alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Drama Cinta ala Bali, Cinta Beda Kasta

RadarBali.com – Salah satu quotes cinta yang bertebaran di sosmed berbunyi, “cinta itu indah, apabila terjadi pada waktu dan orang yang tepat”.

Tapi, bagaimana jika cinta itu datang namun terhalang sekat bernama kasta? Fenomena ini lumrah terjadi di Bali.

Para remaja Bali pastinya sudah sering mendengar istilah tresna kehalangin kasta atau dalam Bahasa Indonesia berarti ‘cinta terhalang kasta’.

Membicarakan ending dari kisah cinta berbeda kasta pun selalu bisa bikin baper. Bagaimana tidak? Banyak hal yang mesti diperhitungkan untuk bisa mencapai fase happily ever after.

Ada konsekuensi yang harus ditanggung masing-masing pihak. Belum lagi restu keluarga yang biasanya sulit didapat jika menyangkut cinta beda “kelas” ini.

Seperti yang dialami oleh Tia dan Bram. Kedua sejoli ini sudah berpacaran selama lebih dari setahun.

Meski pun harus menjalani cinta beda kasta, Tia dan Bram masih bisa saling melengkapi hingga kini.

“Kalau bagi aku, lumayan susah sih. Karena di sini posisinya aku yang ngga berkasta. Jadi harus bisa menyesuaikan sama lingkungan dan keluarga dia yang berkasta,” ujar Tia yang menyandang kasta sudra ini.

Lalu apa sih yang membuat kalian memilih satu sama lain padahal ada kasta yang menghalangi? Ditanya demikian, keduanya melontarkan jawaban yang bikin baper banget.

“Aku sih ngga milih dia, dan ngga pernah ada rencana buat milih dia. Tapi seiring berjalannya waktu, akhirnya jadi sama dia,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan Bram adalah sosok yang peduli padanya. “Dia selalu berusaha ngejagain aku. Apalagi waktu musim-musim cari sekolah. Dia tetep anterin aku, bahkan nungguin aku selesai tes, padahal dia-nya ngga ikut tes,” imbuh Tia.

Sementara itu, Bram mengaku memilih Tia karena memang jatuh hati pada gadis itu. “Karena memang suka sama Tia.

Zaman sekrang ngga lagi memandang orang itu kastanya apa, kalau udah cinta, jalan aja,” tegas lelaki berkasta tjokorda itu.

Perjalanan cinta mereka bukannya mulus tanpa halangan. Apalagi dengan kondisi lingkungan yang berbeda.

“Masalah ada. Pernah ditegur sama keluarga masing-masing juga. Awalnya sih berniat udahan aja. Tapi ternyata ngga bisa, kami tetep saling kontak,” ungkap Tia.

Mereka pun punya tips sendiri untuk menjaga keawetan hubungannya. “Percaya satu sama lain,” ujar Bram singkat.

Tapi walaupun singkat, ngena banget yaa. Sementara, Tia mengatakan harus jujur satu sama lain. “Bahkan kalau pun itu masa lalu, kesusahan, atau hal-hal yang menyakitkan,” tandas Tia.



RadarBali.com – Salah satu quotes cinta yang bertebaran di sosmed berbunyi, “cinta itu indah, apabila terjadi pada waktu dan orang yang tepat”.

Tapi, bagaimana jika cinta itu datang namun terhalang sekat bernama kasta? Fenomena ini lumrah terjadi di Bali.

Para remaja Bali pastinya sudah sering mendengar istilah tresna kehalangin kasta atau dalam Bahasa Indonesia berarti ‘cinta terhalang kasta’.

Membicarakan ending dari kisah cinta berbeda kasta pun selalu bisa bikin baper. Bagaimana tidak? Banyak hal yang mesti diperhitungkan untuk bisa mencapai fase happily ever after.

Ada konsekuensi yang harus ditanggung masing-masing pihak. Belum lagi restu keluarga yang biasanya sulit didapat jika menyangkut cinta beda “kelas” ini.

Seperti yang dialami oleh Tia dan Bram. Kedua sejoli ini sudah berpacaran selama lebih dari setahun.

Meski pun harus menjalani cinta beda kasta, Tia dan Bram masih bisa saling melengkapi hingga kini.

“Kalau bagi aku, lumayan susah sih. Karena di sini posisinya aku yang ngga berkasta. Jadi harus bisa menyesuaikan sama lingkungan dan keluarga dia yang berkasta,” ujar Tia yang menyandang kasta sudra ini.

Lalu apa sih yang membuat kalian memilih satu sama lain padahal ada kasta yang menghalangi? Ditanya demikian, keduanya melontarkan jawaban yang bikin baper banget.

“Aku sih ngga milih dia, dan ngga pernah ada rencana buat milih dia. Tapi seiring berjalannya waktu, akhirnya jadi sama dia,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan Bram adalah sosok yang peduli padanya. “Dia selalu berusaha ngejagain aku. Apalagi waktu musim-musim cari sekolah. Dia tetep anterin aku, bahkan nungguin aku selesai tes, padahal dia-nya ngga ikut tes,” imbuh Tia.

Sementara itu, Bram mengaku memilih Tia karena memang jatuh hati pada gadis itu. “Karena memang suka sama Tia.

Zaman sekrang ngga lagi memandang orang itu kastanya apa, kalau udah cinta, jalan aja,” tegas lelaki berkasta tjokorda itu.

Perjalanan cinta mereka bukannya mulus tanpa halangan. Apalagi dengan kondisi lingkungan yang berbeda.

“Masalah ada. Pernah ditegur sama keluarga masing-masing juga. Awalnya sih berniat udahan aja. Tapi ternyata ngga bisa, kami tetep saling kontak,” ungkap Tia.

Mereka pun punya tips sendiri untuk menjaga keawetan hubungannya. “Percaya satu sama lain,” ujar Bram singkat.

Tapi walaupun singkat, ngena banget yaa. Sementara, Tia mengatakan harus jujur satu sama lain. “Bahkan kalau pun itu masa lalu, kesusahan, atau hal-hal yang menyakitkan,” tandas Tia.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/