Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

TPST Temesi Gianyar Mulai Dibangun, Olah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar

D
Gubernur Wayan Koster saat meninjau TPA Temesi.
Gubernur Wayan Koster saat meninjau TPA Temesi.

Advertisement

 

RADAR BALI — Upaya penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu di Kabupaten Gianyar terus menunjukkan progres signifikan.

Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Temesi resmi dimulai setelah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyelesaikan proses tender proyek bernilai Rp46,5 miliar tersebut pada Juni lalu.

Advertisement

Fasilitas pengolahan sampah yang berdiri di atas lahan seluas 1,2 hektare ini dijadwalkan memasuki pengerjaan fisik mulai Oktober 2026 dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2027 mendatang.

Hadirnya TPST Temesi dirancang untuk memperkuat ekosistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Langkah ini menjadi krusial mengingat total timbulan sampah harian di Kabupaten Gianyar berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencapai 561 ton per hari atau setara dengan 204.765 ton per tahun.

Plt. Direktur Jenderal Cipta Karya Meike Kencanawulan Martawidjaja menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Bali.

Advertisement

"Pembangunan TPST Kabupaten Gianyar merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir," ujar Plt. Direktur Jenderal Cipta Karya Meike Kencanawulan Martawidjaja.

Dalam operasionalnya kelak, TPST Temesi memiliki kapasitas pengolahan hingga 200 ton per hari dan terbagi ke dalam empat unit pengolahan utama. Pertama, unit maggot (Black Soldier Fly/BSF) yang disiapkan untuk mengolah sampah organik dengan kapasitas terbesar mencapai 250 ton per hari.

Kedua, unit insinerator dengan kapasitas pembakaran residu sampah minimal 100 ton per hari. Ketiga, unit komposting untuk olahan sampah organik berkapasitas 40 hingga 60 ton per hari. Serta keempat, unit khusus limbah B3 dengan kapasitas pembakaran 1 ton per hari. Dari seluruh proses tersebut, estimasi total residu pengolahan tercatat mencapai 466 ton per hari.

Beragam teknologi pengolahan di TPST Temesi ini dirancang untuk menghasilkan tiga produk utama bernilai ekonomi. Sampah organik akan diolah menjadi pupuk kompos dan biomassa berupa Solid Recovered Fuel (SRF pelet) serta pakan maggot. Sampah anorganik dipilah menjadi material daur ulang, sementara sampah plastik dan residu akan dikonversi menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF).

Advertisement

Artikel Terkait

TPS3R Sempidi Mangkrak Timbun 300 Ton Sampah, DLHK Badung Turun Tangan

TPS3R Sempidi Mangkrak Timbun 300 Ton Sampah, DLHK Badung Turun Tangan

Penanganan sampah di TPS3R Sempidi Badung menumpuk hingga 300 ton akibat kendala alat dan operasional. Pengangkut kembali beroperasi mulai Kamis (23/7) dengan aturan wajib pilih sampah organik dan anorganik.

Duh, Gegara Sisa Pembakaran Sampah, TPST Tejakula Diamuk Si Jago Merah

Duh, Gegara Sisa Pembakaran Sampah, TPST Tejakula Diamuk Si Jago Merah

usibah kebakaran melanda bangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Rabu (15/7/2026) malam.

Bali Tancap Gas Bangun PSEL, Janji Tak Akan Mangkrak, Tidak Timbulkan Bau, Rosan Sebut Jadi Ruang Rekreasi

Bali Tancap Gas Bangun PSEL, Janji Tak Akan Mangkrak, Tidak Timbulkan Bau, Rosan Sebut Jadi Ruang Rekreasi

Dimulainya pembangunan megaproyek ini ditandai dengan groundbreaking di lokasi proyek PSEL Bali, Jalan Raya Pelabuhan No. 7X, Pedungan, Denpasar Selatan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer