alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Beri Ruang Apresiasi Bagi Seniman, Buleleng Gelar Pentas Virtual

SINGARAJA – Dinas Kebudayaan Buleleng memutuskan menggelar pementasan virtual. Pementasan ini sengaja digelar untuk memberikan ruang apresiasi bagi para seniman.

Terlebih selama masa pandemi ini, mereka tak mendapatkan ruang untuk melakukan gelar aksi. Karena dilakukan pembatasan interaksi selama masa pandemi.

Sejak Rabu (2/12) lalu, Disbud Buleleng menyediakan wahana untuk mengapresiasi karya seniman. Pementasan dilakukan secara virtual.

Disbud Buleleng merekam pementasan para seniman lebih dulu. Selanjutnya video akan ditayangkan secara bertahap melalui kanal YouTube milik Disbud Buleleng.

Kepala Disbud Buleleng Gede Dody Sukma mengatakan, pementasan tersebut mengangkat tema “Adigang, Adigung, Adiguna”.

Tema itu bermakna spirit penyatuan kekuatan antara seniman, pemerintah dan masyarakat. Sehingga seni dan budaya tetap ajeg dan lestari, meski dalam suasana pandemi.

Total ada 14 sanggar seni dan komunitas yang terlibat dalam pementasan virtual tersebut. Mereka mementaskan sejumlah kesenian.

Ada musikalisasi puisi, teater, dan modern dance dari rumpun seni modern. Kemudian tari rekonstruksi serta karawitan yang berasal dari rumpun seni tradisional, ditambah apresiasi dari kelompok perupa.

“Ada juga pementasan dari Komunitas Goak dari Desa Panji. Mereka menampilkan fragmen tari megoak-goakan.

Ini merupakan salah satu bentuk apresiasi kami, karena megoak-goakan sudah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kemendikbud,” kata Dody.

Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya untuk memberikan ruang berkreasi dan menjaga semangat kreatifitas pekerja seni.

Dia mengatakan, Covid-19 sangat berdampak pada seniman. Para seniman tak lagi mendapatkan ruang berinteraksi.

“Ketika pandemi melanda, para seniman tidak bergairah lagi karena kita tidak bisa menyelenggarakan festival, sehingga para seniman tidak memiliki ruang untuk melakukan pementasan,” katanya.

Suradnyana berharap, pementasan secara virtual membuat seniman tetap bersemangat dan rutin menciptakan karya-karya baru. 



SINGARAJA – Dinas Kebudayaan Buleleng memutuskan menggelar pementasan virtual. Pementasan ini sengaja digelar untuk memberikan ruang apresiasi bagi para seniman.

Terlebih selama masa pandemi ini, mereka tak mendapatkan ruang untuk melakukan gelar aksi. Karena dilakukan pembatasan interaksi selama masa pandemi.

Sejak Rabu (2/12) lalu, Disbud Buleleng menyediakan wahana untuk mengapresiasi karya seniman. Pementasan dilakukan secara virtual.

Disbud Buleleng merekam pementasan para seniman lebih dulu. Selanjutnya video akan ditayangkan secara bertahap melalui kanal YouTube milik Disbud Buleleng.

Kepala Disbud Buleleng Gede Dody Sukma mengatakan, pementasan tersebut mengangkat tema “Adigang, Adigung, Adiguna”.

Tema itu bermakna spirit penyatuan kekuatan antara seniman, pemerintah dan masyarakat. Sehingga seni dan budaya tetap ajeg dan lestari, meski dalam suasana pandemi.

Total ada 14 sanggar seni dan komunitas yang terlibat dalam pementasan virtual tersebut. Mereka mementaskan sejumlah kesenian.

Ada musikalisasi puisi, teater, dan modern dance dari rumpun seni modern. Kemudian tari rekonstruksi serta karawitan yang berasal dari rumpun seni tradisional, ditambah apresiasi dari kelompok perupa.

“Ada juga pementasan dari Komunitas Goak dari Desa Panji. Mereka menampilkan fragmen tari megoak-goakan.

Ini merupakan salah satu bentuk apresiasi kami, karena megoak-goakan sudah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kemendikbud,” kata Dody.

Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya untuk memberikan ruang berkreasi dan menjaga semangat kreatifitas pekerja seni.

Dia mengatakan, Covid-19 sangat berdampak pada seniman. Para seniman tak lagi mendapatkan ruang berinteraksi.

“Ketika pandemi melanda, para seniman tidak bergairah lagi karena kita tidak bisa menyelenggarakan festival, sehingga para seniman tidak memiliki ruang untuk melakukan pementasan,” katanya.

Suradnyana berharap, pementasan secara virtual membuat seniman tetap bersemangat dan rutin menciptakan karya-karya baru. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/