alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Orang Tua Deg-degan, Berharap Setelah Vaksinasi Bisa Belajar Normal

Anak-anak yang berusia 6-11 tahun akhirnya mendapat vaksin covid-19. Di Buleleng proses vaksinasi itu dilakukan serentak di 14 titik. Orang tua pun berharap vaksinasi pada anak membuat proses belajar mengajar normal kembali.

 

Eka Prasetya, Buleleng

 

SUASANA di SDN 3 Banjar Jawa, pagi kemarin (15/12) terlihat begitu riuh. Orang tua dan siswa, tampak mengantre di depan pintu masuk. Mereka harus menjalani pemeriksaan suhu satu persatu. Setelah itu mereka diarahkan menuju areal wantilan di bagian belakang sekolah.

 

Pagi itu tengah dilangsungkan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun. Khusus di Kecamatan Buleleng, vaksinasi bagi anak dipusatkan di SDN 3 Banjar Jawa. Kecamatan lainnya juga melakukan langkah serupa, dengan memprioritaskan vaksin pada anak SD.

- Advertisement -

 

Saat proses vaksinasi itu, anak-anak terlihat begitu santai. Mereka tampak asyik bermain dengan rekan-rekannya. Mengingat baru kemarin mereka bisa bertemu dengan seluruh teman sekelasnya.

 

Justru para orang tua yang dibuat deg-degan dengan proses vaksinasi itu. Mereka khawatir anak mereka akan menangis saat disuntik vaksin. Ada pula yang khawatir bila anaknya nanti akan mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Baca Juga:  Vaksinasi Anak Berusia 6-11 Tahun Dimulai

 

Salah seorang orang tua siswa, Irene Puspita Sari mengatakan, dirinya meminta izin di tempat kerjanya untuk mengantar anaknya menerima vaksin. Ia mendapat informasi dari guru di sekolah setempat, bahwa vaksinasi akan dilaksanakan pagi kemarin.

 

“Kalau anak saya sih biasa saja. Setiap posyandu kalau ada imunisasi, juga dia tidak pernah cerewet. Justru saya yang waswas. Khawatir anak nangis pas disuntik atau rewel setelah divaksin,” katanya.

 

Lain lagi dengan Made Dayana Yudi Wardana. Ia mengaku antusias mengantar anaknya menerima vaksin. Setidaknya hal itu bisa mencegah putrinya tertular dari covid-19. Apalagi covid-19 bisa menginfeksi seluruh usia. Baik itu dewasa hingga anak-anak.

 

“Saya ikuti anjuran pemerintah saja. Saya sih yakin dengan vaksin ini. Karena sebelumnya saya dapat (vaksin) Sinovac, anak saya sekarang juga dapat vaksin yang sama. Mudah-mudahan setelah vaksin ini, ada kebijakan kalau anak-anak nanti bisa sekolah lagi tiap hari,” harapnya.

Baca Juga:  Badung Kejar Zona Hijau, Satgas Finalisasi Vaksinasi Covid di Mengwi

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Buleleng dr. Sucipto menjamin, ketersediaan vaksin bagi anak usia 6-11 tahun. Pihaknya juga telah menyiapkan tim khusus untuk mengantisipasi terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

 

Sucipto sendiri yakin bila KIPI yang terjadi akan sangat rendah. Sebab selama ini tidak pernah dilaporkan terjadi KIPI berat pada penerima vaksin sinovac. Kalau toh terjadi KIPI, hanya bersifat ringan. Seperti ruam pada lengan yang mendapat suntikan, serta demam ringan.

 

“Ini berdasarkan pengalaman dari vaksin-vaksin sebelumnya. Saya optimistis tidak ada KIPI berat yang terjadi. Kalau memang ada KIPI, kami sudah siapkan tim untuk menindaklanjuti hal itu,” kata Sucipto.

 

- Advertisement -

Anak-anak yang berusia 6-11 tahun akhirnya mendapat vaksin covid-19. Di Buleleng proses vaksinasi itu dilakukan serentak di 14 titik. Orang tua pun berharap vaksinasi pada anak membuat proses belajar mengajar normal kembali.

 

Eka Prasetya, Buleleng

 

SUASANA di SDN 3 Banjar Jawa, pagi kemarin (15/12) terlihat begitu riuh. Orang tua dan siswa, tampak mengantre di depan pintu masuk. Mereka harus menjalani pemeriksaan suhu satu persatu. Setelah itu mereka diarahkan menuju areal wantilan di bagian belakang sekolah.

 

Pagi itu tengah dilangsungkan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun. Khusus di Kecamatan Buleleng, vaksinasi bagi anak dipusatkan di SDN 3 Banjar Jawa. Kecamatan lainnya juga melakukan langkah serupa, dengan memprioritaskan vaksin pada anak SD.

 

Saat proses vaksinasi itu, anak-anak terlihat begitu santai. Mereka tampak asyik bermain dengan rekan-rekannya. Mengingat baru kemarin mereka bisa bertemu dengan seluruh teman sekelasnya.

 

Justru para orang tua yang dibuat deg-degan dengan proses vaksinasi itu. Mereka khawatir anak mereka akan menangis saat disuntik vaksin. Ada pula yang khawatir bila anaknya nanti akan mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Baca Juga:  Badung Kejar Zona Hijau, Satgas Finalisasi Vaksinasi Covid di Mengwi

 

Salah seorang orang tua siswa, Irene Puspita Sari mengatakan, dirinya meminta izin di tempat kerjanya untuk mengantar anaknya menerima vaksin. Ia mendapat informasi dari guru di sekolah setempat, bahwa vaksinasi akan dilaksanakan pagi kemarin.

 

“Kalau anak saya sih biasa saja. Setiap posyandu kalau ada imunisasi, juga dia tidak pernah cerewet. Justru saya yang waswas. Khawatir anak nangis pas disuntik atau rewel setelah divaksin,” katanya.

 

Lain lagi dengan Made Dayana Yudi Wardana. Ia mengaku antusias mengantar anaknya menerima vaksin. Setidaknya hal itu bisa mencegah putrinya tertular dari covid-19. Apalagi covid-19 bisa menginfeksi seluruh usia. Baik itu dewasa hingga anak-anak.

 

“Saya ikuti anjuran pemerintah saja. Saya sih yakin dengan vaksin ini. Karena sebelumnya saya dapat (vaksin) Sinovac, anak saya sekarang juga dapat vaksin yang sama. Mudah-mudahan setelah vaksin ini, ada kebijakan kalau anak-anak nanti bisa sekolah lagi tiap hari,” harapnya.

Baca Juga:  Hanya Tersisa 15 Pejuang, Kondisi juga Sudah Sepuh dan Sakit-Sakitan

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Buleleng dr. Sucipto menjamin, ketersediaan vaksin bagi anak usia 6-11 tahun. Pihaknya juga telah menyiapkan tim khusus untuk mengantisipasi terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

 

Sucipto sendiri yakin bila KIPI yang terjadi akan sangat rendah. Sebab selama ini tidak pernah dilaporkan terjadi KIPI berat pada penerima vaksin sinovac. Kalau toh terjadi KIPI, hanya bersifat ringan. Seperti ruam pada lengan yang mendapat suntikan, serta demam ringan.

 

“Ini berdasarkan pengalaman dari vaksin-vaksin sebelumnya. Saya optimistis tidak ada KIPI berat yang terjadi. Kalau memang ada KIPI, kami sudah siapkan tim untuk menindaklanjuti hal itu,” kata Sucipto.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/