Selasa, 30 Nov 2021
Radar Bali
Home / Features
icon featured
Features
Kisah Inspiratif Peternak Ayam Asal Tabanan

Pelihara 24 Ribu Ayam Petelur, Raup Miliaran Rupiah dalam Sebulan

18 Oktober 2021, 01: 26: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Pelihara 24 Ribu Ayam Petelur, Raup Miliaran Rupiah dalam Sebulan

Dicka Witrayana di kandang ayamnya. (Istimewa)

Share this      

Putu Dicka Witrayana, warga asal Tabanan sukses menjadi pengusaha yang mampu menghasilkan omzet miliaran rupiah setiap bulan. Apa sih usahanya?

Gupta, Tabanan.

Dicka Witrayana beternak ayam petelur di Desa Suranadi, Lombok Barat, NTB. Dia mengelola 24.000 ekor ayam petelur. Setiap harinya mampu menghasilkan 19.000 telur yang siap dipasarkan.

Baca juga: 21 Tahun Menghuni Hutan di Sumberklampok Tanpa Kepastian Status Lahan

Usahanya itu semua diawalinya dari bawah, bermodalkan hanya 2.000 ekor ayam di tahun 2017.

"Saya lahir di kabupaten Tabanan (Bali), bapak saya dari Tabanan. Kebetulan di Tabanan banyak peternak ayam petelur. Tahun 2017 saya bertemu pengusaha peternak ayam petelur yang menjadi sumber inspirasi saya di Tabanan. Saya banyak belajar dari beliau, terutama membangun kepercayaan diri dan keberanian untuk memulai usaha yang sama," kata Dicka, Minggu (17/10).

Dicka mengatakan modal awal dipinjamnya dari sang ayah. Usahanya pun berkembang dan menghasilkan. Dengan ketekunan dan keuletan dia bersama sang ayah membentuk CV Eggavian Sodajathu pada tahun 2018.

"Kemudian 2018 ketemu Bank BRI yang membantu tambahan modal Rp 500 juta. Akhirnya dari awalnya saya mulai dengan 2.000 ekor ayam, bisa seperti sekarang," ungkapnya.

Ruang lingkup pasarnya pun meluas, kini dia memasarkan hasil produksinya ke setiap kabupaten di Pulau Lombok dengan omzet Rp 1,2 Miliar per bulan dengan keuntungan bersih Rp 120 juta per bulan.

Dengan pengelolaan yang profesional dan prospek pasar, saat ini dia mendapatkan kepercayaan pendanaan sebesar Rp 2,5 miliar dari Bank BRI untuk memperbesar usahanya.

"Dari segi harga mampu bersaing, karena debitur menjual dengan margin yang tidak terlalu besar untuk meningkatkan volume penjualannya," kata Bayu Adityo Pimpinan Cabang BRI Mataram.

Bayu mengatakan, ini adalah salah satu bentuk upaya BRI dalam memberi makna Indonesia. "BRI terus mendorong nasabah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas. 

Ada  tiga strategi yang dilakukan untuk membantu nasabah UMKM naik kelas, antara lain melakukan training dan edukasi, memperluas akses pasar serta self assessment. " Dengan demikian, UMKM kita akan kuat menjadi pondasi ekonomi Indonesia,"ucapnya.

Seperti diketahui UMKM memberikan sumbangsih kepada PDB sebesar 60 persen dari total PDB Indonesia.

(rb/gup/don/yor/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia