alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Hyena, Karya Apik Kolaborasi Pohon Tua, Erick Est dan Bayak

DENPASAR – Di Mesir kuno, tak jarang heyna didokumentasikan, digemukan dan dimakan, dan pada gilirannya, manusia memiliki kesempatan untuk menjadi makanan bagi hyena.

Namun, di benak seorang musikus, Dadang SH. Pranoto (a.k.a Pohon Tua), hyena bisa menjadi inspirasi tersendiri yang mengasilkan lagu.

Ya, Hyena si hewan pemburu yang terampil tetapi juga pemulung oportunistik yang bisa mengonsumsi hewan, dari berbagai jenis dan ukuran, bangkai,

tulang, dan kotoran hewan lain ini justru memancing Pohon Tua dan Ulan Sabit untuk membuat lirik lagu Hyena ini di mana musiknya digarap apik oleh Dialog Dini Hari. 

Tentu imajinasi dari tafsir lagu tersebut akan lengkap sepenuh-seluruh dengan adanya visual, yang boleh jadi, justru mengembangkan imajinasi-imajinasi yang dibangun di benak sang pendengar.

Baca Juga:  Sejak Awal Tahun, Ada 322 Pohon Tua Tumbang

Erick EST, seorang sutradara yang telah menyabet beragam piala di kancah film International ini pun digandeng oleh Pohon Tua untuk membuat konsep visual ini.

“Karya ini akan dibuat surrealist, dengan teknik green screen sebagai media yang sengaja dibuat untuk berkolaborasi dengan cat lukis dan pelukisnya dan juga sekaligus musisinya,” ujar Erick EST.

Di sela-sela syuting, Erick menuturkan bagaimana persiapan yang harus dilakukan untuk memenuhi semua konsep di kepalanya.

“Perpaduan ini saya hanya akan lakukan dalam sekali pengambilan gambar saja, sehingga perpaduan hasil abstrak dan natural bisa didapatkan dengan kecepatan kamera persekian detik.” imbuhnya.

Pohon Tua, sebagai seniman utama dalam pembuatan film ini pun tak tanggung-tanggung menggaet Made Bayak, seorang pelukis ternama yang telah banyak mengharumkan nama Bali di kancah internasional.

Baca Juga:  Seniman Berkolaborasi dalam Lagu tentang Kelaparan di saat Pandemi

Made Bayak akan bermain dengan warna catnya untuk membuat sebuah warna pada tubuh Pohon Tua yang melayang, hal ini bisa diasosiasikan dengan sifat dari Hyena dalam artian surrealist.

Tak sebatas itu, banyak hal yang menarik lagi dari shooting video klip ini. Pohon Tua, yang biasanya bernyanyi dengan vokal yang membuai, pada video klip ini, diharuskan untuk menari.

“Seumur-umur saya tidak pernah menari seperti ini. Begitu sekali menari, langsung jadi video klip,” ujar Pohon Tua. 

Semua keramaian dan sekaligus keheningan tercipta di studio yang terletak di daerah Seminyak itu.

Ketiganya berkumpul, ketiganya bekerja, dan ketiga orang itu memainkan peran mereka masing-masing sebagai Hyena.



DENPASAR – Di Mesir kuno, tak jarang heyna didokumentasikan, digemukan dan dimakan, dan pada gilirannya, manusia memiliki kesempatan untuk menjadi makanan bagi hyena.

Namun, di benak seorang musikus, Dadang SH. Pranoto (a.k.a Pohon Tua), hyena bisa menjadi inspirasi tersendiri yang mengasilkan lagu.

Ya, Hyena si hewan pemburu yang terampil tetapi juga pemulung oportunistik yang bisa mengonsumsi hewan, dari berbagai jenis dan ukuran, bangkai,

tulang, dan kotoran hewan lain ini justru memancing Pohon Tua dan Ulan Sabit untuk membuat lirik lagu Hyena ini di mana musiknya digarap apik oleh Dialog Dini Hari. 

Tentu imajinasi dari tafsir lagu tersebut akan lengkap sepenuh-seluruh dengan adanya visual, yang boleh jadi, justru mengembangkan imajinasi-imajinasi yang dibangun di benak sang pendengar.

Baca Juga:  Oktav Gandeng Ras Muhamad, Erik EST Hingga VOB dalam "Tears and Blood"

Erick EST, seorang sutradara yang telah menyabet beragam piala di kancah film International ini pun digandeng oleh Pohon Tua untuk membuat konsep visual ini.

“Karya ini akan dibuat surrealist, dengan teknik green screen sebagai media yang sengaja dibuat untuk berkolaborasi dengan cat lukis dan pelukisnya dan juga sekaligus musisinya,” ujar Erick EST.

Di sela-sela syuting, Erick menuturkan bagaimana persiapan yang harus dilakukan untuk memenuhi semua konsep di kepalanya.

“Perpaduan ini saya hanya akan lakukan dalam sekali pengambilan gambar saja, sehingga perpaduan hasil abstrak dan natural bisa didapatkan dengan kecepatan kamera persekian detik.” imbuhnya.

Pohon Tua, sebagai seniman utama dalam pembuatan film ini pun tak tanggung-tanggung menggaet Made Bayak, seorang pelukis ternama yang telah banyak mengharumkan nama Bali di kancah internasional.

Baca Juga:  Ida Bhatara Izinkan, Pohon Keramat Berusia Dua Abad Mulai Dipangkas

Made Bayak akan bermain dengan warna catnya untuk membuat sebuah warna pada tubuh Pohon Tua yang melayang, hal ini bisa diasosiasikan dengan sifat dari Hyena dalam artian surrealist.

Tak sebatas itu, banyak hal yang menarik lagi dari shooting video klip ini. Pohon Tua, yang biasanya bernyanyi dengan vokal yang membuai, pada video klip ini, diharuskan untuk menari.

“Seumur-umur saya tidak pernah menari seperti ini. Begitu sekali menari, langsung jadi video klip,” ujar Pohon Tua. 

Semua keramaian dan sekaligus keheningan tercipta di studio yang terletak di daerah Seminyak itu.

Ketiganya berkumpul, ketiganya bekerja, dan ketiga orang itu memainkan peran mereka masing-masing sebagai Hyena.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/