alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Bale Kulkul Pura Bale Agung Buleleng Direstorasi

SINGARAJA – Prajuru di Desa Adat Buleleng melakukan restorasi terhadap bale kulkul yang terletak di areal madya mandala Pura Bale Agung Desa Adat Buleleng.

Restorasi itu melanjutkan program restorasi yang sebelumnya sudah sempat dilakukan di areal Pura Bale Agung secara bertahap.

Proses restorasi di Desa Adat Buleleng sudah dilakukan secara bertahap sejak sepuluh tahun terakhir. Sebelum melakukan restorasi terhadap bale kulkul, sejumlah bangunan sudah pernah dilakukan restorasi lebih awal.

Di antaranya tembok penyengker serta paduraksa pura. Restorasi terhadap bale kulkul itu dimulai kemarin (10/4).

Prosesi restorasi diawali dengan upacara ngeruak yang dipimpin jro mangku di Pura Bale Agung. Kemudian dilanjutkan dengan proses membuka konstruksi bangunan bale kulkul.

Baik itu batu bata yang terpasang di bagian pondasi, relief, kayu penyangga, serta atap ijuk. Bendesa Adat Buleleng Nyoman Sutrisna mengatakan proses restorasi itu akan menelan dana sebesar Rp 143 juta.

Baca Juga:  Unik, Satu-satunya di Bali, Bale Kulkul Berbahan Bambu di Gianyar

Dana itu bersumber dari Pemprov Bali yang diberikan pada Desa Adat Buleleng. Kemungkinan proses restorasi akan memakan waktu sekitar tiga bulan.

“Ukurannya juga tidak terlalu besar, hanya 2,5×2,5 meter,” kata Sutrisna saat ditemui di Pura Bale Agung Buleleng, kemarin.

Setelah dilakukan proses pembongkaran terhadap material di bale kulkul, tukang bangunan akan menyeleksi bahan mana saja yang bisa digunakan.

Untuk batu bata sebagian besar dinyatakan masih bisa digunakan. Sementara untuk relief, seluruhnya akan dipertahankan seperti sediakala.

“Kemungkinan kayunya akan kami ganti, karena sudah keropos. Kami akan cari bahan yang sama persis. Ijuknya juga akan kami ganti.

Kalau kulkul pajenengan itu akan tetap seperti itu. Bahkan saya menghendaki itu tidak dipernis. Biarkan saja seperti itu,” katanya.

Baca Juga:  Unik! Perawatan Museum Gunarsa Memanfaatkan Tanaman Herbal

Sementara itu, Bidang Teknis Panitia Pembangunan Jro Mangku Made Arsana, bahan-bahan yang rusak akan diganti dengan bahan serupa.

Dengan tetap mengacu pada kondisi asli bangunan. Sehingga tidak ada perubahan dan aslinya dan kualitas bangunan tetap terjaga.

Untuk memastikan kualitas, pengawasan terhadap pekerjaan akan dilakukan secara ketat. “Tukang yang kami libatkan juga sudah dapat pelatihan dan bersertifikat.

Sehingga kami percaya dengan kualitas pekerjaannya. Supaya ciri khas dari bale kulkul ini tetap terjaga,” katanya.

Rencananya prajuru adat akan melakukan restorasi lanjutan terhadap sejumlah bangunan dan pelinggih yang ada di areal Pura Bale Agung.

Saat ini prajuru masih berembug, bagian mana saja yang akan dilakukan restorasi lebih lanjut. 



SINGARAJA – Prajuru di Desa Adat Buleleng melakukan restorasi terhadap bale kulkul yang terletak di areal madya mandala Pura Bale Agung Desa Adat Buleleng.

Restorasi itu melanjutkan program restorasi yang sebelumnya sudah sempat dilakukan di areal Pura Bale Agung secara bertahap.

Proses restorasi di Desa Adat Buleleng sudah dilakukan secara bertahap sejak sepuluh tahun terakhir. Sebelum melakukan restorasi terhadap bale kulkul, sejumlah bangunan sudah pernah dilakukan restorasi lebih awal.

Di antaranya tembok penyengker serta paduraksa pura. Restorasi terhadap bale kulkul itu dimulai kemarin (10/4).

Prosesi restorasi diawali dengan upacara ngeruak yang dipimpin jro mangku di Pura Bale Agung. Kemudian dilanjutkan dengan proses membuka konstruksi bangunan bale kulkul.

Baik itu batu bata yang terpasang di bagian pondasi, relief, kayu penyangga, serta atap ijuk. Bendesa Adat Buleleng Nyoman Sutrisna mengatakan proses restorasi itu akan menelan dana sebesar Rp 143 juta.

Baca Juga:  Petualang Sabang, Puisi Sederhana Sarat Makna Si Penyair Gondrong

Dana itu bersumber dari Pemprov Bali yang diberikan pada Desa Adat Buleleng. Kemungkinan proses restorasi akan memakan waktu sekitar tiga bulan.

“Ukurannya juga tidak terlalu besar, hanya 2,5×2,5 meter,” kata Sutrisna saat ditemui di Pura Bale Agung Buleleng, kemarin.

Setelah dilakukan proses pembongkaran terhadap material di bale kulkul, tukang bangunan akan menyeleksi bahan mana saja yang bisa digunakan.

Untuk batu bata sebagian besar dinyatakan masih bisa digunakan. Sementara untuk relief, seluruhnya akan dipertahankan seperti sediakala.

“Kemungkinan kayunya akan kami ganti, karena sudah keropos. Kami akan cari bahan yang sama persis. Ijuknya juga akan kami ganti.

Kalau kulkul pajenengan itu akan tetap seperti itu. Bahkan saya menghendaki itu tidak dipernis. Biarkan saja seperti itu,” katanya.

Baca Juga:  Festival Monolog 100 Putu Wijaya, Aktor Muda Galang Kangin Unjuk Gigi

Sementara itu, Bidang Teknis Panitia Pembangunan Jro Mangku Made Arsana, bahan-bahan yang rusak akan diganti dengan bahan serupa.

Dengan tetap mengacu pada kondisi asli bangunan. Sehingga tidak ada perubahan dan aslinya dan kualitas bangunan tetap terjaga.

Untuk memastikan kualitas, pengawasan terhadap pekerjaan akan dilakukan secara ketat. “Tukang yang kami libatkan juga sudah dapat pelatihan dan bersertifikat.

Sehingga kami percaya dengan kualitas pekerjaannya. Supaya ciri khas dari bale kulkul ini tetap terjaga,” katanya.

Rencananya prajuru adat akan melakukan restorasi lanjutan terhadap sejumlah bangunan dan pelinggih yang ada di areal Pura Bale Agung.

Saat ini prajuru masih berembug, bagian mana saja yang akan dilakukan restorasi lebih lanjut. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/