alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Air Terjun di Silangjana Buleleng Berketinggian 100 Meter, Ada Paket Khusus

Potensi wisata alam di Kabupaten Buleleng tak perlu diragukan. Sejumlah desa memiliki potensi wisata alam, utamanya air terjun. Desa Silangjana di Kecamatan Sukasada misalnya. Desa ini menyimpan pesona wisata lewat Air Terjun Candi Kuning.

Eka Prasetya, Singaraja

DESA Silangjana di Kecamatan Sukasada, selama ini dikenal sebagai sentra penghasil tuak manis. Di balik potensi tersebut, Desa Silangjana juga punya potensi wisata alam. Yakni Air Terjun Candi Kuning. Air terjun ini diklaim memiliki titik luncuran paling tinggi. Yakni mencapai 100 meter.

Objek wisata itu mulai dikembangkan sejak 2021 lalu. Tadinya kunjungan ke air terjun tersebut hanya terbatas bagi warga setempat. Warga harus melalui jalan setapak yang cukup jauh. Hingga sampai di titik air terjun.

Seiring berjalannya waktu, sejumlah tokoh mendorong agar air terjun tersebut dikelola dan dipromosikan dengan baik. Sayang upaya itu terbentur dengan pandemi covid-19. Sehingga belum banyak yang berkunjung ke sana. Kini seiring kelonggaran pandemi, upaya promosi air terjun itu kembali digenjot.

Bendahara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lila Dharma Kerti Desa Silangjana, Putu Dedi Sanjaya menuturkan, pengembangan objek wisata itu dilakukan secara swadaya. Pokdarwis bergotong royong memperbaiki akses jalan menuju objek tersebut. Tadinya akses menuju lokasi itu hanya berupa jalan setapak. Kini beberapa bagian sudah terdapat jalan beton. Sehingga memudahkan wisatawan yang berkunjung.

“Parkir masih terbatas. Sementara dititipkan di salah satu rumah warga. Dari sana jalan kaki sekitar 300 meter sudah sampai di air terjun,” kata Dedi. (bersambung halaman berikutnya)



Potensi wisata alam di Kabupaten Buleleng tak perlu diragukan. Sejumlah desa memiliki potensi wisata alam, utamanya air terjun. Desa Silangjana di Kecamatan Sukasada misalnya. Desa ini menyimpan pesona wisata lewat Air Terjun Candi Kuning.

Eka Prasetya, Singaraja

DESA Silangjana di Kecamatan Sukasada, selama ini dikenal sebagai sentra penghasil tuak manis. Di balik potensi tersebut, Desa Silangjana juga punya potensi wisata alam. Yakni Air Terjun Candi Kuning. Air terjun ini diklaim memiliki titik luncuran paling tinggi. Yakni mencapai 100 meter.

Objek wisata itu mulai dikembangkan sejak 2021 lalu. Tadinya kunjungan ke air terjun tersebut hanya terbatas bagi warga setempat. Warga harus melalui jalan setapak yang cukup jauh. Hingga sampai di titik air terjun.

Seiring berjalannya waktu, sejumlah tokoh mendorong agar air terjun tersebut dikelola dan dipromosikan dengan baik. Sayang upaya itu terbentur dengan pandemi covid-19. Sehingga belum banyak yang berkunjung ke sana. Kini seiring kelonggaran pandemi, upaya promosi air terjun itu kembali digenjot.

Bendahara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lila Dharma Kerti Desa Silangjana, Putu Dedi Sanjaya menuturkan, pengembangan objek wisata itu dilakukan secara swadaya. Pokdarwis bergotong royong memperbaiki akses jalan menuju objek tersebut. Tadinya akses menuju lokasi itu hanya berupa jalan setapak. Kini beberapa bagian sudah terdapat jalan beton. Sehingga memudahkan wisatawan yang berkunjung.

“Parkir masih terbatas. Sementara dititipkan di salah satu rumah warga. Dari sana jalan kaki sekitar 300 meter sudah sampai di air terjun,” kata Dedi. (bersambung halaman berikutnya)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/