapak tangan.

“Kami khususnya kalangan pekerja pariwisata, selalu mengingatkan anggota agar selalu menjaga lingkungan bersih. Salah satunya dengan memberi contoh tidak membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Bahkan, sebagai wujud komitmen dalam even ini, pihaknya juga akan menerjunkan puluhan anggota SP PAR – SPSI Bali ke lokasi kegiatan bersih sungai di Taman Mangrove, Jalan By Pass Ngurah Rai KM 21, Pemogan, Denpasar Selatan.

“Yang pasti pengurus dan anggota akan ikut terjun langsung ke lapangan memungut sampah di lokasi kegiatan,” kata Satyawira.

Baca Juga:  Menang Tipis Kontra KLS Galaxy, TSC Grand Wakili Gianyar di BEST 2020

Ditambahkan, jika sungai terbebas dari unsur pencemar, maka semua ekosistem sungai dan laut dapat terjaga dan bersimbiosis dengan baik.

Misalnya, biota laut dan ragam hayati didalamnya dapat mendukung terciptanya lingkungan yang asri dan sehat.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/