alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Misi Kemanusiaan, STISPOL Wira Bhakti Berbagi Tali Asih dengan Sesama

DENPASAR – Gotong royong menjadi spirit nyata di tengah pandemi Covid-19. Pemandangan ini tersaji di aula Yayasan Kebaktian Proklamasi (YKP) Provinsi Bali, Sabtu (30/5).

Ketua YKP, I Gusti Ngurah Gede Yudana menghadiri langsung acara penyerahan paket sembako yang mengusung tema

“Bersama STISPOL Wira Bhakti Bergotong Royong dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19, Mari Kita Lawan dengan Hidup Bersih dan Menjaga Kesehatan”.

Patut ditiru, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) STISPOL Wira Bhakti Denpasar digelar dengan menerapkan protokol Covid-19.

“Kami berterima kasih kepada para donatur. Khususnya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Stispol Wira Bhakti yang ikut urunan dan berbagi kepada sesama di masa sulit ini,” ucap putra sulung pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai itu.

Baca Juga:  Intip Honda Virtual Exhibition, Ada Promo Super Hemat

Yayasan Kebaktian Proklamasi jelasnya didedikasikan untuk menanamkan rasa nasionalisme dan patriotisme pada masyarakat khususnya generasi muda.

“YKP selalu berorientasi pada masyarakat kecil. Dengan  berlandaskan Etos kerja YKP dan I Gusti Ngurah Rai sebagai ikon kami. Merdeka, merdeka, merdeka,” tegas Yudana.

Ketua STISPOL Wira Bhakti Denpasar Dr. I Nengah Merta S.Sos,.M.Si merinci bantuan paket sembako diprioritaskan kepada mahasiswa yang terkena PHK dan di Bali hidup merantau. 

Serta ditujukan pada petugas kebersihan, tukang kebun, dan penjaga keamanan. “Intinya Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISPOL) Wira Bhakti Denpasar peduli Covid-19.

Ini adalah misi kemanusiaan kami yang diinisiasi oleh adik-adik BEM. Semoga bisa meringankan beban pegawai dan mahasiswa kami yang terdampak,” ucapnya.

Baca Juga:  Cucu Jokowi Nikmati Hujan Salju di Snowland

Sementara itu, Ketua BEM STISPOL Wira Bhakti Denpasar, I Nyoman Suartawan menegaskan PKM yang digelar merupakan wujud pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat.

“Khususnya peduli masyarakat kampus. Banyak mahasiswa kami yang terdampak, di-PHK, dirumahkan, pengurangan jam kerja.

Situasi ini membuat banyak mahasiswa kami yang terdampak. Ini murni misi kemanusiaan,” ungkapnya. (rba)



DENPASAR – Gotong royong menjadi spirit nyata di tengah pandemi Covid-19. Pemandangan ini tersaji di aula Yayasan Kebaktian Proklamasi (YKP) Provinsi Bali, Sabtu (30/5).

Ketua YKP, I Gusti Ngurah Gede Yudana menghadiri langsung acara penyerahan paket sembako yang mengusung tema

“Bersama STISPOL Wira Bhakti Bergotong Royong dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19, Mari Kita Lawan dengan Hidup Bersih dan Menjaga Kesehatan”.

Patut ditiru, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) STISPOL Wira Bhakti Denpasar digelar dengan menerapkan protokol Covid-19.

“Kami berterima kasih kepada para donatur. Khususnya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Stispol Wira Bhakti yang ikut urunan dan berbagi kepada sesama di masa sulit ini,” ucap putra sulung pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai itu.

Baca Juga:  Mahasiswa ITB STIKOM Bali Ditantang Ciptakan Alat Deteksi Covid-19

Yayasan Kebaktian Proklamasi jelasnya didedikasikan untuk menanamkan rasa nasionalisme dan patriotisme pada masyarakat khususnya generasi muda.

“YKP selalu berorientasi pada masyarakat kecil. Dengan  berlandaskan Etos kerja YKP dan I Gusti Ngurah Rai sebagai ikon kami. Merdeka, merdeka, merdeka,” tegas Yudana.

Ketua STISPOL Wira Bhakti Denpasar Dr. I Nengah Merta S.Sos,.M.Si merinci bantuan paket sembako diprioritaskan kepada mahasiswa yang terkena PHK dan di Bali hidup merantau. 

Serta ditujukan pada petugas kebersihan, tukang kebun, dan penjaga keamanan. “Intinya Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISPOL) Wira Bhakti Denpasar peduli Covid-19.

Ini adalah misi kemanusiaan kami yang diinisiasi oleh adik-adik BEM. Semoga bisa meringankan beban pegawai dan mahasiswa kami yang terdampak,” ucapnya.

Baca Juga:  Cucu Jokowi Nikmati Hujan Salju di Snowland

Sementara itu, Ketua BEM STISPOL Wira Bhakti Denpasar, I Nyoman Suartawan menegaskan PKM yang digelar merupakan wujud pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat.

“Khususnya peduli masyarakat kampus. Banyak mahasiswa kami yang terdampak, di-PHK, dirumahkan, pengurangan jam kerja.

Situasi ini membuat banyak mahasiswa kami yang terdampak. Ini murni misi kemanusiaan,” ungkapnya. (rba)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/