alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Kekurangan Imun, Prodia Edukasikan Penyebab Penyakit Autoimun

DENPASAR – Autoimun merupakan penyakit yang diakibatkan adanya gangguan sistem kekebalan tubuh (imun). Penyakit ini belum diketahui penyebab pastinya, sehingga sangat penting bagi masyarakat untuk mendapat informasi terkait penyakit autoimun tersebut.

Berikan pengetahuan memgenai penyakit Autoimun, Prodia menggelar seminar kesehatan pada Sabtu (21/4) lalu di Hotel Snaur Paradise Prime Plaza, Denpasar.

Seminar bertajuk Keep Strong Stay Healthy terhadap Penyakit Autoimun akan digelar di delapan kota di seluruh Indonesia, dan di Bali sendiri menghadirkan dr. I. A. Ratih Wulansari Manuaba.

Gde Kambayana yang memaparkan seputar patofisiologi, jenis-jenis autoimun, faktor risiko, diagnosis, pencegahan dan pengelolaan termasuk nutrisi, dan Regional Product Executive PT Prodia Widyahusada Tbk. Made Putra Semadhi, yang memaparkan seputar peran biomarker dalam penegakan diagnosis autoimun serta pemeriksaan pendukung.

Baca Juga:  Sepakat Kembangkan Cluster Ketahanan Pangan Sektor Ayam Pedaging

“Penyakit autoimun yang sering ditemukan adalah penyakit lupus dan rematik. Padahal terdapat lebih dari 80 tipe penyakit autoimun, salah satunya adalah penyakit lupus yang memiliki angka kejadian mencapai 0,5% dari total penduduk.”ujar dr. Ratih.

Diketahui pula bahwa prevalensi penyakit autoimun pada wanita lebih tinggi jumlahnya dibandingkan pada pria, Selain itu ia juga menyebutkan penyakit autoimun berhubungan dengan kekurangan vitamin D, disebutkan bahwa konsentrasi vitamin D pada pasien autoimun rendah.

“Biasanya lebih rentan menyerang usia produktif, penyakit ini lantaran faktor lingkungan dan gaya hidup. Salah satu vitamin yang berpengaruh terhadap sistrm imun kita adalah vitamin D yang bersumber dari telur, ikan, termasuk kalsium,” jelasnya.

Baca Juga:  CCEP Indonesia- Masyarakat Sinergi Bangun Negeri

Regional Product Executive PT Prodia Widyahusada Tbk. Made Putra juga mengatakan bahwa skrining autoimun bagi mereka yang sehat memang tidak ada. 

Selain pemeriksaan laboratoriun untuk memantau kecukupan vitamin D dalam tubuh, terdapat pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan untuk memantau kondisi mereka yang sudah mengalami autoimun. 

“Pemeriksaan autoimun yang tersedia diperuntukan bagi individu yang bergejala, untuk menapis apakah ada risiko mengalami autoimun atau tidak yaitu pemeriksaan ANA IF. Selain itu tersedia juga pemeriksaan untuk membantu menentukan jenis autoimun yang diderita yaitu ANA Profile, Anti dsDNA NcX, ProALD, AMA M2, dan lain lain. Tersedia pula pemeriksaan Vitamin D-25 OH Total untuk menilai kecukupan vitamin D dalam tubuh.” jelasnya. (ika) 



DENPASAR – Autoimun merupakan penyakit yang diakibatkan adanya gangguan sistem kekebalan tubuh (imun). Penyakit ini belum diketahui penyebab pastinya, sehingga sangat penting bagi masyarakat untuk mendapat informasi terkait penyakit autoimun tersebut.

Berikan pengetahuan memgenai penyakit Autoimun, Prodia menggelar seminar kesehatan pada Sabtu (21/4) lalu di Hotel Snaur Paradise Prime Plaza, Denpasar.

Seminar bertajuk Keep Strong Stay Healthy terhadap Penyakit Autoimun akan digelar di delapan kota di seluruh Indonesia, dan di Bali sendiri menghadirkan dr. I. A. Ratih Wulansari Manuaba.

Gde Kambayana yang memaparkan seputar patofisiologi, jenis-jenis autoimun, faktor risiko, diagnosis, pencegahan dan pengelolaan termasuk nutrisi, dan Regional Product Executive PT Prodia Widyahusada Tbk. Made Putra Semadhi, yang memaparkan seputar peran biomarker dalam penegakan diagnosis autoimun serta pemeriksaan pendukung.

Baca Juga:  Gratis, Cuci Mobil Avanza se-Bali pada Avanza Day

“Penyakit autoimun yang sering ditemukan adalah penyakit lupus dan rematik. Padahal terdapat lebih dari 80 tipe penyakit autoimun, salah satunya adalah penyakit lupus yang memiliki angka kejadian mencapai 0,5% dari total penduduk.”ujar dr. Ratih.

Diketahui pula bahwa prevalensi penyakit autoimun pada wanita lebih tinggi jumlahnya dibandingkan pada pria, Selain itu ia juga menyebutkan penyakit autoimun berhubungan dengan kekurangan vitamin D, disebutkan bahwa konsentrasi vitamin D pada pasien autoimun rendah.

“Biasanya lebih rentan menyerang usia produktif, penyakit ini lantaran faktor lingkungan dan gaya hidup. Salah satu vitamin yang berpengaruh terhadap sistrm imun kita adalah vitamin D yang bersumber dari telur, ikan, termasuk kalsium,” jelasnya.

Baca Juga:  Tawaran Menarik, Ayo Gaet Honda PCX160 di Honda Virtual Exhibition

Regional Product Executive PT Prodia Widyahusada Tbk. Made Putra juga mengatakan bahwa skrining autoimun bagi mereka yang sehat memang tidak ada. 

Selain pemeriksaan laboratoriun untuk memantau kecukupan vitamin D dalam tubuh, terdapat pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan untuk memantau kondisi mereka yang sudah mengalami autoimun. 

“Pemeriksaan autoimun yang tersedia diperuntukan bagi individu yang bergejala, untuk menapis apakah ada risiko mengalami autoimun atau tidak yaitu pemeriksaan ANA IF. Selain itu tersedia juga pemeriksaan untuk membantu menentukan jenis autoimun yang diderita yaitu ANA Profile, Anti dsDNA NcX, ProALD, AMA M2, dan lain lain. Tersedia pula pemeriksaan Vitamin D-25 OH Total untuk menilai kecukupan vitamin D dalam tubuh.” jelasnya. (ika) 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/