alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Perupa Nyoman Sujana Kenyem Gelar Pameran “Finding Balance” di Surabaya

DENPASAR – Perupa Nyoman Sujana Kenyem gelar pameran bertajuk “Finding Balance” di Surabaya. Pameran yang dibuka 6 Mei 2022, dan berakhir pada 26 Juni 2022 ini merupakan pameran tunggal, dengan suguhan 29 karya Kenyem.

Bertempat di galeri utama Teh Villa Gallery, kawasan Jalan Rungkut Industri 53, Surabaya, pameran terbuka untuk umum dan akan dibuka setiap hari dengan dibagi dalam dua sesi, sesi pertama mulai pukul 09.30 – 11.30 WIB dan sesi kedua mulai pukul 13.00 – 15.00 WIB.

Pameran ini merupakan sebuah rangkaian kegiatan berkelanjutan bagi Teh Villa Gallery setelah sukses dengan pameran perdana “Living in Harmony” medio Desember 2021 yang lalu. Dengan memanfaatkan ruang pabrik sebagai ajang edukasi dan apresiasi seni, galeri ini memang didirikan dengan visi –  misi pencerahan melalui kebudayaan.

Seni adalah representasi budaya, dengan seni tidak saja dahaga estetika terpuaskan, namun juga memandu kita mengembara menemukan nilai-nilai kehidupan yang lebih bermakna.Dan, Ronald Sitolang, founder dan owner Teh Villa Gallery telah menancapkan tiang pancang tonggak visi – misi kebudayaan sebagai bentuk timbal balik dari rutinitas bisnis melalui karsa dan karya dari puncak piramida kebudayaan, yaitu karya seni, khususnya seni rupa.

Kenyem, kelahiran Sayan, Ubud, 50 tahun yang lalu ini  adalah seorang perupa akademik lulusan Sekolah Tinggi Seni Indonesia / STSI – Bali (Sekarang berubah menjadi Institute Seni Indonesia / ISI – Bali) yang telah malang-melintang di berbagai kota di Indonesia maupun mancanegara, baik pameran bersama maupun pameran tunggal.

Pameran di dalam negeri sebut saja, Jakarta, Jogjakarta, Bandung, Bali, Malang, Magelang. Sedangkan pameran di mancanegara seperti di International Art Biennale Beijing, juga di Singapura, Myanmar, Australia, Korea, Swedia, dan Malaysia. Niscaya kepiawaian dan kematangan teknik, pun pencapaian estetika dari seorang Kenyem tidak terbantahkan lagi.

Hampir semua karya – karya Kenyem selama ini tak pernah lepas dari orientasi, tema dan obyek – obyek alam, tak lupa figur simplifikasi manusia selalu hadir, bahkan figur manusia yang khas ini telah menjadi penanda utama bagi seorang Kenyem. Dan, kali ini   sebanyak 29 karya kuratorial akan disuguhkan untuk mendukung tema besar yang tengah dinarasikan dalam pameran kali ini. Maka ketika mencermati karya-karya ini, senyampang menikmati keindahan, kita juga akan menemukan simbol-simbol yang menuntun ke narasi utama.

Yakni, berupa keseimbangan komposisi bidang, sapuan warna-warna, detail goresan dan bahkan penggambaran figur-figur manusia yang seolah dalam pose mencari keseimbangan.

Mengususng tema “Finding Balance”, pameran kali ini mengajak kita untuk menemukan muara setelah selama dua  tahun kita dipaksa oleh pandemi global untuk merenung dan bermeditasi, mencoba melongok lebih dalam lagi kedalam relung-relung hati untuk menemukan kembali makna dan nilai-nilai hidup yang lebih hakiki. Dan menemukan keseimbangan dalam hidup sungguh merupakan muara kelapangan, ketenangan dan kelegaan dalam menjalani kehidupan.

Segendang sepenarian, tema ini juga sangat selaras dengan visi – misi Teh Villa Gallery sebagai embrio sebuah oase batiniah di tengah-tengah hiruk – pikuk deru mesin dan kehidupan yang selalu bergegas di kawasan Rungkut Industri Surabaya. (dwi/pit)



DENPASAR – Perupa Nyoman Sujana Kenyem gelar pameran bertajuk “Finding Balance” di Surabaya. Pameran yang dibuka 6 Mei 2022, dan berakhir pada 26 Juni 2022 ini merupakan pameran tunggal, dengan suguhan 29 karya Kenyem.

Bertempat di galeri utama Teh Villa Gallery, kawasan Jalan Rungkut Industri 53, Surabaya, pameran terbuka untuk umum dan akan dibuka setiap hari dengan dibagi dalam dua sesi, sesi pertama mulai pukul 09.30 – 11.30 WIB dan sesi kedua mulai pukul 13.00 – 15.00 WIB.

Pameran ini merupakan sebuah rangkaian kegiatan berkelanjutan bagi Teh Villa Gallery setelah sukses dengan pameran perdana “Living in Harmony” medio Desember 2021 yang lalu. Dengan memanfaatkan ruang pabrik sebagai ajang edukasi dan apresiasi seni, galeri ini memang didirikan dengan visi –  misi pencerahan melalui kebudayaan.

Seni adalah representasi budaya, dengan seni tidak saja dahaga estetika terpuaskan, namun juga memandu kita mengembara menemukan nilai-nilai kehidupan yang lebih bermakna.Dan, Ronald Sitolang, founder dan owner Teh Villa Gallery telah menancapkan tiang pancang tonggak visi – misi kebudayaan sebagai bentuk timbal balik dari rutinitas bisnis melalui karsa dan karya dari puncak piramida kebudayaan, yaitu karya seni, khususnya seni rupa.

Kenyem, kelahiran Sayan, Ubud, 50 tahun yang lalu ini  adalah seorang perupa akademik lulusan Sekolah Tinggi Seni Indonesia / STSI – Bali (Sekarang berubah menjadi Institute Seni Indonesia / ISI – Bali) yang telah malang-melintang di berbagai kota di Indonesia maupun mancanegara, baik pameran bersama maupun pameran tunggal.

Pameran di dalam negeri sebut saja, Jakarta, Jogjakarta, Bandung, Bali, Malang, Magelang. Sedangkan pameran di mancanegara seperti di International Art Biennale Beijing, juga di Singapura, Myanmar, Australia, Korea, Swedia, dan Malaysia. Niscaya kepiawaian dan kematangan teknik, pun pencapaian estetika dari seorang Kenyem tidak terbantahkan lagi.

Hampir semua karya – karya Kenyem selama ini tak pernah lepas dari orientasi, tema dan obyek – obyek alam, tak lupa figur simplifikasi manusia selalu hadir, bahkan figur manusia yang khas ini telah menjadi penanda utama bagi seorang Kenyem. Dan, kali ini   sebanyak 29 karya kuratorial akan disuguhkan untuk mendukung tema besar yang tengah dinarasikan dalam pameran kali ini. Maka ketika mencermati karya-karya ini, senyampang menikmati keindahan, kita juga akan menemukan simbol-simbol yang menuntun ke narasi utama.

Yakni, berupa keseimbangan komposisi bidang, sapuan warna-warna, detail goresan dan bahkan penggambaran figur-figur manusia yang seolah dalam pose mencari keseimbangan.

Mengususng tema “Finding Balance”, pameran kali ini mengajak kita untuk menemukan muara setelah selama dua  tahun kita dipaksa oleh pandemi global untuk merenung dan bermeditasi, mencoba melongok lebih dalam lagi kedalam relung-relung hati untuk menemukan kembali makna dan nilai-nilai hidup yang lebih hakiki. Dan menemukan keseimbangan dalam hidup sungguh merupakan muara kelapangan, ketenangan dan kelegaan dalam menjalani kehidupan.

Segendang sepenarian, tema ini juga sangat selaras dengan visi – misi Teh Villa Gallery sebagai embrio sebuah oase batiniah di tengah-tengah hiruk – pikuk deru mesin dan kehidupan yang selalu bergegas di kawasan Rungkut Industri Surabaya. (dwi/pit)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/