alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Membanggakan, Empat Siswa Trisma ke Jepang

DENPASAR – SMA Negeri 3 (Trisma) Denpasar kembali moncer. Menuju olimpiade internasional. Kali ini, giliran empat siswanya bawa hasil penelitian mereka ke ajang Water is Life 2018 berlangsung di Tokyo, Jepang, pada 24-28 Juli mendatang.

Bertekad besar, penelitian sekitar 6 bulan, hasil karya siswa ekstra kulikuler Karya Jusnalitik Widya Padma Trisma optimistis membawa pulang medali kejuaraan. 

Mereka; Made Fajar Gawtama, Nyoman Tri Sendyana, Ngurah Yudhis Waisnawa Putra, dan Rama Gerald Jade melakukan penelitian terhadap Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Kampung Kodok, Tabanan.

Penelitian dengan evaluasi program pemerintah. Yakni, sanitasi berbasis masyarakat gunakan IPAL.  Penggunaan air limbah yang berhubunagn dengan sanitasi dilakukan pengolahan agar tidak mencemari sungai. 

’’Evaluasi kami melihat efektif apa tidak sanitasi ini berfungsi, dari hasil laboratorium dan benda fisik. Apakah benda yang digunakan dalam kolek airnya berfungsi dengan baik apa tidak, dan hasil uji laboratorium sudah sesuai apa belum,’’ jelas Rama, yang kini duduk di kelas XI IPA Trisma. 

Baca Juga:  Sewa Jet Pribadi, Siapkan Dana Hampir Semiliar untuk Bali ke Darwin

Selain itu, pihaknya juga evaluasi aspek sosial, manajemen, dan pembangunan berkelanjutan terhadap sanitasi berbasis masyarakat dengan pengelolaan IPAL tersebut.

’’Dan dari evaluasi kami, masyarakat menyatakan ini sangat berperan penting untuk kelangsungan hidup mereka, dan dampaknya positif. Yakni, perubahan pola hidup yang sebelumnya membuang sampah di sungai jadi pola hidup yang lebih sehat,’’ tambah Rama. 

Penelitian dilakukan dari Desember 2017 sampai Juli 2018 ini, dinyatakan bukan hanya penelitian tentang air, dan yang menjadi poin penting dari penelitian ini masuk ke dalam community base.

’’Selama di Jepang, kami tidak hanya presentasi tentang penelitian. Nanti kami berempat membawakan Tari Baris,’’ tambahnya lagi. 

Salah seorang perwakilan orang tua, Agus, orang tua Rama, berharap penelitian ini selanjutnya bermanfaat bagi masyarakat dan juga pendidikan selanjutnya.

Baca Juga:  ITDC Gelar Mudik Gratis dan Santuni Anak Yatim

Kepala Sekolah Trisma Ida Bagus Sudirga mengaku bangga dan sangat mengapresiasi karya siswa. Dia berharap empat siswa Trisma mampu memberikan yang terbaik.

’’Kami men-support, dan semoga kemampuan ini harus terus dieksplore di kancah internasional. Dan selanjutnya ditularkan ke adik-adik kelas,’’ tutur Sudirga.

Sebelumnya, Trisma raih medali perak Olimpiade International Sains di New York, dan perunggu Olimpiade Geografi tingkat nasional. 



DENPASAR – SMA Negeri 3 (Trisma) Denpasar kembali moncer. Menuju olimpiade internasional. Kali ini, giliran empat siswanya bawa hasil penelitian mereka ke ajang Water is Life 2018 berlangsung di Tokyo, Jepang, pada 24-28 Juli mendatang.

Bertekad besar, penelitian sekitar 6 bulan, hasil karya siswa ekstra kulikuler Karya Jusnalitik Widya Padma Trisma optimistis membawa pulang medali kejuaraan. 

Mereka; Made Fajar Gawtama, Nyoman Tri Sendyana, Ngurah Yudhis Waisnawa Putra, dan Rama Gerald Jade melakukan penelitian terhadap Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Kampung Kodok, Tabanan.

Penelitian dengan evaluasi program pemerintah. Yakni, sanitasi berbasis masyarakat gunakan IPAL.  Penggunaan air limbah yang berhubunagn dengan sanitasi dilakukan pengolahan agar tidak mencemari sungai. 

’’Evaluasi kami melihat efektif apa tidak sanitasi ini berfungsi, dari hasil laboratorium dan benda fisik. Apakah benda yang digunakan dalam kolek airnya berfungsi dengan baik apa tidak, dan hasil uji laboratorium sudah sesuai apa belum,’’ jelas Rama, yang kini duduk di kelas XI IPA Trisma. 

Baca Juga:  Layanan Pendidikan Berstandar Internasional, Raih Dua Sertifikat ISO

Selain itu, pihaknya juga evaluasi aspek sosial, manajemen, dan pembangunan berkelanjutan terhadap sanitasi berbasis masyarakat dengan pengelolaan IPAL tersebut.

’’Dan dari evaluasi kami, masyarakat menyatakan ini sangat berperan penting untuk kelangsungan hidup mereka, dan dampaknya positif. Yakni, perubahan pola hidup yang sebelumnya membuang sampah di sungai jadi pola hidup yang lebih sehat,’’ tambah Rama. 

Penelitian dilakukan dari Desember 2017 sampai Juli 2018 ini, dinyatakan bukan hanya penelitian tentang air, dan yang menjadi poin penting dari penelitian ini masuk ke dalam community base.

’’Selama di Jepang, kami tidak hanya presentasi tentang penelitian. Nanti kami berempat membawakan Tari Baris,’’ tambahnya lagi. 

Salah seorang perwakilan orang tua, Agus, orang tua Rama, berharap penelitian ini selanjutnya bermanfaat bagi masyarakat dan juga pendidikan selanjutnya.

Baca Juga:  Dinas Kesehatan Bali Lebih Proaktif Tangani TBC

Kepala Sekolah Trisma Ida Bagus Sudirga mengaku bangga dan sangat mengapresiasi karya siswa. Dia berharap empat siswa Trisma mampu memberikan yang terbaik.

’’Kami men-support, dan semoga kemampuan ini harus terus dieksplore di kancah internasional. Dan selanjutnya ditularkan ke adik-adik kelas,’’ tutur Sudirga.

Sebelumnya, Trisma raih medali perak Olimpiade International Sains di New York, dan perunggu Olimpiade Geografi tingkat nasional. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/