alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Matangkan Produk di Tahap Hacksprint

RadarBali.com – Setelah melewati tahapan Ignition dan Workshop, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Denpasar melaksanakan tahap Hacksprint yang telah berlangsung selama dua hari di Aula Lantai 4 STMIK Primakara mulai Sabtu (15/7) hingga Minggu (16/7) lalu.

Tahap Hacksprint kali ini diikuti oleh 19 tim startup yang telah lolos melewati tahap ignition dan workshop. Nah, kali ini di tahap Hacksprint bersama Acer sebagai Official Technology Partner akan memberi penghargaan kepada 3 tim terbaik.

“Di Hacksprint nanti peserta akan mematangkan ide produk mereka menjadi protoype yang sudah di validasi dan dapat mulai dites kepada calon penggunanya,” jelas Prasetyo Andy Wicaksono, Founder Code for Indonesia yang menjadi sprint master pada Hacksprint Denpasar ini. 

Baca Juga:  Alfamart Jaring Warung Tradisional Binaan di Karangasem

Mau tahu dong siapa yang berhasil mendapatkan sebuah chromebook dari Acer? Diantaranya adalah tim Indofunding, yaitu startup marketplace designed for developing market yang dapat mengefisiensi cost dan waktu produksi.

Tim ini memperoleh juara 1. Selanjutnya, juara 2 yaitu tim Shushi, sebuah startup e-commerce yang khusus menjual rumput laut hasil dari petaninya langsung dan membantu distribusi panennya.

Sementara juara 3 diraih Kinerja Bank, sebuah startup aplikasi penyedia data-data keuangan. Azhari Dadas, salah satu founder Shushi mengaku senang bisa meraih juara 2 di tahap Hacksprint.

“Ini membuktikan bahwa startup kami yang memiliki misi untuk membantu petani rumput laut Indonesia diapresiasi dengan baik,” ujarnya.

Azhari menuturkan bahwa pengalaman paling seru di tahap Hacksprint ini adalah ketika mereka diberikan masukan-masukan langsung oleh para mentor selama dua hari acara.

Baca Juga:  2nd Anniversary, Hotel Lombok Astoria Gelar Donor Darah

Para mentor sangat membantu mereka dalam mempertajam solusi yang akan mereka kembangkan.

“Selain itu, pengalaman yang tidak saya lupakan adalah membuat sebuah prototype dalam dua hari, yang mana hal tersebuttidak mudah untuk dilakukan. Kami harus bergadang semalaman. Namun itulah yang membuat kami menjadi tim yang solid,” tandasnya. 



RadarBali.com – Setelah melewati tahapan Ignition dan Workshop, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Denpasar melaksanakan tahap Hacksprint yang telah berlangsung selama dua hari di Aula Lantai 4 STMIK Primakara mulai Sabtu (15/7) hingga Minggu (16/7) lalu.

Tahap Hacksprint kali ini diikuti oleh 19 tim startup yang telah lolos melewati tahap ignition dan workshop. Nah, kali ini di tahap Hacksprint bersama Acer sebagai Official Technology Partner akan memberi penghargaan kepada 3 tim terbaik.

“Di Hacksprint nanti peserta akan mematangkan ide produk mereka menjadi protoype yang sudah di validasi dan dapat mulai dites kepada calon penggunanya,” jelas Prasetyo Andy Wicaksono, Founder Code for Indonesia yang menjadi sprint master pada Hacksprint Denpasar ini. 

Baca Juga:  Paperti Bali Gerak Buka Dompet Peduli NTT

Mau tahu dong siapa yang berhasil mendapatkan sebuah chromebook dari Acer? Diantaranya adalah tim Indofunding, yaitu startup marketplace designed for developing market yang dapat mengefisiensi cost dan waktu produksi.

Tim ini memperoleh juara 1. Selanjutnya, juara 2 yaitu tim Shushi, sebuah startup e-commerce yang khusus menjual rumput laut hasil dari petaninya langsung dan membantu distribusi panennya.

Sementara juara 3 diraih Kinerja Bank, sebuah startup aplikasi penyedia data-data keuangan. Azhari Dadas, salah satu founder Shushi mengaku senang bisa meraih juara 2 di tahap Hacksprint.

“Ini membuktikan bahwa startup kami yang memiliki misi untuk membantu petani rumput laut Indonesia diapresiasi dengan baik,” ujarnya.

Azhari menuturkan bahwa pengalaman paling seru di tahap Hacksprint ini adalah ketika mereka diberikan masukan-masukan langsung oleh para mentor selama dua hari acara.

Baca Juga:  Alfamart Jaring Warung Tradisional Binaan di Karangasem

Para mentor sangat membantu mereka dalam mempertajam solusi yang akan mereka kembangkan.

“Selain itu, pengalaman yang tidak saya lupakan adalah membuat sebuah prototype dalam dua hari, yang mana hal tersebuttidak mudah untuk dilakukan. Kami harus bergadang semalaman. Namun itulah yang membuat kami menjadi tim yang solid,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/