30.4 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

Dari Arena Porprov Bali XV Tahun 2022

Dapat Medali, Putu Ardika Lamar Ni Ketut Cita di Stadion Mayor Metra

Upacara pengalungan medali pada cabang olahraga atletik, jadi momen istimewa bagi Putu Ardika dan Ni Ketut Cita. Atlet yang memperkuat Kontingen Buleleng itu sepakat melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.

Eka Prasetya, Buleleng

AIR mata haru mengalir di pipi Ni Ketut Cita, 31, atlet dari cabang olahraga atletik. Pemicunya bukan hanya karena dia meraih medali emas. Tapi kekasihnya, Putu Ardika, 31, melamar dirinya ke pelaminan. Momen yang telah dinantikan Cita sejak lama.

Momen romantis nan haru itu terjadi di Stadion Mayor Metra Singaraja, Rabu (23/11) sore. Tatkala itu, Ketut Cita naik podium setelah berhasil merebut medali emas pada nomor lari 1.500 meter putri. Rekan-rekannya sudah mempersiapkan buket bunga, karena yakin Cita akan kembali merebut medali emas.

Sesaat setelah pengalungan medali, Putu Ardika, kekasihnya datang. Ardika saat itu masih basah oleh keringat, karena baru saja menyelesaikan nomor lari 10.000 meter putra. Meski begitu, ia tetap berjalan tegak mengenakan jaket bertuliskan “Buleleng” di bagian punggung, sembari membawa sebuah kotak.

Begitu kotak dibuka, di dalamnya terdapat sepasang cincin. Cita pun tak bisa berkata apa-apa. Dia langsung memeluk kekasihnya. Ardika pun segera menyematkan cincing di jari manis kekasihnya itu.

Putu Ardika dan Ni Ketut Cita merupakan pasangan kekasih di Kontingen Buleleng. Keduanya sama-sama atlet pada cabang olahraga atletik. Ardika spesialis berlomba pada nomor jarak jauh. Seperti 5.000 meter, 10.000 meter, dan 21 kilometer. Sementara Cita berlomba pada nomor menengah, yakni 800 meter dan 1.500 meter. Mereka sudah menjalin hubungan asmara sejak tahun 2008 lalu.

Baca Juga:  Satu Atlet Jembrana Mundur dari Porprov

Saat ditemui Jawa Pos Radar Bali, Putu Ardika mengatakan, acara lamaran tersebut memang sudah direncanakan sejak dua bulan sebelumnya. Namun rencana itu hanya diketahui oleh beberapa teman di Kontingen Buleleng. Ia berusaha memastikan bahwa rencananya tidak akan bocor kepada siapa pun, utamanya sang kekasih.

Ardika menceritakan, dia mengenal Cita pada tahun 2008 lalu. Tatkala itu mereka masih duduk di bangku SMA kelas 2. Keduanya pertama kali bersua di Stadion Mayor Metra, mengingat mereka menempuh pendidikan di sekolah yang berbeda. Ardika saat itu masih berlatih sepakbola. Akhirnya dia tercebur di cabang olahraga atletik. Selain itu berlatih di atletik membuat pertemuannya dengan sang pujaan hati semakin intens. Mereka akhirnya sepakat menjalin hubungan asmara.

“Kenalnya di lapangan, dan bertahan sampai sekarang. Sekarang kami memutuskan ke jenjang yang lebih serius lagi. Rencananya setelah Porprov ini ke pelaminan, mungkin bulan April atau Mei. Mohon doa restunya,” kata Ardika yang juga pegawai Dinas Sosial Buleleng itu.

Sementara itu Ni Ketut Cita mengaku dirinya terkejut, terharu, sekaligus bahagia. Perasaan itu begitu campur aduk. Apalagi saat itu dia masih berdiri di podium tertinggi pada ajang Porprov Bali XV Tahun 2022. Sebab dia baru saja menerima medali emas setelah berlomba pada nomor 1.500 meter putri.

Baca Juga:  Pejudo Badung Sukses Kawinkan Emas Kata

“Surprise sekali. Karena dari dulu belum berani ambil keputusan. Pacarannya sudah lama, kami sudah jalan 14 tahun 5 bulan sekarang. Jadi karena dulu fokus karir dan prestasi, jadi ya udah tertunda terus,” katanya.

Cita merasa momen Porprov Bali XV Tahun 2022 ini merupakan momen yang tepat. Sebab usia mereka terus bertambah. Selain itu momen romantis di Stadion Mayor Metra itu juga menjadi kisah tersendiri bagi dirinya.

Sebab keduanya pertama kali sepakat menjalin hubungan asmara di stadion tersebut. Kemudian 14 tahun setelahnya, mereka sepakat menjalin hubungan yang lebih serius hingga ke jenjang pelaminan.

“Dulu saya ketemu dia di lapangan ini. Dia latihan sepkabola, saya di atletik. Akhirnya dia ikut saya ke atletik. Jadi semua sejarahnya di sini, sampai sekarang dan seterusnya jalan bersama,” cerita Cita.

Kendati telah sepakat menuju pelaminan, Cita menjamin ia dan Ardika akan tetap membela Buleleng. Cita sendiri masih memendam keinginan berlomba kembali pada ajang Pekan Olahraga Nasional. Sebab pada PON di Papua lalu, wanita yang bekerja di Satuan Polisi Pamong Praja Buleleng itu berhasil meraih medali emas pada nomor 800 meter putri.

“Atletik itu kan dibatasi sampai usia 35 tahun. Kalau masih latihan, selagi masih ada peluang, kami akan terus membela Buleleng. Saya sendiri akan pensiun kalau sudah tidak mampu, tapi kalau masih mampu, pokoknya gas pol terus,” tukas Cita. (*)

 



Upacara pengalungan medali pada cabang olahraga atletik, jadi momen istimewa bagi Putu Ardika dan Ni Ketut Cita. Atlet yang memperkuat Kontingen Buleleng itu sepakat melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.

Eka Prasetya, Buleleng

AIR mata haru mengalir di pipi Ni Ketut Cita, 31, atlet dari cabang olahraga atletik. Pemicunya bukan hanya karena dia meraih medali emas. Tapi kekasihnya, Putu Ardika, 31, melamar dirinya ke pelaminan. Momen yang telah dinantikan Cita sejak lama.

Momen romantis nan haru itu terjadi di Stadion Mayor Metra Singaraja, Rabu (23/11) sore. Tatkala itu, Ketut Cita naik podium setelah berhasil merebut medali emas pada nomor lari 1.500 meter putri. Rekan-rekannya sudah mempersiapkan buket bunga, karena yakin Cita akan kembali merebut medali emas.

Sesaat setelah pengalungan medali, Putu Ardika, kekasihnya datang. Ardika saat itu masih basah oleh keringat, karena baru saja menyelesaikan nomor lari 10.000 meter putra. Meski begitu, ia tetap berjalan tegak mengenakan jaket bertuliskan “Buleleng” di bagian punggung, sembari membawa sebuah kotak.

Begitu kotak dibuka, di dalamnya terdapat sepasang cincin. Cita pun tak bisa berkata apa-apa. Dia langsung memeluk kekasihnya. Ardika pun segera menyematkan cincing di jari manis kekasihnya itu.

Putu Ardika dan Ni Ketut Cita merupakan pasangan kekasih di Kontingen Buleleng. Keduanya sama-sama atlet pada cabang olahraga atletik. Ardika spesialis berlomba pada nomor jarak jauh. Seperti 5.000 meter, 10.000 meter, dan 21 kilometer. Sementara Cita berlomba pada nomor menengah, yakni 800 meter dan 1.500 meter. Mereka sudah menjalin hubungan asmara sejak tahun 2008 lalu.

Baca Juga:  Momen Indah Lamar Pujaan Hati Bersama Fly Bali Heli Dari Ketinggian 1.000 Kaki

Saat ditemui Jawa Pos Radar Bali, Putu Ardika mengatakan, acara lamaran tersebut memang sudah direncanakan sejak dua bulan sebelumnya. Namun rencana itu hanya diketahui oleh beberapa teman di Kontingen Buleleng. Ia berusaha memastikan bahwa rencananya tidak akan bocor kepada siapa pun, utamanya sang kekasih.

Ardika menceritakan, dia mengenal Cita pada tahun 2008 lalu. Tatkala itu mereka masih duduk di bangku SMA kelas 2. Keduanya pertama kali bersua di Stadion Mayor Metra, mengingat mereka menempuh pendidikan di sekolah yang berbeda. Ardika saat itu masih berlatih sepakbola. Akhirnya dia tercebur di cabang olahraga atletik. Selain itu berlatih di atletik membuat pertemuannya dengan sang pujaan hati semakin intens. Mereka akhirnya sepakat menjalin hubungan asmara.

“Kenalnya di lapangan, dan bertahan sampai sekarang. Sekarang kami memutuskan ke jenjang yang lebih serius lagi. Rencananya setelah Porprov ini ke pelaminan, mungkin bulan April atau Mei. Mohon doa restunya,” kata Ardika yang juga pegawai Dinas Sosial Buleleng itu.

Sementara itu Ni Ketut Cita mengaku dirinya terkejut, terharu, sekaligus bahagia. Perasaan itu begitu campur aduk. Apalagi saat itu dia masih berdiri di podium tertinggi pada ajang Porprov Bali XV Tahun 2022. Sebab dia baru saja menerima medali emas setelah berlomba pada nomor 1.500 meter putri.

Baca Juga:  Jembatan Penghubung 3 Banjar Sudah Bisa Dilalui Sepeda Motor, Berharap Cepat Diperbaiki Pemerintah

“Surprise sekali. Karena dari dulu belum berani ambil keputusan. Pacarannya sudah lama, kami sudah jalan 14 tahun 5 bulan sekarang. Jadi karena dulu fokus karir dan prestasi, jadi ya udah tertunda terus,” katanya.

Cita merasa momen Porprov Bali XV Tahun 2022 ini merupakan momen yang tepat. Sebab usia mereka terus bertambah. Selain itu momen romantis di Stadion Mayor Metra itu juga menjadi kisah tersendiri bagi dirinya.

Sebab keduanya pertama kali sepakat menjalin hubungan asmara di stadion tersebut. Kemudian 14 tahun setelahnya, mereka sepakat menjalin hubungan yang lebih serius hingga ke jenjang pelaminan.

“Dulu saya ketemu dia di lapangan ini. Dia latihan sepkabola, saya di atletik. Akhirnya dia ikut saya ke atletik. Jadi semua sejarahnya di sini, sampai sekarang dan seterusnya jalan bersama,” cerita Cita.

Kendati telah sepakat menuju pelaminan, Cita menjamin ia dan Ardika akan tetap membela Buleleng. Cita sendiri masih memendam keinginan berlomba kembali pada ajang Pekan Olahraga Nasional. Sebab pada PON di Papua lalu, wanita yang bekerja di Satuan Polisi Pamong Praja Buleleng itu berhasil meraih medali emas pada nomor 800 meter putri.

“Atletik itu kan dibatasi sampai usia 35 tahun. Kalau masih latihan, selagi masih ada peluang, kami akan terus membela Buleleng. Saya sendiri akan pensiun kalau sudah tidak mampu, tapi kalau masih mampu, pokoknya gas pol terus,” tukas Cita. (*)

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/