alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Indra – Budjana Sambut Sunrise dengan Live Musik Jazz

RadarBali.com – Sanur Mostly Jazz Festival tidak hanya menyuguhkan pentas musik berkualitas dengan sederetan musisi andal di atas panggung.

Festival musik jazz yang diselenggarakan di Pantai Sanur ini juga menyajikan pertunjukan musik yang tidak biasa.

Bagaimana tidak, konser musik yang disajikan ini mulai digelar di waktu pagi hari saat jam masih terbilang sangat pagi untuk konser musik.

Matahari belum muncul di ufuk timur, sekitar pukul 5.30 pagi, konser justru dimulai. Dentingan musik di atas panggung mulai terdengar.

Ya, sejatinya konser ini disajikan spesial sambil menyambut datangnya sunrise. Seperti biasanya, tidak sedikit masyarakat seputaran Denpasar yang mendatangi Pantai Sanur pagi hari untuk menyaksikan sunrise yang begitu indah.

Kontan konser musik ini pun mengundang perhatian para pengunjung pantai yang ingin menyaksikan sunrise.

Baca Juga:  Sunrise Pantai Sanur Jadi Inspirasi Indra Lesmana Rilis Surya Sewana

Keheningan pagi ditambah munculnya matahari pagi dari balik laut pun menambah eksotiknya konser musik jazz ini.

Musisi Indra Lesmana yang juga penggagas festival ini memanggungkan repertoar ‘Surya Sewana’ dan juga gitaris kondang, Dewa Budjana.

Tepat pukul 06.00 konser diawali dengan denting genta disusul gema Puja Trisandya. Ketika puja pagi menyongsong matahari itu berakhir, Indra merangkainya dengan nada-nada pentatonis dari grand piano yang dia mainkan, disusul instrumen lainnya. 

Melodi pada komposisi ini seolah melebur dengan suasana pantai yang pagi itu terasa segar dan cerah. Namun, perpaduan itu justru memberikan vibrasi spiritual, terlebih lagi ketika empat penari dengan dupa di tangan menari seiring ritmik lagu. 

Pada lagu keempat, ratusan penonton yang sebagian mengaku ‘terpaksa’ bangun pagi untuk menonton konser ini disuguhi mahakarya Tuhan yakni merekahnya sinar matahari di sela-sela mega berarak di cakrawala.

Baca Juga:  Kolaborasi Indra Lesmana dan Tulus Hadirkan Nuansa Jazz Memang Woow…

Pemandangan yang indah itu pun seakan menyempurnakan komposisi ‘Surya Sewana’ yang terdiri lima lagu dan berdurasi 50 menit itu.

“Saya merasa sangat kecil sekali dibandingkan mahakarya Tuhan yang membentang di semesta ini,” kata Indra Lesmana di atas panggung.

“Kesadaran seperti ini yang dari hari ke hari membuat saya selalu bersyukur dan menjadi spirit melakoni kerja kreatif di bidang musik,” sambungnya lagi.

Usai penampilan Surya Sewana, penampilan di atas panggung pun menghadirkan Mostly Jazz brunch & jam session featuring Nada dan Dodot Trio.

Penampilan Nada  mengundang decak kagum penonton, karena penyanyi 6 tahun itu membawakan lagu-lagu jazz standar yang biasanya dinyayikan orang dewasa.



RadarBali.com – Sanur Mostly Jazz Festival tidak hanya menyuguhkan pentas musik berkualitas dengan sederetan musisi andal di atas panggung.

Festival musik jazz yang diselenggarakan di Pantai Sanur ini juga menyajikan pertunjukan musik yang tidak biasa.

Bagaimana tidak, konser musik yang disajikan ini mulai digelar di waktu pagi hari saat jam masih terbilang sangat pagi untuk konser musik.

Matahari belum muncul di ufuk timur, sekitar pukul 5.30 pagi, konser justru dimulai. Dentingan musik di atas panggung mulai terdengar.

Ya, sejatinya konser ini disajikan spesial sambil menyambut datangnya sunrise. Seperti biasanya, tidak sedikit masyarakat seputaran Denpasar yang mendatangi Pantai Sanur pagi hari untuk menyaksikan sunrise yang begitu indah.

Kontan konser musik ini pun mengundang perhatian para pengunjung pantai yang ingin menyaksikan sunrise.

Baca Juga:  Live Perdana, ILP "Guncang" Penonton Pantai Mahatari Terbit

Keheningan pagi ditambah munculnya matahari pagi dari balik laut pun menambah eksotiknya konser musik jazz ini.

Musisi Indra Lesmana yang juga penggagas festival ini memanggungkan repertoar ‘Surya Sewana’ dan juga gitaris kondang, Dewa Budjana.

Tepat pukul 06.00 konser diawali dengan denting genta disusul gema Puja Trisandya. Ketika puja pagi menyongsong matahari itu berakhir, Indra merangkainya dengan nada-nada pentatonis dari grand piano yang dia mainkan, disusul instrumen lainnya. 

Melodi pada komposisi ini seolah melebur dengan suasana pantai yang pagi itu terasa segar dan cerah. Namun, perpaduan itu justru memberikan vibrasi spiritual, terlebih lagi ketika empat penari dengan dupa di tangan menari seiring ritmik lagu. 

Pada lagu keempat, ratusan penonton yang sebagian mengaku ‘terpaksa’ bangun pagi untuk menonton konser ini disuguhi mahakarya Tuhan yakni merekahnya sinar matahari di sela-sela mega berarak di cakrawala.

Baca Juga:  Yuk Melali ke Negara Jadi Kado Spesial Dejapu untuk Kota Kelahiran

Pemandangan yang indah itu pun seakan menyempurnakan komposisi ‘Surya Sewana’ yang terdiri lima lagu dan berdurasi 50 menit itu.

“Saya merasa sangat kecil sekali dibandingkan mahakarya Tuhan yang membentang di semesta ini,” kata Indra Lesmana di atas panggung.

“Kesadaran seperti ini yang dari hari ke hari membuat saya selalu bersyukur dan menjadi spirit melakoni kerja kreatif di bidang musik,” sambungnya lagi.

Usai penampilan Surya Sewana, penampilan di atas panggung pun menghadirkan Mostly Jazz brunch & jam session featuring Nada dan Dodot Trio.

Penampilan Nada  mengundang decak kagum penonton, karena penyanyi 6 tahun itu membawakan lagu-lagu jazz standar yang biasanya dinyayikan orang dewasa.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/