alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Buleleng Festival Libatkan 76 Sekaa Seni Tradisi

RadarBali.com – Sebanyak 76 sekaa dilibatkan dalam perhelatan Buleleng Festival 2017. Mengusung tema, “The Power of Buleleng”, Bulfest tahun ini akan menghadirkan kesenian serta pagelaran yang menjadi kekuatan utama Buleleng. Terutama pada bidang seni tradisi.

Dari puluhan sekaa yang terlibat itu, sebanyak 30 sekaa diantaranya akan dilibatkan dalam prosesi pembukaan.

Sebanyak 20 sekaa baleganjur akan tampil membawakan kesenian baleganjur massal. Selain itu ada 10 sekaa ngoncang yang juga akan dihadirkan dalam pembukaan.

Sekaa baleganjur dan sekaa ngoncang sengaja dilibatkan karena kedua kesenian ini dianggap mewakili tema tahun ini.

Baleganjur dihadirkan dalam pembukaan, karena suara tabuhnya begitu kuat dan dianggap mewakili tema kekuatan seni di Buleleng.

Sementara kesenian ngoncang merupakan kesenian yang menghasilkan irama musik dengan membunyikan ketungan dengan alu.

Baca Juga:  Gong Kebyar Gianyar Tampil Memukau

Kesenian ini juga dianggap sumber kekuatan utama seni di Buleleng karena mampu bertahan dan terus lestari.

“Tahun ini kami menghadirkan puncak-puncak kesenian yang hadir di Buleleng. Ini bukan hanya kesenian yang mencapai puncak, namun juga jadi sumber kekuatan utama kesenian dan kebudayaan di Buleleng,” kata Tastra saat memberikan keterangan pers, Selasa (1/8) kemarin.

Selain baleganjur dan ngoncang, pada Buleleng Festival, Disbud Buleleng juga akan mementaskan kesenian Janger Menyali.

Kesenian ini merupakan hasil rekonstruksi dan sengaja dipilih karena seni janger diyakini berasal dari Desa Menyali.

Ada pula kesenian drama yang turut dipentaskan. Bahkan ada empat jenis drama yang dipentaskan. Yakni Drama Gong dengan lakon Jaya Prana yang dimainkan Sanggar Nong-Nong Kling Banyuning; drama klasik berjudul Gede Basur yang dipentaskan Sekaa Banjar Paketan; drama inovatif Koet-Koet Bie yang dibawakan Kampung Seni Banyuning; dan drama teater dengan judul “Perempuan Tanpa Nama” yang dibawakan Komunitas Mahima.

Baca Juga:  Garap Film Lost in Paradise, Sutradara Swiss Jelajahi Lovina

“Drama juga kami pilih karena sekarang ini Buleleng sangat disegani di Bali karena pementasan drama-dramanya. Terutama drama gong dan teater. Ini kekuatan yang harus kami asah terus menerus,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, Buleleng Festival akan berlangsung mulai Rabu (2/8) hari ini hingga Minggu (6/8) mendatang.

Sejumlah artis ibukota akan hadir dalam festival ini, seperti Rizky Febian, Endank Soekamti, dan Kotak. Selain itu satu kesenian luar daerah, yakni Tarian Betawi juga akan dipentaskan oleh Laboratorium Tari Indonesia.



RadarBali.com – Sebanyak 76 sekaa dilibatkan dalam perhelatan Buleleng Festival 2017. Mengusung tema, “The Power of Buleleng”, Bulfest tahun ini akan menghadirkan kesenian serta pagelaran yang menjadi kekuatan utama Buleleng. Terutama pada bidang seni tradisi.

Dari puluhan sekaa yang terlibat itu, sebanyak 30 sekaa diantaranya akan dilibatkan dalam prosesi pembukaan.

Sebanyak 20 sekaa baleganjur akan tampil membawakan kesenian baleganjur massal. Selain itu ada 10 sekaa ngoncang yang juga akan dihadirkan dalam pembukaan.

Sekaa baleganjur dan sekaa ngoncang sengaja dilibatkan karena kedua kesenian ini dianggap mewakili tema tahun ini.

Baleganjur dihadirkan dalam pembukaan, karena suara tabuhnya begitu kuat dan dianggap mewakili tema kekuatan seni di Buleleng.

Sementara kesenian ngoncang merupakan kesenian yang menghasilkan irama musik dengan membunyikan ketungan dengan alu.

Baca Juga:  Gong Kebyar Gianyar Tampil Memukau

Kesenian ini juga dianggap sumber kekuatan utama seni di Buleleng karena mampu bertahan dan terus lestari.

“Tahun ini kami menghadirkan puncak-puncak kesenian yang hadir di Buleleng. Ini bukan hanya kesenian yang mencapai puncak, namun juga jadi sumber kekuatan utama kesenian dan kebudayaan di Buleleng,” kata Tastra saat memberikan keterangan pers, Selasa (1/8) kemarin.

Selain baleganjur dan ngoncang, pada Buleleng Festival, Disbud Buleleng juga akan mementaskan kesenian Janger Menyali.

Kesenian ini merupakan hasil rekonstruksi dan sengaja dipilih karena seni janger diyakini berasal dari Desa Menyali.

Ada pula kesenian drama yang turut dipentaskan. Bahkan ada empat jenis drama yang dipentaskan. Yakni Drama Gong dengan lakon Jaya Prana yang dimainkan Sanggar Nong-Nong Kling Banyuning; drama klasik berjudul Gede Basur yang dipentaskan Sekaa Banjar Paketan; drama inovatif Koet-Koet Bie yang dibawakan Kampung Seni Banyuning; dan drama teater dengan judul “Perempuan Tanpa Nama” yang dibawakan Komunitas Mahima.

Baca Juga:  Film Dokumenter Pulau Plastik Tayang Perdana di Bioskop Bali

“Drama juga kami pilih karena sekarang ini Buleleng sangat disegani di Bali karena pementasan drama-dramanya. Terutama drama gong dan teater. Ini kekuatan yang harus kami asah terus menerus,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, Buleleng Festival akan berlangsung mulai Rabu (2/8) hari ini hingga Minggu (6/8) mendatang.

Sejumlah artis ibukota akan hadir dalam festival ini, seperti Rizky Febian, Endank Soekamti, dan Kotak. Selain itu satu kesenian luar daerah, yakni Tarian Betawi juga akan dipentaskan oleh Laboratorium Tari Indonesia.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/