alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Melahirkan Pembina untuk generasi milenial di era digital

SMA PGRI Blahbatuh mengadakan Kursus Mahir Dasar Pramuka bagi guru-guru di sekolahnya. Kegiatan pembukaan KMD berlangsung di ruang pertemuan SMA PGRI Blahbatuh itu di buka oleh Ketua Harian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Gianyar Drs.  I Gusti Ngurah Wijana, M.M.,M.Pd, yang ditandai dengan penancapan kapak.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala UPT. Pendidikan Provinsi Bali Kabupaten Gianyar, Camat Blahbatuh, Kapolsek Blahbatuuh, Danramil Blahbatuh, Andalan Cabang, Kepala Pusdiklatcab Pramuka Gianyar dan para pelatih.

Ketua Panitia Kegiatan yang sekaligus juga Kepala SMA PGRI Blahbatuh Drs. I Nyoman Sarwa, LS dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan dilakukannya KMD untuk guru-guru di SMA PGRI Blahbatuh adalah selain meningkatkan jumlah Pembina Pramuka namun juga upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan Kepramukaan di gugus depan yang bermuara pada proses pendidikan karakter peserta  didik di sekolah.

 “Kegiatan KMD ini diaksanakan dari tanggal 21 sampai dengab 26 Juni 2018. Adapun jumlah pesertanya sebanyak 40 orang, dengan rincian 24 putri dan 16 putra,”ujar Kak Sarwa yang juga menjabat Waka Binawasa Kwarcab Gianyar.

Baca Juga:  Serunya Virtual Launching All New Honda CB 150 R StreetFire Bali

Sementara, Ketua Harian Kwarcab Gianyar dalam sambutannya memberi apresiasi atas pelaksanaan KMD di SMA PGRI Blahbatuh dan mendorong seluruh sekolah untuk melaksanakan kegiatan seperti ini dalam rangka mencetak Pembina Pramuka di gugus depan.

Dalam sambutannya pula, Kak Ngurah menekankan penting adanya inovasi, kreasi kegiatan Pramuka dalam menghadapai tantangan jaman di era digital ini dan juga mulai mendekatkan diri kepada aktivitas di masyarakat seperti yang sudah mulai digagas oleh Kwarcab Gianyar melalui konten digital dan Pramuka Peduli.

Pramuka harus mampu beradaptasi dan mengemas kegiatan Pramuka menjadi kekinian dan hal tersebut menuntut daya kreasi dan semangat dari pembina itu sendiri untuk terus memperbaharui diri.

“Gerakan Pramuka sangat dipercaya oleh Pemerintah dan masyarakat luas karena sudah terbukti dengan kurikulum yang baik sehingga mampu mendidik generasi muda memiliki karakter Manusia Pancasila seperti yang sering dinyanyikan dalam lirik Hymne Pramuka dan sesuai dengan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka itu sendiri. Oleh karena itu, mari kita jawab tantangan dan kepercayaan tersebut dengan terus meningkatkan diri, berinovasi, karena generasi yang kita didik adalah generasi milenial dan generasi melek digital” pungkasnya.

Baca Juga:  Bekraf Dorong Pelaku IKM Kembangkan Omzet Via Digital Entrepreneur

Kepala Pusdiklatcab Pramuka Gianyar I Made Wibawa, S.Pd.,M.Pd.,LG menyatakan bahwa dengan minat siswa yang semakin tinggi terhadap aktivitas Pramuka, sangat penting dilaksanakan Kursus Mahir Dasar Pramuka untuk meningkatkan kuantitas jumlah pembina dan meningkatkan kualitas pembina dalam rangka mengelola aktivitas Pramuka di Gugus Depan.

 “Dan kami mulai mencoba untuk menerapkan Model KMD pola segmental walaupun belum secara menyeluruh. Kurikulum itu arahnya ke implementasi secara nyata tentang metode Kepramukaan dan peserta tidak dicampuradukan sehingga peserta KMD untuk golongan Siaga, Penggalang, Penegak dan Pendega dipisah sehingga segmennya jelas”. tandasnya. (cb)



SMA PGRI Blahbatuh mengadakan Kursus Mahir Dasar Pramuka bagi guru-guru di sekolahnya. Kegiatan pembukaan KMD berlangsung di ruang pertemuan SMA PGRI Blahbatuh itu di buka oleh Ketua Harian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Gianyar Drs.  I Gusti Ngurah Wijana, M.M.,M.Pd, yang ditandai dengan penancapan kapak.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala UPT. Pendidikan Provinsi Bali Kabupaten Gianyar, Camat Blahbatuh, Kapolsek Blahbatuuh, Danramil Blahbatuh, Andalan Cabang, Kepala Pusdiklatcab Pramuka Gianyar dan para pelatih.

Ketua Panitia Kegiatan yang sekaligus juga Kepala SMA PGRI Blahbatuh Drs. I Nyoman Sarwa, LS dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan dilakukannya KMD untuk guru-guru di SMA PGRI Blahbatuh adalah selain meningkatkan jumlah Pembina Pramuka namun juga upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan Kepramukaan di gugus depan yang bermuara pada proses pendidikan karakter peserta  didik di sekolah.

 “Kegiatan KMD ini diaksanakan dari tanggal 21 sampai dengab 26 Juni 2018. Adapun jumlah pesertanya sebanyak 40 orang, dengan rincian 24 putri dan 16 putra,”ujar Kak Sarwa yang juga menjabat Waka Binawasa Kwarcab Gianyar.

Baca Juga:  Gurihnya Bisnis Kuliner di Era Digital

Sementara, Ketua Harian Kwarcab Gianyar dalam sambutannya memberi apresiasi atas pelaksanaan KMD di SMA PGRI Blahbatuh dan mendorong seluruh sekolah untuk melaksanakan kegiatan seperti ini dalam rangka mencetak Pembina Pramuka di gugus depan.

Dalam sambutannya pula, Kak Ngurah menekankan penting adanya inovasi, kreasi kegiatan Pramuka dalam menghadapai tantangan jaman di era digital ini dan juga mulai mendekatkan diri kepada aktivitas di masyarakat seperti yang sudah mulai digagas oleh Kwarcab Gianyar melalui konten digital dan Pramuka Peduli.

Pramuka harus mampu beradaptasi dan mengemas kegiatan Pramuka menjadi kekinian dan hal tersebut menuntut daya kreasi dan semangat dari pembina itu sendiri untuk terus memperbaharui diri.

“Gerakan Pramuka sangat dipercaya oleh Pemerintah dan masyarakat luas karena sudah terbukti dengan kurikulum yang baik sehingga mampu mendidik generasi muda memiliki karakter Manusia Pancasila seperti yang sering dinyanyikan dalam lirik Hymne Pramuka dan sesuai dengan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka itu sendiri. Oleh karena itu, mari kita jawab tantangan dan kepercayaan tersebut dengan terus meningkatkan diri, berinovasi, karena generasi yang kita didik adalah generasi milenial dan generasi melek digital” pungkasnya.

Baca Juga:  PPSAKK Pusat Lantik GEMA Karangasem

Kepala Pusdiklatcab Pramuka Gianyar I Made Wibawa, S.Pd.,M.Pd.,LG menyatakan bahwa dengan minat siswa yang semakin tinggi terhadap aktivitas Pramuka, sangat penting dilaksanakan Kursus Mahir Dasar Pramuka untuk meningkatkan kuantitas jumlah pembina dan meningkatkan kualitas pembina dalam rangka mengelola aktivitas Pramuka di Gugus Depan.

 “Dan kami mulai mencoba untuk menerapkan Model KMD pola segmental walaupun belum secara menyeluruh. Kurikulum itu arahnya ke implementasi secara nyata tentang metode Kepramukaan dan peserta tidak dicampuradukan sehingga peserta KMD untuk golongan Siaga, Penggalang, Penegak dan Pendega dipisah sehingga segmennya jelas”. tandasnya. (cb)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/