alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Menengok Potensi Pantai Pasir Hitam di Desa Giri Emas

Bisa Melancong, Bisa Juga Terapi Pasir

Pantai Giri Emas selama ini dikenal sebagai rujukan warga untuk melancong. Utamanya yang mukim di Kecamatan Sawan. Tapi, selain digunakan sebagai tempat rekreasi, pantai ini juga punya potensi lain. Yakni terapi kesehatan dengan pasir hitam. Seperti apa?

 

Eka Prasetya, Buleleng

 

PANTAI di Desa Giri Emas masih kalah tersohor dengan pantai-pantai lain di Buleleng. Seperti Pantai Penimbangan apalagi Pantai Lovina. Namun pantai ini menyimpan banyak potensi.

 

Selama ini Pantai Giri Emas menjadi rujukan bagi warga di sekitar Kecamatan Sawan untuk melancong. Tiap sore pantai akan ramai pelancong, utamanya para remaja. Mereka sekadar duduk santai menikmati senja, ada pula yang berendam di pantai.

 

Bukan hanya potensi wisata, Pantai Giri Emas juga menyimpan potensi di bidang kesehatan. Pantai pasir hitam di wilayah ini berpotensi menjadi sarana terapi kesehatan. Kehangatan pasir pantai diyakini memperlancar peredaran darah.

 

Perbekel Giri Emas, Wayan Saputra menuturkan, terapi tersebut memanfaatkan kehangatan pasir pantai. Idealnya terapi dilakukan sekitar pukul 15.30 sore. Warga yang berminat melakukan terapi, akan dicek tensi darahnya.

“Karena terapi ini tidak cocok untuk yang darah tinggi. Jadi sebelum terapi, dicek dulu tensi darahnya. Kalau kondisi normal, baru dilanjutkan,” kata Saputra.

 

Selanjutnya pelancong akan ditimbun dengan pasir. Mulai dari bagian kaki hingga dada. Mereka juga akan diberikan aroma therapy, sehingga lebih rileks saat terapi. Tingkat kehangatan pasir berada di angka 45 derajat celcius.

 

“Sudah ada dosen dari Universitas Udayana yang meneliti potensi ini. Beliau menyatakan memang kondisi pantainya layak untuk terapi. Karena ada kandungan zat besi yang cukup besar,” imbuhnya.

 

Selain untuk terapi, pihaknya juga berencana mengembangkan pantai sebagai objek wisata tirta. Rencananya di lokasi tersebut akan disiapkan wahana air seperti speed boatbanana boatdoughnut boat, dan kano. Keberadaan wahana itu diharapkan menarik lebih banyak wisatawan, sehingga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

 

Lebih lanjut Saputra mengatakan, kini pihaknya tengah berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayahnya. Sehingga pengelolaan pantai bisa lebih optimal. Kemampuan yang dibutuhkan bukan semata-mata fasih bahasa asing, namun juga memiliki kemampuan penyelamatan.

 

“Karena kami proyeksi kedepan pantai ini jadi lokasi wisata tirta. Jadi aspek keselamatan pengunjung harus diperhatikan. Kami sedang kembangkan kemampuan masyarakat kami supaya bisa menjadi penyelamat pantai,” demikian Saputra. (*)

 

 



Pantai Giri Emas selama ini dikenal sebagai rujukan warga untuk melancong. Utamanya yang mukim di Kecamatan Sawan. Tapi, selain digunakan sebagai tempat rekreasi, pantai ini juga punya potensi lain. Yakni terapi kesehatan dengan pasir hitam. Seperti apa?

 

Eka Prasetya, Buleleng

 

PANTAI di Desa Giri Emas masih kalah tersohor dengan pantai-pantai lain di Buleleng. Seperti Pantai Penimbangan apalagi Pantai Lovina. Namun pantai ini menyimpan banyak potensi.

 

Selama ini Pantai Giri Emas menjadi rujukan bagi warga di sekitar Kecamatan Sawan untuk melancong. Tiap sore pantai akan ramai pelancong, utamanya para remaja. Mereka sekadar duduk santai menikmati senja, ada pula yang berendam di pantai.

 

Bukan hanya potensi wisata, Pantai Giri Emas juga menyimpan potensi di bidang kesehatan. Pantai pasir hitam di wilayah ini berpotensi menjadi sarana terapi kesehatan. Kehangatan pasir pantai diyakini memperlancar peredaran darah.

 

Perbekel Giri Emas, Wayan Saputra menuturkan, terapi tersebut memanfaatkan kehangatan pasir pantai. Idealnya terapi dilakukan sekitar pukul 15.30 sore. Warga yang berminat melakukan terapi, akan dicek tensi darahnya.

“Karena terapi ini tidak cocok untuk yang darah tinggi. Jadi sebelum terapi, dicek dulu tensi darahnya. Kalau kondisi normal, baru dilanjutkan,” kata Saputra.

 

Selanjutnya pelancong akan ditimbun dengan pasir. Mulai dari bagian kaki hingga dada. Mereka juga akan diberikan aroma therapy, sehingga lebih rileks saat terapi. Tingkat kehangatan pasir berada di angka 45 derajat celcius.

 

“Sudah ada dosen dari Universitas Udayana yang meneliti potensi ini. Beliau menyatakan memang kondisi pantainya layak untuk terapi. Karena ada kandungan zat besi yang cukup besar,” imbuhnya.

 

Selain untuk terapi, pihaknya juga berencana mengembangkan pantai sebagai objek wisata tirta. Rencananya di lokasi tersebut akan disiapkan wahana air seperti speed boatbanana boatdoughnut boat, dan kano. Keberadaan wahana itu diharapkan menarik lebih banyak wisatawan, sehingga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

 

Lebih lanjut Saputra mengatakan, kini pihaknya tengah berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayahnya. Sehingga pengelolaan pantai bisa lebih optimal. Kemampuan yang dibutuhkan bukan semata-mata fasih bahasa asing, namun juga memiliki kemampuan penyelamatan.

 

“Karena kami proyeksi kedepan pantai ini jadi lokasi wisata tirta. Jadi aspek keselamatan pengunjung harus diperhatikan. Kami sedang kembangkan kemampuan masyarakat kami supaya bisa menjadi penyelamat pantai,” demikian Saputra. (*)

 

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/