alexametrics
30.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Tumbang Dua Hari usai Disuntik Moderna, Tangan pun Bengkak Tiga Hari

Para tenaga kesehatan (Nakes) di Bali baru saja menerima suntikan vaksin ketiga untuk menambah daya tubuh melawan virus. Namun kali ini yang disuntikan adalah vaksin moderna, bukan sinovac seperti sebelumnya. Lalu apa reaksinya? 

 

I WAYAN WIDYANTARA, Badung

 

RASA deg-degan dialami oleh Kadek Yunita ketika akan menerima vaksin ketiga. Kadek merupakan salah satu tenaga kesehatan (Nakes) di salah satu pusat kesehatan masyarakat di Bali.

 

Sebagai Nakes, ia wajib menerima vaksin ketiga yang disuntikkan kepada dirinya. Vaksin booster (penguat) yang disuntikkan ini bermerek Moderna. Sebuah vaksin yang disumbangkan oleh Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia.

 

Dalam cerita Kadek, usai disunt vaksin ketiga, ia mengalami sejumlah gejala yang cukup hebat. Bahkan membuat dirinya tidak bisa bekerja selama dua hari karena efek dari vaksin Moderna ini.

 

 

“Efeknya banyak. Kadek kemarin sampai demam, muntah-muntah, sakit kepala sama lengan bengkak 3 hari dan sakit dua hari. Sebagian besar teman-teman Kadek juga gitu sih efeknya,” ujarnya kepada radarbali.id, Kamis (12/8/2021).

 

 

Artinya sempat menghambat pekerjaan? “Iya, gak kerja dua hari. Yang lain (Nakes) juga gitu,” jawab Kadek Yunita.

Baca Juga:  Klaster Keluarga Muncul di Klungkung, OTG Bakal Diisolasi di Hotel

 

Tidak bermaksud untuk menakut-nakuti, namun Kadek memang mengalami hal tersebut usai disuntik Moderna. Beda dengan sebelumnya, ia disuntik vaksin Sinovac.

 

“Kalau Sinovac, gak ada keluhan. Aman-aman saja. Moderna parah sih (efeknya),” ucap Kadek.

 

 

Dalam penelusuran radarbali.id dari sejumlah artikel, vaksin moderna ini merupakan suatu penemuan yang baru. Berbeda dengan sinovac, dimana vaksin sinovac, dibuat dengan virus yang dilemahkan kemudian disuntikan ke tubuh.

 

Sedangkan vaksin Moderna sendiri dibuat dengan memanfaatkan komponen materi genetic yang direkayasa. Meski metode ini baru didalam dunia kesehatan, namun dipercaya cukup efektif untuk memicu reaksi kekebalan tubuh terhadap virus.

 

Terkait dengan efek samping yang muncul terhadap para nakes ini juga diamini oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya. “Iya, memang KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) Moderna seperti itu,” ujarnya pada Kamis (12/8/2021).

 

 

Namun, lanjut Suarjaya, hingga saat ini belum ada laporan KIPI yang diterimanya cukup parah dan berbahaya untuk nakes itu sendiri. Bahkan, jumlah dosis untuk Bali, di mana sebelumnya sebanyak 28.900 dosis  vaksin, kemudian ada penambahan kembali yang diterima oleh Bali.

Baca Juga:  Hanya Bisa Selamatkan Rp20 Juta, Yang Rp450 Juta Hangus

Di sisi lain, Rumah Sakit Sanglah sendiri sudah melakukan vaksinasi terhadap para nakesnya yang jumlahnya sebanyak 4.087 nakes. Kabaghumas RSUP Sanglah, Dewa Kresna pun menyebut proses vaksinasi ketiga ini masih berjalan.

 

 

“Jumat kemarin (6/8) baru delapan ratusan yang sudah divaksin. Yang jelas, vaksinasi saat ini masih berjalan terus,” ujarnya saat dihubungi pada hari yang sama.

 

Hal itu juga dipertegas Direktur Medik Keperawatan dan Penunjang RSUP Sanglah dr Ketut Ariawati sebelumnya. Ia mengatakan tujuan pemberian vaksin ketiga ini untuk memperkuat nakes yang ada di RSUP Sanglah agar terhindar dari Covid-19.

 

 

“Oleh karena vaksin satu dan dua nakes masih banyak yang tumbang karena Covid-19, maka dari itu pemerintah memberikan vaksin yang ketiga untuk melindungi nakes,” ujarnya.

 

Untuk mempercepat proses vaksinasi, pihaknya menargetkan agar dapat 300 orang nakes agar divaksin dalam setiap harinya. Sedangkan untuk jumlah vaksin, dipastikan mencukupi sebagaimana permintaan RSUP Sanglah.


Para tenaga kesehatan (Nakes) di Bali baru saja menerima suntikan vaksin ketiga untuk menambah daya tubuh melawan virus. Namun kali ini yang disuntikan adalah vaksin moderna, bukan sinovac seperti sebelumnya. Lalu apa reaksinya? 

 

I WAYAN WIDYANTARA, Badung

 

RASA deg-degan dialami oleh Kadek Yunita ketika akan menerima vaksin ketiga. Kadek merupakan salah satu tenaga kesehatan (Nakes) di salah satu pusat kesehatan masyarakat di Bali.

 

Sebagai Nakes, ia wajib menerima vaksin ketiga yang disuntikkan kepada dirinya. Vaksin booster (penguat) yang disuntikkan ini bermerek Moderna. Sebuah vaksin yang disumbangkan oleh Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia.

 

Dalam cerita Kadek, usai disunt vaksin ketiga, ia mengalami sejumlah gejala yang cukup hebat. Bahkan membuat dirinya tidak bisa bekerja selama dua hari karena efek dari vaksin Moderna ini.

 

 

“Efeknya banyak. Kadek kemarin sampai demam, muntah-muntah, sakit kepala sama lengan bengkak 3 hari dan sakit dua hari. Sebagian besar teman-teman Kadek juga gitu sih efeknya,” ujarnya kepada radarbali.id, Kamis (12/8/2021).

 

 

Artinya sempat menghambat pekerjaan? “Iya, gak kerja dua hari. Yang lain (Nakes) juga gitu,” jawab Kadek Yunita.

Baca Juga:  Rumah Ludes Tinggal Puing, Hanya Tersisa Pakaian Melekat di Badan

 

Tidak bermaksud untuk menakut-nakuti, namun Kadek memang mengalami hal tersebut usai disuntik Moderna. Beda dengan sebelumnya, ia disuntik vaksin Sinovac.

 

“Kalau Sinovac, gak ada keluhan. Aman-aman saja. Moderna parah sih (efeknya),” ucap Kadek.

 

 

Dalam penelusuran radarbali.id dari sejumlah artikel, vaksin moderna ini merupakan suatu penemuan yang baru. Berbeda dengan sinovac, dimana vaksin sinovac, dibuat dengan virus yang dilemahkan kemudian disuntikan ke tubuh.

 

Sedangkan vaksin Moderna sendiri dibuat dengan memanfaatkan komponen materi genetic yang direkayasa. Meski metode ini baru didalam dunia kesehatan, namun dipercaya cukup efektif untuk memicu reaksi kekebalan tubuh terhadap virus.

 

Terkait dengan efek samping yang muncul terhadap para nakes ini juga diamini oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya. “Iya, memang KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) Moderna seperti itu,” ujarnya pada Kamis (12/8/2021).

 

 

Namun, lanjut Suarjaya, hingga saat ini belum ada laporan KIPI yang diterimanya cukup parah dan berbahaya untuk nakes itu sendiri. Bahkan, jumlah dosis untuk Bali, di mana sebelumnya sebanyak 28.900 dosis  vaksin, kemudian ada penambahan kembali yang diterima oleh Bali.

Baca Juga:  Siasati Pandemi Covid-19 dengan Cara Mencicil agar Tetap Nampah Kebo

Di sisi lain, Rumah Sakit Sanglah sendiri sudah melakukan vaksinasi terhadap para nakesnya yang jumlahnya sebanyak 4.087 nakes. Kabaghumas RSUP Sanglah, Dewa Kresna pun menyebut proses vaksinasi ketiga ini masih berjalan.

 

 

“Jumat kemarin (6/8) baru delapan ratusan yang sudah divaksin. Yang jelas, vaksinasi saat ini masih berjalan terus,” ujarnya saat dihubungi pada hari yang sama.

 

Hal itu juga dipertegas Direktur Medik Keperawatan dan Penunjang RSUP Sanglah dr Ketut Ariawati sebelumnya. Ia mengatakan tujuan pemberian vaksin ketiga ini untuk memperkuat nakes yang ada di RSUP Sanglah agar terhindar dari Covid-19.

 

 

“Oleh karena vaksin satu dan dua nakes masih banyak yang tumbang karena Covid-19, maka dari itu pemerintah memberikan vaksin yang ketiga untuk melindungi nakes,” ujarnya.

 

Untuk mempercepat proses vaksinasi, pihaknya menargetkan agar dapat 300 orang nakes agar divaksin dalam setiap harinya. Sedangkan untuk jumlah vaksin, dipastikan mencukupi sebagaimana permintaan RSUP Sanglah.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/