alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Tekiber Gandeng Pelajar SMA Garap Modus Operandi

RadarBali.com – Komunitas Teater Kini Berseri (Tekiber) kembali menggelar pementasan tunggal yang kedua kalinya di tahun 2017.

Pementasan operet yang memiliki nuansa komedi itu mengangkat tema Modus Operandi yang akan dipentaskan Kamis-Minggu (16-19/11) di Gedung Natya Mandala Kampus ISI Denpasar.

Ketua Tekiber Indra Parusha ditemui Jawa Pos Radar Bali mengatakan, dalam pementasan tunggal Tekiber menggandeng seniman teater dari kalangan pelajar SMA.

“Jadi, kami ingin mengajak adik-adik pelajar SMA untuk terlibat langsung dalam produksi pertunjukan berskala besar, agar mereka lebih tau dan menambah pengalaman,” katanya.

Operet berjudul Modus Operandi ini diyakini bisa mengobati fans fanatik Tekiber yang kebanyakan berasal dari kalangan anak baru gede (ABG).

Baca Juga:  Lengser Keprabon, Agenda Kesenian Eks Gubernur Pastika Akhirnya Tamat

Cerita garapan Beny Dipo dan disutradarai Kadek Sarjana Suwarman ini menceritakan tentang dua orang polisi yakni Lucy dan Alan yang merupakan pasangan kekasih.

Tergabung dalam unit sama, dua anggota polisi berbeda jenis ini pun kucing-kucingan dalam menjalin hubungan percintaan agar tidak diketahui.

“Mereka memutuskan bahwa salah satu dari mereka harus mengalah dan keluar dari unit satuan,” jelas Indra.

Karena ada perjanjian, keduanya bertaruh siapa yang berhasil menangkap komplotan perampok bank yang meresahkan kota, maka akan memenangi taruhan.

Sedangkan yang kalah harus rela pindah unit satuan. “Dari cerita tersebut sebenarnya penuh intrik dan kebanyakan menyajikan komedi dalam tiap-tiap adegan,” terang dia.

Baca Juga:  Dua Program Seni Bali Mandara Dihapus, Pastika: Saya tidak keberatan..

Namun yang menjadi keresahan alumni ISI Denpasar, saat ini banyak kalangan remaja tidak begitu tertarik dengan pementasan operet atau beberapa jenis teater lainnya.

Terbukti dalam dua tahun terakhir melangsungkan pementasan tunggal, penikmat pun kecil. “Karena kebanyakan fans kami yang dulu sudah pada punya kesibukan lain, salah satunya berkeluarga,” ucapnya lantas tertawa.

Dalam pementasan kali ini, dia berharap bisa menggaet penonton sebanyak 500 orang dalam satu harinya. Biaya yang dikeluarkan untuk pementasan

ini pun terbilang fantastis yakni mencapai Rp 70- 80 juta. “Kami kemas penjualan tiketnya lewat online, ”pungkasnya.



RadarBali.com – Komunitas Teater Kini Berseri (Tekiber) kembali menggelar pementasan tunggal yang kedua kalinya di tahun 2017.

Pementasan operet yang memiliki nuansa komedi itu mengangkat tema Modus Operandi yang akan dipentaskan Kamis-Minggu (16-19/11) di Gedung Natya Mandala Kampus ISI Denpasar.

Ketua Tekiber Indra Parusha ditemui Jawa Pos Radar Bali mengatakan, dalam pementasan tunggal Tekiber menggandeng seniman teater dari kalangan pelajar SMA.

“Jadi, kami ingin mengajak adik-adik pelajar SMA untuk terlibat langsung dalam produksi pertunjukan berskala besar, agar mereka lebih tau dan menambah pengalaman,” katanya.

Operet berjudul Modus Operandi ini diyakini bisa mengobati fans fanatik Tekiber yang kebanyakan berasal dari kalangan anak baru gede (ABG).

Baca Juga:  Angklung Dikembangkan Jadi Seni Pertunjukan

Cerita garapan Beny Dipo dan disutradarai Kadek Sarjana Suwarman ini menceritakan tentang dua orang polisi yakni Lucy dan Alan yang merupakan pasangan kekasih.

Tergabung dalam unit sama, dua anggota polisi berbeda jenis ini pun kucing-kucingan dalam menjalin hubungan percintaan agar tidak diketahui.

“Mereka memutuskan bahwa salah satu dari mereka harus mengalah dan keluar dari unit satuan,” jelas Indra.

Karena ada perjanjian, keduanya bertaruh siapa yang berhasil menangkap komplotan perampok bank yang meresahkan kota, maka akan memenangi taruhan.

Sedangkan yang kalah harus rela pindah unit satuan. “Dari cerita tersebut sebenarnya penuh intrik dan kebanyakan menyajikan komedi dalam tiap-tiap adegan,” terang dia.

Baca Juga:  Kian Viral, Tarian Rejang Renteng Perlu Aturan Jelas

Namun yang menjadi keresahan alumni ISI Denpasar, saat ini banyak kalangan remaja tidak begitu tertarik dengan pementasan operet atau beberapa jenis teater lainnya.

Terbukti dalam dua tahun terakhir melangsungkan pementasan tunggal, penikmat pun kecil. “Karena kebanyakan fans kami yang dulu sudah pada punya kesibukan lain, salah satunya berkeluarga,” ucapnya lantas tertawa.

Dalam pementasan kali ini, dia berharap bisa menggaet penonton sebanyak 500 orang dalam satu harinya. Biaya yang dikeluarkan untuk pementasan

ini pun terbilang fantastis yakni mencapai Rp 70- 80 juta. “Kami kemas penjualan tiketnya lewat online, ”pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/