alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Tuntaskan Teka-teki yang Belum Terpecahkan

WOW… belasan tahun, lima film. Dengan catatan tersebut, Daniel Craig resmi berpamitan dari peran James Bond. No Time to Die menjadi misi pemungkasnya. Perjalanan Craig ditutup dengan memukau, emosional, dan megah. Mission accomplished.

 

Setelah penangkapan Ernst Stavro Blofeld (Christoph Waltz), Bond bertolak ke Matera, Italia, bersama Dr Madeleine Swann (Lea Seydoux). Keduanya gagal pelesir. Mereka justru diserbu pembunuh bayaran dari Spectre. Insiden kejar-kejaran itu berakhir pahit. Hubungan Bond dengan Swann berakhir. Bond menilai Swann menyadap dan menghasutnya masuk organisasi kriminal tersebut.

 

 

Waktu berlalu. Bond pensiun sebagai mata-mata MI6. Kode 007 kini menjadi milik Nomi (Lashana Lynch), mata-mata muda ambisius yang baru dua tahun bertugas. Di tengah masa liburannya di Jamaika. Bond kembali ”dipaksa” bertugas oleh sahabatnya yang juga mata-mata CIA, Felix Leiter (Jeffrey Wright).

Baca Juga:  Antara Telenta Bernyanyi dan Lingkungan

 

Misi mereka kali ini ialah menghentikan pengembangan Project Heracles, senjata biologis berupa nanobot yang dirancang berdasar DNA. Nanobot menyebar bak virus, namun baru bereaksi jika DNA individu yang diserang sesuai. Kuncian proyek itu adalah Valdo Obruchev (David Dencik), peneliti yang bekerja sama dengan sindikat kriminal.

 

Beraksi kembalinya Bond membuat bos MI6 M (Ralph Fiennes) meradang. Sebab, organisasinya telah mengirim Nomi, agen berkode 007 baru untuk misi tersebut. Setelah pengejaran Obruchev gagal, M menugaskan kembali Bond.

 

Di percobaan kedua Bond kembali bertemu dengan Swann. Mantan kekasihnya itu kini menjadi ibu satu anak, Mathilde, serta psikiater yang menangani Blofeld dan Lyutsifer Safin (Rami Malek).

 

 

Tanpa diduga, sosok Safin yang misterius justru menjadi incaran utama dalam misi mereka. Dia punya peran besar di masa lalu Swann. Bukan hanya itu, Safin adalah pimpinan kelompok teroris sekaligus dalang Project Heracles. Nomi dan Bond, serta Q (Ben Whishaw), bertolak ke markas Safin, sebuah pulau kecil bekas markas Perang Dunia II. Pulau itu disulap menjadi pabrik senjata biologis raksasa. Tim Bond berpacu dengan waktu agar senjata biologis tersebut tak keburu menyebar.

Baca Juga:  DJ Salzarich Sukses Bikin Party Vi Ai Pi Club Panas Dingin

 

No Time to Die menuntaskan teka-teki yang belum terpecahkan di Spectre (2015). Ia sekaligus mengakhiri perjalanan Bond era Craig.

Mulai mata-mata perempuan muda, seperti penerus Bond (Nomi) dan mata-mata CIA Paloma (Ana de Armas). Tensi film dijaga dengan aksi laga yang tak putus. Selalu ada aksi pengejaran dan pertarungan yang dikemas dengan visual apik.

 


WOW… belasan tahun, lima film. Dengan catatan tersebut, Daniel Craig resmi berpamitan dari peran James Bond. No Time to Die menjadi misi pemungkasnya. Perjalanan Craig ditutup dengan memukau, emosional, dan megah. Mission accomplished.

 

Setelah penangkapan Ernst Stavro Blofeld (Christoph Waltz), Bond bertolak ke Matera, Italia, bersama Dr Madeleine Swann (Lea Seydoux). Keduanya gagal pelesir. Mereka justru diserbu pembunuh bayaran dari Spectre. Insiden kejar-kejaran itu berakhir pahit. Hubungan Bond dengan Swann berakhir. Bond menilai Swann menyadap dan menghasutnya masuk organisasi kriminal tersebut.

 

 

Waktu berlalu. Bond pensiun sebagai mata-mata MI6. Kode 007 kini menjadi milik Nomi (Lashana Lynch), mata-mata muda ambisius yang baru dua tahun bertugas. Di tengah masa liburannya di Jamaika. Bond kembali ”dipaksa” bertugas oleh sahabatnya yang juga mata-mata CIA, Felix Leiter (Jeffrey Wright).

Baca Juga:  Impian Jimmy Sila'a Tampil di Java Jazz Terkubur

 

Misi mereka kali ini ialah menghentikan pengembangan Project Heracles, senjata biologis berupa nanobot yang dirancang berdasar DNA. Nanobot menyebar bak virus, namun baru bereaksi jika DNA individu yang diserang sesuai. Kuncian proyek itu adalah Valdo Obruchev (David Dencik), peneliti yang bekerja sama dengan sindikat kriminal.

 

Beraksi kembalinya Bond membuat bos MI6 M (Ralph Fiennes) meradang. Sebab, organisasinya telah mengirim Nomi, agen berkode 007 baru untuk misi tersebut. Setelah pengejaran Obruchev gagal, M menugaskan kembali Bond.

 

Di percobaan kedua Bond kembali bertemu dengan Swann. Mantan kekasihnya itu kini menjadi ibu satu anak, Mathilde, serta psikiater yang menangani Blofeld dan Lyutsifer Safin (Rami Malek).

 

 

Tanpa diduga, sosok Safin yang misterius justru menjadi incaran utama dalam misi mereka. Dia punya peran besar di masa lalu Swann. Bukan hanya itu, Safin adalah pimpinan kelompok teroris sekaligus dalang Project Heracles. Nomi dan Bond, serta Q (Ben Whishaw), bertolak ke markas Safin, sebuah pulau kecil bekas markas Perang Dunia II. Pulau itu disulap menjadi pabrik senjata biologis raksasa. Tim Bond berpacu dengan waktu agar senjata biologis tersebut tak keburu menyebar.

Baca Juga:  Antara Telenta Bernyanyi dan Lingkungan

 

No Time to Die menuntaskan teka-teki yang belum terpecahkan di Spectre (2015). Ia sekaligus mengakhiri perjalanan Bond era Craig.

Mulai mata-mata perempuan muda, seperti penerus Bond (Nomi) dan mata-mata CIA Paloma (Ana de Armas). Tensi film dijaga dengan aksi laga yang tak putus. Selalu ada aksi pengejaran dan pertarungan yang dikemas dengan visual apik.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/