alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Diskes Bali Jadikan Donor Darah Sebagai Gaya Hidup Sehat

DENPASAR – Dinas Kesehatan (Diskes) Bali bersama Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Daerah Bali, dalam musyawarah daerah (Musda) VI yang berlangsung Sabtu (19/5) kemarin mengencangkan misi donor darah sebagai gaya hidup sehat.

 Hal tersebut disampaikan oleh Ketut Suarjaya, Kadiskes Bali yang menurutnya peran PDDI sangat besar di Bali, terutama dalam hal pemenuhan darah.

Menurut Suarjaya, Bali khususnya sangat memerlukan banyak darah. Salah satunya kebutuhan untuk ibu hamil yang melahirkan dalam setahun setidaknya membutuhkan 10 ribu kantong darah.

“Dan juga ribuan kantong darah bagi korban kecelakaan lalu lintas, kalau kita tidak menyiapkan cukup darah itu tentu akan sangat berbahaya bagi korban. Meski keluarga ikut mendonorkan darah kadang masih dianggap kurang, oleh karena itu peran dari pendonor sukarela dengan PDDI ini sangat menolong dan sangat membantu kekurangan darah tersebut,” papar Ketut Suarjaya.

Sementara PDDI tetap melakukan edukasi seperti seminar ataupun lokakarya untuk mengajak masyarakat tidak takut menjadi pendonor darah.

 “Harus dimulai dari PHBS, yakni perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini dan saat usia remaja mereka bisa melakukan pengecekan kesehatan secara minor yakni salah satunya saat melakukan donor darah.

 Kami terus mengedukasi hal demikian pada anak-anak remaja, sekolah-sekolah bagi pendonor pemula sehingga harapan kami membangun kesehatan melalui PHBS dan menjadikan donor darah sukarela sebagai gaya hidup sehat,” ujar Tjok Gede Agung Adyana selaku Ketua PPDI Bali.



DENPASAR – Dinas Kesehatan (Diskes) Bali bersama Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Daerah Bali, dalam musyawarah daerah (Musda) VI yang berlangsung Sabtu (19/5) kemarin mengencangkan misi donor darah sebagai gaya hidup sehat.

 Hal tersebut disampaikan oleh Ketut Suarjaya, Kadiskes Bali yang menurutnya peran PDDI sangat besar di Bali, terutama dalam hal pemenuhan darah.

Menurut Suarjaya, Bali khususnya sangat memerlukan banyak darah. Salah satunya kebutuhan untuk ibu hamil yang melahirkan dalam setahun setidaknya membutuhkan 10 ribu kantong darah.

“Dan juga ribuan kantong darah bagi korban kecelakaan lalu lintas, kalau kita tidak menyiapkan cukup darah itu tentu akan sangat berbahaya bagi korban. Meski keluarga ikut mendonorkan darah kadang masih dianggap kurang, oleh karena itu peran dari pendonor sukarela dengan PDDI ini sangat menolong dan sangat membantu kekurangan darah tersebut,” papar Ketut Suarjaya.

Sementara PDDI tetap melakukan edukasi seperti seminar ataupun lokakarya untuk mengajak masyarakat tidak takut menjadi pendonor darah.

 “Harus dimulai dari PHBS, yakni perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini dan saat usia remaja mereka bisa melakukan pengecekan kesehatan secara minor yakni salah satunya saat melakukan donor darah.

 Kami terus mengedukasi hal demikian pada anak-anak remaja, sekolah-sekolah bagi pendonor pemula sehingga harapan kami membangun kesehatan melalui PHBS dan menjadikan donor darah sukarela sebagai gaya hidup sehat,” ujar Tjok Gede Agung Adyana selaku Ketua PPDI Bali.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/